Sabtu, 17 Oktober 2015

Jangan karena perbuatanmu sehingga anak-anakmu atau orang lain tersandung(Rm.14:13).

Latar belakang

Dalam kehidupan manusia setelah mereka mengenal Yesus, belum tentu mereka menyadari akan perbuatannya di saat-saat penting, yang bisa membuat anaknya sendiri(1Kor.8:11-12) dan orang lain tersandung.

Materi yang di sharing, sesuai topic

Dalam lingkungan kehidupan, maka pertumbuhan keluarga sangat penting artinya(Kej.1:28), karena secara informal dia merupakan organisasi terkecil yang mana para individu atau anak-anaknya akan bertumbuh untuk kelanjutan generasi yang akan datang lalu akan mengganti kita(Mzm.25:13) semuanya, sehingga kehadiran ayah/ibu sangat penting.

1--Kehadiran ayah/ibu penting dalam keluarga.
Yang sangat, dan terutama harus hadir dalam keluarga adalah suami-istri untuk anak-anaknya. Karena mereka sangat berperan dalam tingkah-laku, perkataan, perbuatan, dll,  sehingga anak-anaknya akan mengikuti(1Ptr.5:3) perbuatannya. Dan seberapa pentingnya kehadiran mereka:

a--Kehadiran orangtua dalam keluarga adalah penting, supaya bisa berinteraksi  langsung dalam bentuk kasih(1Kor.13:4-8) dengan anak-anaknya,

b--Anak-anak bisa saksikan langsung atau tidak langsung  interaksi antara ayah ibunya. Sehingga mereka bisa menilai, mengikuti, terpengaruh, mungkin juga termotivasi, dll.

c--Mohon dan usahakan supaya orangtuanya yang mendidik anaknya, bukan pengasuh yang masih belasan-tahun-umurnya. Karena umumnya pengasuh sendiri masih labil dan sedang mencari identitasnya, sehingga perhatian mengawasi anakmu sangat kurang demikianpun mengajarinya.

d--Bila orangtua mempunyai pengaruh kuat dalam bersosialisasi di kantor/masyarakat, maka orangtua harus mengatur keseimbangan tingkah-lakunya serta perkataannya didalam rumah, karena bila bersifat berkelebihan dan ber-tendensius maka hal itu bisa berdampak buruk pada perkembangan anakmu sehingga bisa merugikannya dalam pergaulannya.
Misalnya: karena kepangkatan-mu di organisasi atau kantor, maka tingkah-lakumu yang bersifat memerintah dan anakbuah harus menghormati-mu, dibawah pulang kerumah dan diaplikasikan kepada anak istrimu, umumnya tidak akan cocok, sehingga bisa timbul perlawanan dari anak-istri-mu dalam berbagai bentuk.

2--Hindari perbuatan yang menggangu anakmu atau orang lain.
Jadi anda harus menyaring perkataanmu dan tingkah-lakumu, juga ketahui siapa sasaran bicaramu, tujuanmu, dimana anda berada. Karena jangan sampai perbuatanmu membuat anakmu atau orang lain tersandung, misalnya:

a--Anak-anak akan tergoncang imannya dan mungkin mereka akan mencari diluar rumah siapa yang bisa mereka bersandar. Bila menyaksikan ayah dan ibunya bertengkar, saling teriak, saling memukul, sengaja merusak barang, dll, karena ayahmu selingkuh atau ayahmu tidak penuhi permintaan ibumu utk beli berlian, dll.
  
b--Ayah/ibu-mu harus menghentikan mobil tiba-tiba karena seorang anak kecil yang menuntun neneknya menyeberang jalan didepan mobilmu. Ayah/ibumu naik pitam dan menegur mereka pakai nada teriakan, kata-kata kasar dan makian. Anak-anakmu yang masih kecil atau penumpang lain yang berada dalam mobilmu akan menilaimu, beginikah contoh yang baik atau tidak?  Apalagi kalau mereka masih dalam masa pertumbuhan, cara peneguran seperti ini bisa menggoyahkan keteguhan iman mereka yang mulai/sedang bertumbuh.

c--Masih banyak contoh dari perbuatan-perbuatan yang secara langsung maupun tidak langsung yang bisa melemahkan iman seseorang(Gal.2:14) yang sedang mencari Tuhan.

Kesimpulan
Ayah/ibu adalah yang paling bertanggung-jawab dalam pendidikan awal dan dasar untuk anaknya, misalnya: pengenalan akan kasih dan akal-budi. Karenanya mohon para ayah/ibu hindari perbuatan-perbuatan yang bisa melemahkan iman anak-anakmu, demi pada depannya.

Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.


Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Rm.14:13
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

1Kor.8:11-12                       melukai hati-nurani mereka yg lemah (berhala)
11--Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena “pengetahuan”mu
12--Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.

Kej.1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka; :Beranakcuculah danbertambah banyak; penjuhilah bumi dantaklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merauyap di bumi”

Mzm.25:13
Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi

1Ptr.5:3
Janganlah kamu berbuat seoleh-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendalah kamu menjadi teladean bagi kawanan domba iatu.

1Kor.13:4-8
4-Kaswih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
5-Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
6-Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi kare3na kebenaran.
7-Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
8-Kasih tidak berkesudahan; ubuat akan berakhir; bahsa roh akan berhenti; penbgetahuan akapn lenyap.

Gal.2:14

Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua; “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secdara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”.

Jumat, 09 Oktober 2015

Jagalah hati nurani-mu supaya tidak dikotori

Latar belakang

Dalam masa kehidupan manusia, adalah sangat penting untuk mempertahankan keteguhan hati-nuraninya, karena bisa dikotori oleh lingkungan juga pilihan-bebasmu.


Materi yang di sharing, sesuai topic

Tuhan telah menulis hukumNya didalam lubuk hati-nurani manusia(Rm.2:15), supaya manusia men-taati-nya. Dengan maksud supaya setiap saat manusia berpikir dan bisa sesuai dengan landasan hukum yang tertulis di hatinurani-nya.

Dan pikirannya harus ter-refleksi dalam tindakan yang mewujudkan perbuatan yang baik(Yak.2:22), untuk diri sendiri dan masyarakat. 

1A--. Apa arti hati-nurani Hatinurani a.l:
a--Suatu inti dalam manusia1 yang paling rahasia, disitu ia bersama Allah, yang sapaanNya menggema dalam batinnya.
b--Menggunakan akal-budi2 untuk merealisasi keputusannya, yang akan ter-refleksi dalam perbuatannya yang disaksikan oleh masyarakat.
c--Tuhan telah menuliskan hukumNya didalam hati manusia dan menaruhnya didalam akalbudi manusia(Ibr.8:10)

1B--Apa itu hukum Allah.
Hukum Allah ada dua, yang terutama dan setara(Mat.22:37-39), yaitu:
a--Yang-pertama, dalam keadaan apapun, selalu utamakan dan kasihi Allah.
b--Yang-kedua, selalu peduli dan kasihi orang lain seperti dirimu sendiri.
c--Butir satu dan dua adalah setingkat dan saling terkait dalam setiap tindakan selama hidupmu.

1C--Berusaha menghindari lingkungan yang kotor, a.l.:
a--Jangan berteman dengan siapa saja, yang ingin menjerumuskanmu.
b--Dikantor, jangan terikut arus untuk berbuat curang.
c--Jangan terikut pergaulan yang; memfitnah, ber-tauran, mencuri, berzinah, menyalahkan orang lain, malas membuat pekerjaan rumah, dll.
d--Budaya yang bertentangan dengan ajaran Injil, misalnya sudah menerima dan lakukan ajaran Yesus tapi masih ke gunung-kawi, ber-jimat, ber-opo-opo, dll.

2--Pupuklah hati-nuranimu berdasarkan kebaikan
Tuhan memberikan kepada semua-orang hati-nurani yang akan tetap bersaksi dan berorentasi pada kebenaran, sehingga keputusan moral bisa terwujud yang akan menjiwai keputusanmu.

Dan untuk mempertahankan hari-nuranimu tetap benar dan murni, maka anda harus memupuk hati-nuranimu selama-hidup, caranya melakukan perbuatan baik, misalnya:
a--Terus bersandar,
b--Ikuti perintah dan lakukan kehendak Tuhan.
Sehingga perbuatan baikmu bisa tercermin dari tingkah-laku, tutur-kata dan perbuatanmu. 
 
3--Suara hati-nuranimu bisa hilang peranannya.
Dalam kehidupan, setiap orang akan menghadapi berbagai persoalan, dan mereka bisa membuat keputusan secara tepat melalui hati-nuraninya, dan hatinurani akan meneruskan ke akal-budimu yang merupakan bagian dari pikiranmu(Ibr.8:10). Karenanya setiap orang harus men-taati dan merupakan syarat mutlak untuk:           
a---Ikuti kehendak Allah.
b---Gunakan hukum yang tertulis dalam hatimu(Yer.31:33) atau akal-budimu(Ibr.8:10 bah Inggris) yang diberikan olehNya.

Bila tidak taat maka imanmu akan meluntur sehingga anda bisa berbuat salah.

Namun hadangan dalam kehidupan bisa timbul dan akan terjadi karena manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya dan selain itu godaan iblis juga terus berusaha menjatuhkanmu, terutama saat anda lengah misalnya tidak taat, maka hatinurani-mu bisa dikotori, lihat 1C .

Dan sudah menjadi kenyataan bahwa setiap orang akan prioritaskan kesenangan pribadinya dan ikuti godaan iblis, karena sangat gampang dan tidak perlu belajar. Tapi bila hal ini terus-menerus berlanjut, maka keinginan untuk kesenangan dirimu akan mendominasi akal-budimu. 

Sehingga kesaksian hati-nuranimu akan tertindih olehnya dan akhirnya anda tidak lagi mendengar suara-suara kebenaran dari hati-nuranimu, sehingga bisa jatuh dalam dosa.

Karenanya selalu berpihak pada kebenaran sehingga akalbudimu tetap tegar dan tidak menutupi suara-suara kebenaran dari hati-nuranimu.

Kesimpulan
Tuhan telah menuliskan hukumNya didalam hatimu dan menaruh di akalbudimu. Karenanya usahakanlah selalu berpihak pada kebenaran supaya kehidupanmu bisa baik.

Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.


Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Rm.2:15
Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Yak.2:22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuaan itu iman menjadi sempurna.

1Katekismus Gerja Katolik, ISBN 979-429-291-6, terbit Nusa Indah di Ende, cet-III thn 2007, hal-443
2Katekismus Gerja Katolik, ISBN 979-429-291-6, terbit Nusa Indah di Ende, cet-III thn 2007, hal-444

Ibr.8:10
“Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu”, demikianlah firman Tuhan.”Aku akan menaruh hukumKu dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka maka Aklu akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.

Mat.22:37-39
37-Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38-Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39-Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yer.31:33
Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka dan menuliskannhya dalam hati merka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu.


Jumat, 02 Oktober 2015

Jagalah supaya kairos-mu sesuai kehendak Tuhan.

Latar belakang

Pada saat yang menentukan, banyak manusia akan memprioritaskan kepentingannya dari pada mentaati permintaan Tuhan, sehingga mereka melakukan keinginannya sesuka hatinya yang bisa bersifat positif atau negatif.

Materi yang di sharing, sesuai topic

Tuhan telah menyediakan sarana berupa taman firdaus dan beberapa peraturan untuk kepentingan manusia(Kej.2:8-23). Namun manusia sebagai mahluk yang tertinggi nilainya, masih memilih keinginan hatinya daripada permintaan Tuhan. Sehingga pada moment yang penting, ditambah lagi ada godaan iblis, maka manusia pada umumnya akan memilih petunjuk iblis karena lebih gampang dan menyenangkan, namun mengarah yang umumnya perbuatan dosa. Jadi kairos-nya buruk

Apa itu Kairos?
Kairos adalah suatu moment berupa detik-detik tertentu dimana terjadi peristiwa besar yang menentukan arah hidup anda atau bangsa. Contoh: Detik-detik dimana Nabi Paulus jatuh dari kuda karena ada cahaya terang yang membutakan matanya lalu ada suara, kenapa engkau menyakiti Aku, Aku adalah Yesus yang kau aniayai, sehingga niatnya untuk menganiaya orang Kristen tidak jadi. Bahkan dia menjadi utusan Yesus(Kis.9:3-19), untuk kabarkan injil. Ini kairos yang baik

1--Saatnya taat dan lakukan.
Seperti banyak orang mengatakan, bila ada kesempatan/tantangan dalam arti positif, maka hadapilah dan selesaikan. Karena kesempatan itu tidak akan kembali untuk kedua kalinya.

Demikianpun ada moment-yang-penting, dimana terjadi “peristiwa-menakjubkan”  yang  disaksikan oleh orang. Dan peristiwa ini tidak akan terulang lagi dikemudian hari, contoh:

Kairos yang baik.
a---Moment yang penting terjadi, setelah Musa yang dipilih Tuhan(Rm.9:15), berdoa kepadaNya, maka laut Teberau terbelah(Kel.14:15-31) dan bangsa Israel bisa selamatkan dirinya melalui belahan laut tsb, sehingga selamat. Karena pada saat itu, bangsa Israel sudah terjepit, di depan mereka ada laut Merah yang luas dan dibelakannya, ada tentara Mesir yang sedang mendekat untuk membunuh mereka. Bila Musa salah lakukan moment ini, mungkin ceritanya akan berbeda.
b---Saat Abraham hendak menyembelih Isak sebagai kurban atas permintaan Allah, maka tiba-tiba ada suara yang melarangnya(Kej.22:1-18). Karena telah tersedia hewan lain sebagai kurbannya. Perbuatan Abaraham karena dia mentaati perintah Tuhan yang adalah untuk mencobai-nya, dan Abraham sanggup menunjuk ketaatannya, sehingga Tuhan percaya padanya. Mungkin bila Abraham tidak taat padaNya, maka bisa jadi tidak ada bangsa Israel.     

Kairos yang buruk
Pada saat terakhir raja Saul tidak membunuh raja Gag dan juga menjarah hewan-hewan gemuk kepunyaan rakyat Gag, bahkan Saul memberi sebagian dari hewan itu untuk kurban bakaran kepada Tuhan. Namun perintah Tuhan adalah menumpas semuanya! Karena itu Saul ditolak sebagai raja(1Sam.15:1-34) dan digantikan oleh Daud.
  
2--Petunjuk yang gampang dan susah.
Petunjuk yang gampang.
Banyak orang tergoda oleh iblis karena petunjuknya gampang dan menyenangkan. Tidak perlu ada aturan yang harus ditaati, yang penting lakukan saja, risiko belakangan. Karenanya manusia mengikuti keinginan hatinya yang penting kedagingannya terpuaskan, dan inilah yang menjerumuskan anda dalam dosa.

Petunjuk yang susah
Untuk mentaati suatu peraturan, diperlukan keinginan dan kemauan untuk melakukan ketaatan tsb sehingga bisa mengetahui apa makna peraturan tsb. Bila  belum yakin akan makna tsb, maka pilihan-bebasmu akan memperoleh prioritas.

Dan walapun dalam kesusahan dan penderitaan, tapi kalau tekad yang bulat untuk hidup dalam Tuhan dan selalu melakukan peraturanNya(Mat.22:37-39), a.l.: lakukan hukum-kasih, bersandar kepadaNya maka harapanmu akan terkabul(Rm.5:3-5), sehingga kemungkinan anda bisa mengukirkan kairos dalam kehidupanmu.


Kesimpulan
Berusahalah taat dan lakukan permintaanNya sehingga perbuatan besar bisa terjadi dalam kehidupanmu, seperti kairos dari Abraham.

Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.


Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Kej.2:8-23            Manusia dan taman Eden(Firdaus)

Kis.9:3-19             Saulus atau Paulus bertobat.

Rm.9:15
Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan keada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati”

Kel.14:15-31        Israel menyebrang laut Teberau.

Kej.22:1-18          Kepercayaan Abraham diuji.

1Sam15:1-34       Saul ditolak sebagai raja

Mat.22:37-39
-37-Jawab Yesus kepadanya: ”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
-38-Itulah hukum yang terutama dan yang pertama,
-39-Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah; Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Rm.5:3-5
3—Dan bukan hanya itu saja, kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
4—dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan,

5-Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Jumat, 25 September 2015

Cobaan berguna untuk pertumbuhan anak-anak

Latar belakang

Dalam perjalanan hidup, semua anak hingga orangtua akan mengalami cobaan yang tidak melebihi kekuatannya, karena Tuhan akan memberi jalan keluarnya(1Kor.10:13), namun anda yang memilihnya.

Materi yang di sharing, sesuai topic

Salah satu karunia Tuhan adalah supaya manusia bisa hidup sejahtera dan beriman kepadaNya. Namun dosa yang mereka perbuat, demikianpun pencobaan terhadap mereka bisa mempersulitnya untuk memperoleh kehidupan-kekal.

1--Arti Pencobaan
Pencobaan mempunyai dua arti, a.l.:
a--Untuk menguji1 seseorang sehingga bisa memperbaiki sifatnya.
b--Menjebak2 seseorang sehingga dia jatuh lalu berbuat dosa.

2--Asal pencobaan
Pencobaan berasal dari;
a--Lingkungan luar anda, dalam situasi apapun, kapan saja dan dalam bentuk apapun, untuk mempengaruhi-mu.
b--Dalam dirimu sendiri yang tidak bisa anda kuasai(Yak.1:14).

3--Apa gunanya pencobaan
Gunanya adalah meningkatkan kemampuan untuk menghadapi masalah kehidupan, contoh:
a--Bila anda mengasihi Yesus, namun pada suatu masa mengalami pencobaan dalam bentuk apapun, tapi tetap tabah detik demi detik hingga berakhirnya, maka dalam diri anda akan timbul tahan uji terhadap segala(Yak.1:12) godaan, tipu-muslihat, perbuatan dosa, dll.
b--Anda dalam kesengsaraan namun tetap teguh pada pendirianmu maka akhirnya pengharapanmu akan anda peroleh(Rm5:3-5).

4—Siapa yang mengalami pencobaan?
Setiap cobaan itu bukan datang dari Tuhan, karena Dia sendiri tidak mencobai siapapun(Yak.1:13). Tapi pencobaan akan di-alami oleh semua manusia, misalnya:

(A)--Pergaulanmu
Manusia selalu berinteraksi dengan siapa saja selama kehidupannya, dan akibatnya akan positif atau negative yang bisa menimbulkan cobaan yang harus anda hadapi, bukan mengabaikan.

(B)--Keinginanmu yang mencobai-mu.
Dalam penghidupan, manusia selalu menggunakan panca-indranya untuk menyerap segala informasi/data yang terjadi dalam jangkauanya, sehingga bisa untuk meng-update otaknya, dan otak yang mengelola semuanya itu disebut berpikir. Dan hasil dari pikiran tsb akan menentukan tinggi rendahnya: pilihan-kebebasanmu, emosimu, keinginanmu, akalbudimu, seleramu, dll.

Yang menarik adalah cobaan, berupa: keinginan dagingmu yang bisa berjuang(1Ptr.2:11), berusaha dan mendorong agar pilihan-bebasmu menentukan pilihannya lalu bertindak.

Bila anda lakukan tindakan tsbi, maka akan ter-refleksi pada perkataanmu, tingkah-lakumu dan perbuatanmu.

Jadi dirimu dicobai oleh keinginanmu sendiri, bila keinginanmu telah berbuah, maka dia akan melahirkan perbuatan yang sifatnya dosa dan akhirnya adalah maut(Yak.1:15-16).

5-Bagaimana pencobaan untuk anak-anak?
Yang utama adalah kehadiran orangtua, dan kasihilah anakmu dalam kehidupan berkeluarga seperti biasanya. Misalnya:
a--Ajarkan dan biasakan mereka mandiri.
b--Jangan buat perbedaan diantara anakmu.
c--Berikanlah mereka tugas dan bertanggung-jawablah atas hasilnya. Bila hasilnya tidak sesuai perintahmu, maka atasilah bersama-sama secara penuh kasih-sayang, mengkoreksinya dan berikan jalan keluar agar tugas bisa selesai.

Kebiasaan anak-anak dalam pertumbuhannya sering bertanya-tanya karena keingin-tahuannya tinggi dan bila memungkinkan mencobainya. Dan tugas orangtualah yang menjelaskan dan mengarahkan supaya mereka memperoleh kesimpulan positif.

Tujuan semuanya diatas adalah sebagai latihan dan persiapan untuk meningkatkan pikiran, akal-budinya dan daya tahan, agar mentalnya siap menghadapi apa saja di hari-hari mendatangnya.
  
Di Alkitab mencatat siapa saja yang pernah mengalami cobaan, a.l.:

(A)-Abraham berhasil.
Tuhan meminta agar Isak, anak-satu-satunya Abraham, dijadikan kurban untukNya. Namun sesaat sebelum Abraham penuhi permintaan Tuhan, ada suara yang menyatakan jangan membunuh anak itu. 
(B)-Musa tidak berhasil.
Musa telah berusaha supaya Israel masuk tanah terjanji, namun dia tidak kudus dihadapan Tuhan dan orang Israel, sewaktu terjadi pertengkaran karena kehabisan air di Meriba. Proses yang dilakukan Musa tidak sesuai dengan perintahNya, untuk keluarkan air.
(C)-Raja Saul tidak berhasil.
Dia tidak melakukan permintaan Tuhan sewaktu berperang
(D)-Yesus berhasil.
Setelah Yesus berpuasa selama 40 hari, Ia dicobai oleh iblis. Namun Yesus mengusirnya.

Bagaiman dengan Anda?.

Kesimpulan
Anak-anak adalah masa depan untuk kemajuan bangsa, karenanya semakin banyak cobaan yang mereka lalui semakin baik kualitas mereka.

Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.


Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

1kor.10:13
Pencobaan-pencobaan yang kau alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia, sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu docbai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya,

1, 2Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, ISBN-978-602-8009-33-1, cet-11 Aprro; 2011, Hal-218 col-1

Yak.1:12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Yak.1:14
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Yak.1:13
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
1Ptr.2:11
Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasehati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

Yak.1:15-16
15-Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

16-Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat.

Jumat, 18 September 2015

Sejauh mana anda bisa mengasihi sesama manusia?

Latar belakang

Demi kemanusiaan maka timbul kasih oleh beberapa negara sehingga mereka menolong para immigran karena kelaparan, kesehatan terganggu, tidak ada tempat berteduh, dll. 

Materi yang di sharing, sesuai topic

Manusia sepatutnya bersyukur, karena Tuhan memberikan karuniaNya (Rm.5:15) berupa kehidupan yang kita jalankan sekarang ini berdasarkan kasihNya.

1--Apa dasarnya manusia saling mengasihi.
Pengertian kasih sangat luas dan itu adalah sifat Tuhan Allah, maka demikianpun manusia yang diciptakan segambar dengan Dia, juga mempunyai sifat kasih yang mencakup a.l. toleransi, belas-kasihan, tolong menolong, dll, sehingga akan tercermin dalam tingkah-laku dan interaksi antar sesama manusia. Dan dasar pijakannya adalah:
A--Karena Tuhan memberikan nafas kehidupan kepada setiap manusia(Kej.2:7) sehingga mereka bisa; bergerak, berpikir, beraktivitas, peduli, berperasaan, bersosialisasi, dll.
B--Walaupun manusia telah dosa, namun Tuhan tetap mengadakan perjajian dengannya, yaitu: (a) menaruh TauratNya(Kel.20:1-17) dalam batinnya dan (b) menuliskan dalam hatinya, (c) bahwa Dia adalah Allah-mu.
C--Yesus memberikan hukum kasih, yaitu: a- Kasihilah Tuhan Allahmu secara segenap akal-budimu, pikiranmu, kekuatanmu. b- Kasihilah setiap orang seperti dirimu sendiri.

2--Aplikasinya meragukan walaupun dasar pijakannya jelas.
Dari “dasar-pijakan” tsb diatas, anda mulai bertumbuh dan menggunakannya serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-harimu sewaktu berinteraksi dengan siapa saja. Sewaktu anda berinteraksi, maka peranan kasihilah:
a-Tuhan Allah dengan segenap hatimu(Mat.22:37)
b-Sesama manusia seperti dirimu sendiri(Mat.22:39), 
sangat berpengaruh dan dominan, dan selain itu juga merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. 
 
Namun karena pikiran semua manusia telah dikotori oleh dosa, yang anda perbuat sendiri. Maka hasil dari pelaksanaannya dan aplikasinya tergantung  pada; pilihan-bebasmu, lingkunganmu dan motivasimu.  

Sehingga manusia cenderung kurang memperhatikan, bahkan bisa mengabaikan “kasihilah sesama manusia”. Akibatnya, mengasihi manusia lainnya ada hitung-hitungannya, a.l.; balas-jasa, pinjaman boleh tapi pakai interest-nya, ada maksud yang tersembunyi, apa untung ruginya, kalau yang menyakiti jangan dibantu, dendam terhadap musuh belum dibalas, dll.

Namun Yesus mengatakan kasihilah dan berbuat baik kepada musuhmu(Luk.6:27), dan pembalasan adalah hakKu(Ibr.10:30).

Sehingga bertanyalah pada dirimu, seberapa murni anda bisa mengasihi orang-lainnya, misalnya: lebih menyayangi anak yang tertua daripada yang suka melawan, tidak senang pada tetanggamu karena parker depan-rumahmu, kawan belum membayar utangnya, dll?  

3--Bagaimana kenyataan mengasihi sesamanya dalam sehari-hari.
Bila manusia hidup mengandalkan Tuhan, maka pengetahuan-mu akan kasih
(lihat 1-C-a,b), terus bertumbuh dan menjadi lebih murni kepada Tuhan, jadi ini merupakan iman-anda yang bertumbuh kepada Tuhan. Namun iman tersebut akan menjadi lebih sempurna bila di-iringi perbuatannya (Yak.2:22), yaitu supaya  mengasihi-mu bisa lebih sempurna, contoh:  

(a)--Seorang Samaria membantu seorang Yahudi yang dipukuli serta dirampok. Selain itu dia memberi perawatan dan membayar biaya-rawatan orang Yahudi tsb(Luk.10:30-37), tanpa meminta imbalan apapun.

(b)--Akibat dari perang saudara di Syria dan beberapa Negara di timur-tengah, banyak korban berjatuhan dan yang melarikan diri ke Uni-Eropa, anehnya Negara tentangganya tidak menerima mereka.

(c)--Ada motivasi tersendiri, selain membantu.
Sejak terjadi pengungsian, Jerman bersedia menampung 800.000 orang. Kedengarannya manusiawi, namun dibalik pertolongan itu ada tujuan lain (kutipan dari CNN), yaitu:
Untuk menutupi mengisi, penduduk Jerman yang bertumbuh negatif.
Banyak lowongan kerja-kasar tersedia, namun kurang tenaga.
Para pengungsi akan menerima upah minimum.
Ekonomi-Jerman akan bertumbuh lebih baik karena tenaga kerja murah.
            Dll.

(d)--Bagaimana dengan anda sendiri, apakah anda membantu orang secara penuh kasih atau ada motivasi lainnya.

Kesimpulan
Ada orang yang mengasihi Tuhan lebih gampang, tapi mengasihi orang lainnya harus pakai hitung-hitungannya. Namun kadar mengasihi adalah satu paket yaitu; secara bersamaan mengasihi Tuhan dan sesama manusia.

Bila anda sejalan dengan artikel ini mohon kerelaanmu untuk doakan dirimu supaya bisa mengasihi orang lainnya lebih murni sesuai perkembangan imanmu.

Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Rm.5:15
Tetapi karunia Alah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, kika karena pelanggara satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karniaNya, yang dilimpahkanNya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Kej.2:7
Ketika itulah Tuhan Alah membentuk manuisia itu dari dbu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; kemikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup.

Kel.20:1-17          Kesepuluh firman (The Ten Commandments)

Mat.22:37-39
37-Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38-Itulah huykum yang terutama danyang pertama.
39-Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Luk.6:27
“Tetapi kepada kamu, yangt mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu”

Ibr.10:30
Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hakKu, Akulah yang akan menuntut pembalasan’

Yak.2:22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.


Luk.10:30-37 Orang Samaria yang murah hati 

Jumat, 11 September 2015

Seberapa murni kekudusanmu?

Latar belakang

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan(Ibr.12:14).


Materi yang di sharing, sesuai topic

1--Apa artinya Kudus.
Pengertiannya sangat luas, namun bisa diringkas dari Ensiklopedi-Alkitab1, yaitu:
a--Dianggap keramat atau suci yang adalah lawan dari tecemar, langgar
peraturanNya, dll.  
b--Yang menekankan pada pengunaan yang berkaitan dalam suatu keadaan, atau proses. Dan ini mengarah ke pemikiran tentang perubahan batin yang terjadi berangsur-angsur, untuk menghasilkan kemurnian, kebenaran moral. Lalu hal itu akan tercermin dari tingkah-laku seseorang berupa perbuatan-perbuatan lahiriah yang baik dan menurut kehendak Tuhan.

2--Bagaimana anda bisa kejar kekudusan? Berusaha memperoleh kekudusan?

Supaya anda bisa kudus, maka pertama yang harus anda ketahui adalah mengerti akan hukum-Taurat(Kel.20:1-17) dan melakukannya, karena dari hukum Taurat anda akan mengenal dosa(Rm.7:12), misalnya jangan membunuh, dilarang mengingini bukan milikmu, dll.

Selain itu, karena anda ingin mencari kebenaran, maka Roh Kudus akan memimpinmu untuk mendengar firman-Tuhan. Sehingga anda mengerti dan akibatnya, akan timbul iman terhadap Tuhan Yesus. Firman-Tuhan inilah yang a.l. menguraikan bagaimana anda harus taat, mengasihi, kudus, dll. Misalnya mengenai kekudusan, sbb:

a--Allah menciptakan manusia bukan untuk melakukan apa yang cemar, misalnya; membunuh, rendahkan martabat orang lain, dll. Tapi untuk lakukan hal yang kudus(1Tes.4:7), misalnya tingkatkan kemurnian dan kebenaran moral. Sehingga bisa tercermin dari tingkah-lakunya berupa perbuatan-perbuatan lahiriah yang baik dan menurut kehendak Tuhan.

b--Karena perkawinan, maka suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya yang beriman kepada Yesus, demikianpun sebaliknya. Andaikata tidak demikian, maka anak-anakmu adalah nanak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus(1Kor.7:14).


3--Jagalah kekudusanmu supaya lebih murni, agar bisa melihat Tuhan.
  
Kekudusanmu yang telah anda raih, tidak selalu constant. Namun anda harus berusaha untuk mempertahankan bahkan mengejarnya sehingga lebih murni, hal itu tergantung pada interaksimu dengan lingkungan dimana iman-mu secara tidak langsung atau langsung akan diuji. Karena tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan(Ibr.12:14). Dan hasil pengujiannya bervariasi, yaitu:
(Bisa-positif)
a--Bila anda tetap teguh pada pendirian ajaranNya, tidak terombang-ambing.
(Bisa-negatif)
b--Iman-mu bisa terggoda sehingga meninggalkan Yesus.  
c--Meninggalkan kasih karena terbuai ajaran-ajaran duniawi.
d--Ketaatan pada peraturanNya ter-erosi.
e--Timbul kemarahan yang sangat berlebihan sehingga melakukan hal yang tidak benar dimata Tuhan.

4--Dampak dari tidak kudus, sehingga tidak boleh masuk tanah terjanji.
Sewaktu bangsa Israel kehabisan air digurun, dekat gunung batu Horeb, maka mereka mulai bersungut-sungut, akan melempari Musa dan menentang Tuhan(Kel.17:7).
Lalu Tuhan menjawab Musa, sbb: kumpulkan tua-tua Israel didepan gunung-batu, dan berkatalah didepan mereka kepada gunung batu tsb, supaya memberi airnya  untuk mereka.
Dan Musa mengambil tongkatnya lalu berbuat seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Namun Musa juga menambahkan(Bil.20.8-11), a.l.:
a--Satu kalimat, yaitu: berkata kepada mereka: “Dengarkan kepadaku hai orang-orang durhaka……”
b--Pukulan ke batu, yaitu: dalam dua detik, dia memukul batu tsb dua kali.

Menurut Tuhan, tambahan yang dilakukan Musa membuktikan bahwa:
*Musa berubah kesetiaannya kepadaNya ditengah-tengah orang Israel  
*Musa tidak menghormati kekudusanNya(Ul.32:51-52)
Akibat dari perbuatan Musa disaat kemarahannya memuncak sehingga menambahkan “perbuatan-tsb”, maka Tuhan tidak mengizinkan dia masuk tanah terjanji.

5--Detik-detik yang menentukan kekudusanmu
Suatu penyesalan bagi Musa atau siapa saja, karena tidak bisa kendalikan diri. Yaitu kemarahan-yang-berlebihan yang terjadi hanya dalam beberapa detik, sehingga dia atau(anda) lakukan perbuatan yang tidak kudus didepan Tuhan. Akibatnya Tuhan batalkan bagian akhir dari tujuanmu!

Kesimpulan
Raihlah kekudusanmu, bahkan mengejarnya supaya makin dekat dengan Tuhan, karenanya selalu patuh dan andalkan Dia

Bila anda berkenan dengan artikel ini, ada waktu luang, maka mohon pertolongan doakan orang yang anda kenal atau siapa saja, supaya mereka juga bisa hidup kudus. Terima kasih.

Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.

Penulis.EddyWarbung


R e f e r e n s i  :

Ibr.2:14
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

1Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, ISBN-978-602-8009-33-1, jld-1, cet ke-11, hal-618

Kel.20:1-17             Sepuluh Firman Tuhan (Ten commandment)

Rm.7:12
Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

1Tes.4:7
Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan yang kudus.

1Kor.7:14
Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, nicaya anak-anakmu adalah nanak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

Kel.17:7
Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang  Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai Tuhan dengan mengatakan; “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?”

Bil.20:8-11
08-“Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah didepan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya”
09-Lalu Musa dan Harun mengambil tongkat itu dari hadapan Tuhan, seperti yang diperintahkanNya kepadanya.
10-Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: “Dengarkanlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?”
11-Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memkul bukit batu itu dengan tongkat dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.

Ul.32:51-52
51--Oleh sebab kamu telah berubah setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air Meriba di Kadesh di padang gurun Zin, dan oleh sebab kamu tidak menghormati kekudusanKu di tengah-tengah orang Israel.          
52—Engkau boleh melihat negeri itu terbentang di depanmu, tetapi tidak boleh masuk ke sana, ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel.


Sabtu, 05 September 2015

Janji tuhan adalah untuk kehidupan manusia

Latar belakang

Rancangan Tuhan adalah indah, dan siapa yang teguh pada janjiNya(Rm4.20-21) dan percaya pada Yesus yang bangkit, akan memperoleh kehidupan yang kekal(Yoh3:36). Namun dalam proses kehidupan, ada berbagai halangan yang harus dilalui.

Materi yang di sharing, sesuai topic

Firman Tuhan yang mengandung janji.
Tuhan menciptakan bumi serta kehidupannya(Neh.9:6). Selain itu Dia tetap memberikan kasih karunia berupa; penyelamatan, peraturan dan perjanjian, kepada semua manusia dan siapa yang beriman pada Yesus, supaya bisa memperoleh kehidupan yang kekal(1Yoh.2:25). Namun untuk itu, mereka akan selalu mengalami dan berinteraksi dengan; tantangan, cobaan, godaan, ujian, dll, selama masih berada dibumi ini. Contoh:

1--Terlengahnya Adam
Adam diciptakan terlebih dahulu oleh Tuhan, namun terlengah karena diberi pendamping hidup, akibatnya:
a--Informasi dan penjelasan mengenai apa yang tidak-dan-boleh dimakan dalam taman-Firdaus, sangat minim yang diperoleh Hawa dari Adam.
b--Adam juga bersalah, karenanya ikut bertanggung-jawab, kenapa Hawa tidak bisa menangkal maksud jahat dari iblis.
c--Akibatnya Adam-dan-Hawa jatuh dalam dosa, sehingga Tuhan menghalau mereka dari taman Firdaus(Kej.3:24).
  
Inilah awal penderitaan dari perjalanan hidup manusia karena mengikuti kemauannya dan terlantarkan perintah Tuhan. Namun Tuhan tidak membiarkan mereka menderita seterusnya, timbullah belas-kasihanNya, lalu  Dia memberikan kasih-karunia berupa, perjanjian, dll, supaya mereka bisa hidup.

2--Perjanjian pertama dengan Nuh, berupa kehidupan yang baru.
Karena kejahatan manusia melewati batas sehingga Tuhan menghapuskan mereka pakai air bah, dibumi ini. Namun Nuh mendapat kasih karunia(Kej.6:8) sehingga luput. Lalu Tuhan sebagai inisiator mengambil langkah untuk mengadakan perjanjian yang pertama antara Dia dengan Nuh(Kej.9:11) bersama turun-temurunnya serta kehidupan lainnya untuk selama-lamaya dibumi. Isi perjanjian a.l.:
a-Tidak ada kehidupan yang akan dilenyapkan oleh air bah demikianpun memusnahkan bumi.
b-Perjanjian ini bersifat kekal(Kej.9:16), sebagai tandanya adalah busur dilangit atau semacam pelangi yang akan mengingatkan perjanjian itu.


c-Ada kewajiban yang harus dilakukan Nuh(Kej.6:13-22), serta tanggung-jawab yang terkait dengan kewajiban tsb.
d-Beranakcucu untuk penuhilah bumi supaya ada kehidupan.

3--Perjanjian dengan Abraham, untuk selamatankan kehidupan keturunannya.
Tuhan sebagai inisiator mengadakan perjanjian dengan Abraham, yang menitik beratkan pada(EAMK1):
a-Tanah Kanaan menjadi milik dan tempat kehidupan keturunan Abraham
b-Keturunan Abraham akan berlipat ganda
c-Allah menjadi Allahnya keturunan Abraham-dan-Sarah(Kej.18:10).
d-Bersifat penyelamatan kaum Israel

4--Perjanjian di padang gurun Sinai, untuk perbaiki kehidupan
Tuhan sebagai inisiator mengikat perjanjian dengan kaum Israel(Ul.5:2-3) yang masih berjiwa budak. Perjanjian ini berupa 10-Perintah-Allah supaya mereka melakukannya, untuk merubah mentalnya dan moralnya, juga mengetahui perbautan apa yang berdosa(Rm.7:7) atau tidak, sehingga bisa bersosialisasi lebih sopan. Namun penghidupan mereka menuju tanah terjanji mengalami banyak halangan, a.l.:
a-Menantang Tuhan karena kehabisan air minum.
b-Musa jadi sasaran tumpahan kemarahan mereka.
c-Berperang lawan suku-suku lainnya,
d-Akhirnya Musa tidak menginjak kakinya di tanah terjanji karena kelakuannya tidak kudus didepan suku Israel dan Tuhan.Dll.

5--Apa manfaat perjanjian-perjanjian (diatas) untukmu?
Setelah manusia berbuat dosa, mereka tinggalkan janji-janji Tuhan, bahkan melupakan hidup-kekal, karena turuti pilihan-bebasnya mereka yang kadang-kadang merusak kepentingan umum, misalnya; korupsi, salah gunakan wewenang, dll. Karenanya dalam segala hal tetap andalkan Tuhan dan lakukan hukum kasih.

Kesimpulan
Oleh karenanya lihatlah rancangan Tuhan dan terutama hidup yang kekal. Dan selalu bersandar kepada Tuhan.

Terima kasih anda telah meluangkan waktu untuk ingin membaca artikel ini, mohon sharing.


PenulisEddyWarbung


R e f e r e n s i  :

Rm.4:20-21
20-Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakperccayaan, malah ia  diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah.
21-dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

Yoh.3:36
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barang siapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

Neh.9:6
Hanya Engkau adalah Tuhan! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada diatasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya, Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepadaMu.

1Yoh.2:25
Dan inilah jani yang telah dijanjikanNya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.

Kej.3:24
Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkanNyalah beberapa kerub dengna pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-myambar, untuk menjuaga jalan ke pohon kehidupan.

Kej.6:8
Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

Kej.9:11
Maka Kuadakan perjanjianKu dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.

Kej.9:16
Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjianKu yang kekal antara Allah dan segala makluk yang hidup, segala makluk yang ada di bumi.

Kej.6:13-22             Riwayat Nuh.

Kej.18:10
Dan firmanNya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang akan laki-laki” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang dibelakangNya.

Ul.5:2-3
2-Tuhan, Allah kita, telah mengikat perjanjian dengan kita di Horeb.
3-Bukan dengan nenek moyang kita Tuhan mengikat perjanjian itu, tetapi dengan kita, kita yang ada di sini pada hari ini, kita semuanya yang masih hidup.

Rm.7:7
Jika demikian, apakah yang hendak ia katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknhya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Tarat tidak mengatakan: “Jangan mengingini”

1EAMK, ISBN, jld-1, hal-480,
 Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, ISBN=978-6028009-33-1