Sabtu, 23 November 2019

Rasio tidak bertentangan dengan iman (sambungan dari 09November, Kenapa orang beriman)


Latar belakang



Persepsi masyarakat bahwa secara ilmu pengetahuan masih terdapat jurang antara Rasio dengan Iman, namun perkembangan kedepan, rasio akan merupakan bagian dari iman karena lambat laun mulai mendapat tempat dalam iman. Dan pada suatu saat orang akan mengakui bahwa rasio itu adalah sejalan dengan.



Materi yang di sharing, sesuai topic



Arti rasio1,2

Menurut KBBI, rasio1 adalah: pemikiran menurut akal sehat, akal budi, nalar.(online 15/11/19)

Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary, rasio2  adalah:

An explanation of controlling principles of opinion, belief, practice, or phenomena,

An underlying reason: basis.

  

Arti iman

Pengertian dari iman sangat luas dan mendalam, yang menyangkut semua aspek keyakinan dan kepercayaan, namun beriman yang tertuju kepada Tuhan adalah kebenaran yang tertinggi. (mohon lihat juga penjelasan, artikel minggu lalu tgl 10Nov2019: Kenapa orang beriman). Karenanya penjelasan mengenai rasio dibawa ini adalah bagian dari iman yang didasarkan pada Alkitab dan pengetahuan yang sejalan.

Karenanya, maka iman tidak menindas rasio tapi menuntunnya menuju pengertian sejati, misalnya: Aku tahu kepada siapa aku percaya, yaitu kepada Allah yang menyelamatkan aku.

Iman bukan saja karena mau atau niat, tapi karena percaya, namun demikian kita harus beranjak dan berusaha untuk mencarinya yaitu melalui dasar pikiran: yaitu rasio, lalu melaksanakannya, selain itu juga untuk mengetahui apa yang kita percaya itu adalah suatu kebenaran, berupa kebaikan dan/atau keburukan.



1--Iman tidak menindas rasio tapi menuntun pikiranmu menuju pengertian sejati.

Karena iman, maka anda percaya bahwa ibumu yang melahirkanmu, karena ibumu yang menceritakannya. Dalam keadaan apapun anda sering mengingat nasehat ibumu dan ayahmu, karena anda merasa yakin bahwa merekalah pendidik dan penolong utamamu. Dan perasaan yang demikian timbul karena anda percaya serta yakin akan hal itu.

Contoh: Banyak orang mulai percaya bahwa janin dapat bertumbuh diluar kandungan ibunya, yang dahulunya tidak terpikir akan terjadi. Namun Alkitab juga telah lebih jauh menjelaskan mengenai keberadaan manusia.



A--Keberadaan manusia.

Coba perhatikan bahwa Alkitab telah mengatakan keberadaan manusia, ada 4 cara, yaitu:

a--Dari debu tanah, Tuhan menciptakan manusia, lalu menghembuskan nafas-hidup melalui hidungnya(Kej.2:7), yaitu Adam orangnya.

b--Tuhan mengambil tulang rusuknya Adam, lalu membentuk perempuan sebagai(Kej.2:21-22) penolong yang sepadan untuknya(Kej.2:20), yaitu Hawa orangnya.

c--Karena Roh Kudus, maka Maria hamil dan melahirkan Yesus(Mat.1:18).

d--Keberadaan anda karena ayah ibumu berhubungan sex sehingga melahirkanmu.



Namun pengetahuan manusia baru mengetahui satu cara keberadaan seseorang, yaitu yang hanya berasal dari:

e--Hubungan sex ayah ibunya.

f--Bayi tabung atau yang sejenis, itupun masih pakai bantuan suami dan istrinya.



Bila diperhatikan ilmu pengetahuan kedokteran telah menjelaskan secara garis besar tahapan terjadi terjadinya manusia, yang berasal dari ayah & ibumu, walaupun belum secara rinci. Di lain pihak Alkitab telah menjelaskan lebih luas lagi mengenai keberadaan manusia, namun apakah rasio para ahli kedokteran telah mau mengakuinya dan mengikutinya? Jadi disini iman jauh lebih luas dari pada rasio, karena hingga kini rasio masih terus berusaha agar dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai keberadaan manusia.



Dahulu tidak ada orang yang menyangka bahwa batangan dan lempengan besi dapat melayang berkecepatan tinggi, bahkan sekarang orang sudah mulai berancang-ancang untuk berwisata ke ruang angkasa dan ke bulan. Inilah yang bisa dikatakan bahwa rasio mulai menempatkan diri agar sejalan dengan iman.



B--Keberadaan bumi

Sejak zaman Ayub, telah ada ilmu astronomi, dan pada zaman itu sebagian dari para astronom telah mengetahui bahwa:

a--Bumi berada pada kehampaan(Ayb.26:7). Namun secara rasio, bumi itu benar berada pada kehampaan yang terikat oleh semacam gaya gravitasi matahari.

b--Tuhan menciptakan bumi hingga hari ke-enam(Kej.1:1-23) dan segala jenis mahluk yang hidup, segala jenis binatang.



Bila anda beriman, maka anda dapat menerima penjelasan mengenai keberadaan bumi, tapi bila anda hanya berdasarkan rasio, yaitu berupa ilmu pengetahuan yang anda miliki, maka sangat sulit untuk mengikuti penjelasan ini. Para ahli pun dari berbagai bidang masih sulit untuk percaya keberadaan bumi sesuai penjelasan diatas. Namun mereka tetap berusaha memecahkan teka-teki tersebut.



2--Beriman kepada yang dapat menyelamatkanmu

Iman bukan saja mau atau niat, namun percaya, lalu kita harus beranjak dan berusaha untuk mencarinya yaitu melalui dasar pikiran, yaitu rasio, lalu melaksanakannya hingga terwujud. Namun itu pun masih banyak yang akan anda pertanyakan dalam dirimu, bahkan bisa membingungkanmu. Sewaktu anda mulai bingung maka berdoalah dan mohon Tuhan mengutuskan Roh Kudus untuk membimbingmu agar rasio anda dapat terarah dan mungkin bisa mengerti apa yang anda bingungkan itu.

Selain itu harus berusaha mengetahui apakah ajaran yang kita percaya itu adalah suatu kebenaran, yang dapat membedakan kebaikan dan keburukan. Untuk itu berimanlah kepada yang empunya ajaran yang dapat menyelamatkan hidupmu dan jiwamu.

Sebab secara rasio setiap manusia ingin maju dalam kehidupan di bumi ini, tapi tidak semuanya bisa diperolehnya. Namun yang lebih penting adalah berimanlah sewaktu masih di bumi ini, sehingga jiwamu akan selamat(1Ptr.1:9). Karenanya rasiomu supaya selalu dalam cakupan imanmu.



Untuk ini maka selalu bekerja keras sesuai rasiomu yang berdasarkan iman yang tertuju kepada Yesus, karena dalam Yesus ada: jalan dan kebenaran dan hidup(Yoh.15:6).



Penutup

Rasio setiap orang hanya tercakup dalam imanmu, karenanya perluaslah rasionmu berdasarkan iman, bahkan iman dapat menyelamatkan jiwamu(1Ptr.1:9) tapi rasio tidak dapat.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

1Menurut KBBI, maka rasio adalah: pemikiran menurut akal sehat, akal budi, nalar. (online 15/11/19)



2Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary, 11 edition, ISBN 978-0-87779-814-9 (international), copy right (c)  2003, Hal-1032 kolom-2



Rational2

An explanation of controlling principles of opinion, belief, practice, or phenomena,

An underlying reason: basis.

Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary, 11 edition, ISBN 978-0-87779-814-9 (international), copy right (c)  2003, Hal-1032 kolom-2



Kej.2:7

Kej.2:21-22

Mat.1:18

Ayb.26:7

Kej.1:1-23

1Ptr.:9

Yoh.14:6

Minggu, 10 November 2019

Kenapa orang beriman


Latar belakang



Setiap orang pasti beriman, namun sedalam apa imannya dan kepada siapa imannya tertuju dan bagaimana ia melaksanakan imannya itu.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Iman

Mengenai iman, telah berkali-kali diuraikan dalam blog ini, namun judul “kenapa orang beriman” belum dijelaskan, sehingga akan saya uraikan dalam tulisan selanjutnya dibawah ini.



Apa itu iman.

Secara sederhana dalam bahasa sehari-hari, maka Iman dapat dikatakan:

a.      Suatu buah pikiran yang timbul karena anda yang membentuknya berdasarkan dari segala informasi.

b.      Informasi tersebut berasal dari luar tubuhmu yang masuk melalui panca indramu.

c.       Anda akan memilah-milah informasi yang cocok dengan keinginanmu sehingga menjadi bibit dari buah pikiran.

d.      Buah pikiran itu tertaman dalam akabudimu,

e.       Namun demikian akalbudimu juga telah mempunyai dasar tersendiri(Ibr.8:10), yaitu hukum Tuhan antara lain Hukum yang pertama dan yang terutama(Mat.22:38) atau hukum Kasih.

f.        Buah pikiran ini dinamis dan akan selalu terkinikan (up date), karena dalam waktu yang berjalan, informasi terus mengalir masuk melalui panca indramu walaupun berubah-rubah, juga yang anda pelajari atau doktrin.

g.      Bila informasi ini mengendap lama dalam pikiranmu maka itu adalah karena anda sukai, sehingga dia akan berkontribusi untuk up-date buah pikiranmu, dan bisa menjadi landasan hidupmu serta juga keyakinanmu.

h.      Namun informasi yang bagaimana. Untuk itu anda harus memilah-milah dan yang baik menurutmu akan berkontribusi membentuk buah pikiranmu yang bersifat positif. Namun tidak tertutup kemungkinan berkembangnya kearah negative, tergantung apa motivasimu.

i.        Iman yang benar adalah iman yang hanya tertuju kepada Yesus dan lakukan ajaranNya yang terdapat atau tertulis di Alkitab. usahakanlah dasar dari imanmu adalah Hukum Kasih(Mat.22:37-40) dan cara melaksanakannya(1Kor.13:4-8), atau diadopsikan dalam kegiatan sehari-harimu.

j.        Sebagaimana setiap Negara mempunyai dasar Negara, begitupun Indonesia mempunyai Pancasila, maka anda pun mempunyai dasar kehidupan yaitu iman yang berlandaskan pada hukum Kasih.

k.      Menurut Alkitab, Iman(Ibr.11:1) adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

l.        Gunanya anda beriman adalah untuk keselamatan jiwamu(1Ptr.1:9).



2--Bagaimana terjadinya iman.

Bila anda perhatikan, maka secara sederhana, terjadinya iman karena keingin-tahuanmu sendiri yang mendorongmu untuk mencari penjelasan atas keingin-tahuan tersebut (keingin-tahuan tersebut sangat luas artinya, dan berlaku untuk semua jenis ajaran dalam segala bidang, namun yang dibicarakan disini adalah iman dalam arti rohani). Jadi anda mencari-cari bagaimana untuk memperolehnya. Kalau secara rohani, maka makin besar keingin-tahuan itu karena hatimu juga yang mendorong agar mendapat penjelasan, maka Roh Kudus tanpa sepengetahuanmu bisa membantumu, atau karena anda memintakannya. Roh Kudus akan mengarahkanmu dan membimbingmu untuk memperoleh jawaban karena keingin-tahuanmu.



Iman timbul dari pendengaran(Rm.10:17) yaitu melalui panca indra (telinga, mata, dll) jadi anda mendengar suara-suara yang menjelaskan mengenai firman yang disampaikan oleh hamba Tuhan, dalam kebaktian atau gereja atau KKR, dan lain-lain, sehingga merasa dan juga  melihat bagaimana suasana waktu itu.

Dan atas dasar iman atau keyakinan yang terus bertumbuh, maka anda akan berinteraksi terhadap lawan bicaramu atau terhadap masalah yang anda hadapi atau terhadap apa saja.



3--Kepada siapa imanmu tertuju?

Kebenaran yang murni hanya ada pada Tuhan, Dialah yang mengajarkannya dan memberikannya kepada manusia. Dan kebenaran adalah bagian dari Kasih dan petunjuk pelaksanaannya adalah yang terdapat di (1Kor.13:4-8), dan Tuhan telah memberikan hukumNya kepada manusia, dengan cara menaruh dalam akalbudimu dan menulis dalam hatimu(Ibr.8:10).

Karena Tuhan adalah Maha Kasih, yang mana kebenaran adalah bagian darinya, dan yang menciptakan segalanya, yaitu bumi, segala isinya, tata surya, dan rumus-rumus yang anda pelajari disekolah serta bagaimana ke bulan serta sekarang ini mencoba ke planet Mars, dan pengobatan dengan memakai teknologi robot micro, dan lain-lain.

Karenanya tujulah imanmu kepada yang memberi Kasih yang ada kebenarannya, yaitu Yesus Tuhan kita semuanya. Dan jangan tujukan imanmu kepada: yang sia-sia, filosofi kosong, berhala-berhala, mamon, dan lain sebagainya.



4--Orang beriman sesuai keinginannya

Setiap Negara, seperti Indonesia mempunyai suatu pagangan hidup yaitu pancasila lalu diuraikan dalam undang undang dasar 1945 dan pelaksanaannya oleh peraturan menteri-menterinya.

Maka demikian pun setiap orang dalam perjalanan hidupnya pasti mempunyai suatu pegangan hidup dalam hal ini iman yang didasarkan pada ajaran Kasih dan pelaksanaan perbuatannya. Kasih tanpa perbuatan sama saja tong yang nyaring bunyinya, jadi tidak ada isinya.

Karenanya iman adalah suatu dasar dimana kita berpijak pada suatu ajaran tersebut, sehingga dapat berinteraksi, maka demikian pun setiap orang beriman dan yang pasti imannya berbeda-beda, sehingga berinteraksi terhadap apa pun akan berbeda-beda, karena tanpa iman maka seseorang akan terombang ambing sesuai angin yang bertiup atau kemana ombak membawanya.  



Dalam hal beriman, ada orang beriman yang didasarkan pada rohani dan memiliah-milah informasi dari luar, agar kehidupannya tetap melaksanakan kehendak Allah



Namun kenyataannya banyak orang juga yang beriman tidak didasarkan pada rohani tapi pada masalah duniawi, sebab dunia mengajarkan mereka supaya utamakan kehidupan yang bersifat duniawi, yaitu hidup sukses, mengejar kekayaan, kehormatan, bersenang-senang yang mengabaikan moralitas, caranya: 



Duniawi  positif

a.      Bagaimana lakukan persaingan yang berhasil

b.      Fokus pada suatu pekerjaan

c.       Meluaskan pasarnya

d.      Inovasi terus menerus

e.       Bagaimana ekspansi busines

f.        Akuisisi perusahaan lainnya

g.      Cari pasar di Negara berkembang.



Duniawi negatif

h.      Motivasi buruk dengan maksud korupsi

i.        Adakan terror

j.        Mendidik orang-orang dan anak-anak supaya lakukan kekerasan

k.      Menyebarkan ajaran sesat

l.        Membodohi masyarakat untuk mengeruk uangnya oleh perushaan raksasa.

m.    Bersenang-senang tanpa batasan moralitas, misalnya: bertukar pasangan, berzinah, melacur diri, sex bebas, sex sesama jenis, dan lain sebagainya.



Penutup

Setiap orang pasti beriman namun apa dasarnya dan kepada siapa ditujukannya, yaitu berdasarkan ajaran Tuhan, hukum kasih serta kehendakNya, karena bersandar pada Tuhan. Namun banyak orang juga beriman tapi mengutamakan kepentingan duniawi, karena itulah motivasinya.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :



Ibr 8:10

Mat.22:37-40

1Kor.13:4-8

Ibr.11:1

1Ptr.1:9

Rm.10:17

Minggu, 03 November 2019

Paskah


Latar belakang



Tinggalkanlah pengaruh kehidupan dan kebiasaan lama yang buruk untuk menuju ke suasana penghidupan yang lebih baik, dan jangan kembali lagi kesitu.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Paskah

Arti dari Paskah cukup luas dan di aplikasikan dalam berbagai bidang pengertian namun mempunyai kesamaan dalam tujuan, yaitu: tidak kembali lagi pada suasana yang buruk tapi menatap kedepan.



Dan Paskah1 menurut Kamus Alkitab, WRJ Browning, yang dan interpretasinya, antara lain:

·         Untuk memperingati secara tahunan kebangkitan Yesus(Kis.12:4).

·         Memperingati penderitaan Kristen menuju penyaliban, yang akhirnya mati dan bangkit.

·         Memperingati peristiwa-peristiwa penyelamatan kaum Israel pada waktu keluar dari perbudakan di Mesir ke tanah terjanji.



Paskah2 menurut Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, maka interpretasinya, antara lain:

·         Peristiwa sejarah Israel yang dilepaskan dari perbudakan di Mesir.

·         Kejadian yang diatas terus menerus diperingati secara berkala

·         Larangan roti ber-ragi , yang melambangkan sifat tergesa-gesa pada malam keluaran dari Mesir

·         Adanya korban anak sulung yang mengingatkan mereka bahwa Allah melewati rumah-rumah yang berlabur darah.



Bila diperhatikan penjelasan diatas, maka arti paskah secara sederhana, dapat dikatakan, antara lain:

Meninggalkan pengaruh dari penderitaan dan kebiasaan lama yang buruk untuk menuju penghidupan yang lebih baik. Dan tidak akan kemball lagi ke suasana penghidupan yang buruk tersebut.   



2--Emosi berperan dalam pengaruh dan suasana buruk  

Setiap orang pada suatu saat tertentu akan mengalami berbagai macam pengaruh dan suasana buruk yang berkadar ringan hingga yang berat dan bisa mendalam, di waktu masa kehidupannya. Bahkan ada orang yang bukan hanya sekali mengalaminya, tapi berulang dan  bervariasi secara berkali-kali.



Tapi terjerumusnya anda dalam Terjadinya pengaruh buruk dan suasana buruk adalah karena anda sendiri atau pribadimu yang memilih dan memutuskannya lalu melaksanakannya. Sebetulnya terjadinya pemilihan itu tergantung dari kualitasmu atau dari tingkat pendidikanmu dan hatimu, namun tidak bisa dibantah bahwa emosimu yang berlebihan juga sangat berperan dalam penentuan keputusan. Emosi yang berlebihan dapat mencakup, antara lain sebagai;

Nafsu sex berlebihan

Nafsu sex yang timbul secara berlebihan secara sesaat sehingga ingin menyalurkan nafsu tersebut, walaupun dengan siapa saja, yang pentinga ada kesempatan.

Rakus.

Merampok keuangan orang lain atau milik Negara, walaupun mengerti melawan peraturan yang ada

Malas yang berlebihan

Selalu mengharapkan bantuan orang lain bahkan hanya terus meminta tidak ada keinginan dan perbuatan untuk melakukan pekerjaan sehingga peroleh kehidupan yang layak.

Masa bodo, Tidak berpikir masa depan

Hanya mau ditempat yang ada sekarang karena merasa sudah cukup makan minum, walaupun kebebasannya tertekan.

Tidak percaya diri yang berlebihan.

Merasa cukup puas karena adanya kebutuhan fisik walaupun secara mental tertekan dan merasa tidak ada kebebasan, namun hal itu disebabkan karena anda telah merasa aman dalam suasana itu. sehingga takut untuk keluar dari “suasana itu”, untuk mencari kebebasan yang benar.



3--Bagaimana mengatasinya

Semua pengaruh dan suasana buruk yang diperparah lagi oleh emosi yang berlebihan, sebetulnya dapat dihindari. Namun tidak bisa dihilangkan seratus persen dalam kepribadianmu(Rm.7:23) walaupun secara akalbudi anda berusaha supaya kepribadianmu selalu berada pada suatu tingkat optimal. Tingkatan ini dapat berubah-rubah sesuai jalan pikiran pada saat itu dan bagaimana menghadapi lingkunganmu. Dan pada saat tingkat optimal atau minimal itu, maka disinilah diperlukan selalu bimbingan Tuhan, supaya jangan tergoda, terbuai, tersulut emosi, dll. Untuk itu supaya anda lakukan semua kehendak Allah, berupa perintahNya, hukumNya(Mat.23:37-40). Namun yang penting mengerti hukumNya dan aplikasikan semuanya itu(1Kor.13:4-8) dalam wujud perbuatanmu(Yak.2:22), sehingga dengan semuanya itu maka anda akan tinggalkan masa lalu yang buruk dan selalu menatap ke masa depan, dan itulah Paskah yang dijelaskan dalam artikel ini.



Penutup

Paskah yang sangat luas artinya, namun dapat juga di persepsi sebagai tinggalkan pengaruh buruk dan penderitaan dalam kehidupanmu tapi tetap berusaha untuk masa depan yang baik. dan tidak lagi kembali dalam suasana buruk.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i :



1KAMUS ALKITAB,  a dictionary of the bible WRF Browing, diterjemahnkan oeh Dr L K Yang, Cet-5 Jakarta Gunung Mulia thn 2010, ISBN978-979-687-393-7, hal-307 col-2 dan hal-308 col-1.



2Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid II, cetakan  ke-10 Juli 2011, ISBN-978-602-8009-34-8, terbitan Yayasan Komunikasi Bina Kasih, Jakarta. hal 204-205.

Senin, 28 Oktober 2019

Tuhan beri makanan kepada burung, apa pendapatmu?


Latar belakang



Banyak orang berpendapat bahwa burung saja dipelihara Tuhan walaupun dia tidak menabur dan menuai, selain itu juga tidak mengumpulkan bekal dalam lumbungnya, namun Tuhan memeliharanya. Apakah perlakuan Tuhan seperti ini berlaku juga untuk manusia?



Materi yang di sharing, sesuai topic



Yesus berkotbah di bukit, dan menyampaikan antara lain:

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu(Mat.6:26)?  



Bila diperhatikan burung-burung yang berterbangan di udara, mereka selalu datang atau keluar dari sarangnya untuk mencari makanan. Jadi banyak pernyataan yang disampaikan oleh para hamba Tuhan, bersifat subjektif mengenai istilah diberi makan adalah tidak cocok.

a--Karena burung-burung itu setiap hari harus keluar dari sarang untuk mencari makanan, yang tersebar dibeberapa tempat. Bahkan untuk menuju dan  memperoleh makanan itu, burung harus terbang jauh dan tinggalkan anak-anaknya yang masih lemah dan belum bisa terbang, kadang-kadang sewaktu mencari lokasi makanannya mereka dihadang oleh burung lainnya sehinga saling bertempur untuk merebut makanan itu.

b--Jadi yang jelas makanan itu berada di beberapa tempat, namun setiap burung harus bekerja yaitu terbang keluar dari sarang, untuk dapat memperolehnya, agar bisa membawanya kepada anak-anak burung yang sedang kelaparan di sarangnya. 



Banyak hamba Tuhan dalam penjelasan ayat ini kepada jematnya mengabaikan usaha-usaha yang dilakukan oleh burng-burung itu. yaitu:

aa--Seolah-olah burung-burung tersebut tidak berusaha mencari makanan.

bb--Dalam jarak yang jauh, burung tsb membawa pulang makanan yang di jepit antara paruhnya.

cc--Makanannya tidak diperoleh secara gratis, kadang-kadang harus bertempur dengan mangsanya, bahkan ada juga dengan sesama burung lainnya.



Analogi dari kegiatan burung-burung ini, berlaku juga bagi manusia. Jadi manusia harus berusaha untuk memperoleh kehidupannya.

Tuhan telah memberikan beberapa kelebihan kepada manusia bila dibandingkan dengan burung, yaitu: akalbudi, hati, keinginan dan kebebasan, selain itu telah menyediakan bahan bahan tertentu, agar manusia dapat mengolehnya hasil yang lebih baik dan bernilai tinggi, karena antara lain adanya kemudahannya, misalnya:

aaa--Manusia mendapat ladang untuk ditanam dan mangambil hasilnya kemudian.  

bbb--Tersedia laut yang luas, penuh ikan untuk dipancing,

ccc--Berbagai tambang untuk di olah, untuk mendapatkan berbagai hasil

ddd--Kehutanan untuk dilestarikan dan dimanfaatkan,

eee--Bahan baku lainnya yang dapat di olah untuk memperoleh nilai tambah yang lebih.





fff--Tuhan beri karunia kepada manusia yang sesuai dengan keinginannya untuk lebih meningkatkan produktivitasnya agar dapat memenuhi kebutuhannya bahkan bisa untuk sharing kepada orang lainnya.



Karenanya setiap orang bukan hanya tinggal dirumah, namun harus berusaha, yaitu keluar rumah untuk mencari pekerjaan atau relasi agar dapatk memperbesar jaringan pemasarannya sehingga produknya bisa lebih tersalur dan bisa memenuhi kebutuhannya dan akan terimbas hasil produktivitasnya kepada orang lain.



Atau intinya setiap hari burung-burung selalu keluar dari sarangnya mencari makanan yang telah Tuhan sediakan ditempat tertentu, maka demikianpun manusia harus bekerja



Banyak orang terbuai karena penjelasan para hamba Tuhan yang subjektif sehingga membuat para jemaat atau siapa saja yang mendengar firman Tuhan ini, hanya bersifat menunggu karena beranggapan bahwa Tuhan memberikan mereka maka, walaupun mereka tidak menabur namun bisa menuai, ini adalah salah.



Namun Tuhan dengan tegas mengatakan bahwa carilah karuniamu setinggi mungkin maka Dia akan memberikan jalan untuk memperolehnya(1Kor.12:31). Jadi orang harus berusaha bukan hanya menunggu.



Penutup

Sadarlah bahwa setiap hari burung keluar dari sarangnya untuk mencari makanan agar anak-anaknya yang masih lemah dan belum bisa terbang dapat makan. Makanan ini ada diberbagai tempat. Maka demikian juga manusia harus keluar dari rumah untuk mencari pekerjaan bagi keluarganya bahkan bisa sharing untuk orang lain.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

1Kor.12:31

Mat.6:26

Minggu, 20 Oktober 2019

Jangan tertawan oleh hukum dosa(Rm.7:23)


Latar belakang



Setiap orang harus melawan untuk tidak menjadi tawanan hukum dosa(Rm.7:23) sehingga  tidak mengalami penghidupan yang menyakitkan dan menyesatkan.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Apa itu hukum dosa



Sesuai dengan penjelasan di alkitab(Rm.7:23), yaitu; adanya suatu hukum lain yang berjuang melawan akalbudimu dan akibatnya adalah anda menjadi tawanan hukum dosa, dan hukum ini ada di dalam anggota-anggota tubuhmu.



Kenyataannya kebebasan dan keinginan dan lainnya telah ada, dan ini terbukti pada Adam & Hawa yang telah salah gunakan keinginan dan kebebasan yang Tuhan berikan kepada mereka. Sehingga dampaknya mereka di halau dari taman Firdaus, lalu bekerja keras untuk mempertahankan terhadap berbagai kesulitan dalam proses kehidupannya, karena telah tertawan oleh hukum dosa.



Hukum dosa tsb diketahui setelah adanya hukum Taurat(Kel.20:1-17), dan karena hukum Taurat sehingga anda mengetahui apa itu keinginan, berzinah, mencuri, dll(Roma.7:7), yang adalah dosa.



Setiap orang sangat sulit bahkan tidak dapat untuk menghilangkan hukum dosa, karena itu berada di dalam daging dari anggota-anggota tubuhnya(Rm.7:23). Karena sewaktu pikirannya menghadapi suatu masalah, berupa; bujukan, ancaman, godaan, dll, maka hukum dosa tsb memperoleh kesempatan untuk memicu seseorang untuk berbuat serong yang adalah bagian dari dosa. Dan terjadinya dosa adalah sewaktu anda berinteraksi karena telah menerima pemicuan tsb. contoh Adam dan Hawa menerima godaan iblis agar mereka bisa jadi seperti Tuhan, namun dampaknya mereka tertawan hukum dosa sehingga menderita terus menerus.



2--Bagaimana supaya tidak tertawan.

Secara ringkas, anda telah membaca dari mana asal hukum dosa. namun yang penting adalah bagaimana menghindar bahkan terhindar dari perangkap berupa tertawan oleh hukum dosa.



Kembali kita ke peristiwa Adam & Hawa sewaktu mereka tergoda. Dalam percakapan antara  ular dengan perempuan, maka ular berusaha mengganggu proses berpikir Hawa dengan menggodanya bahwa mereka akan menjadi seperti Tuhan, karena Tuhan itu pencipta, memiliki segalanya, dan Dia hebat. Proses berpkir mereka terganggu oleh objek yang sangat menarik, yaitu jadi seperti Tuhan.



Namun Adam & Hawa tergoda karena tidak taat pada Tuhan sehingga terjadi  pengusiran terhadap mereka. Jadi substansinya adalah ketaatan, karena mereka tidak taat maka jelas terjadi penghalauan(Kej.3:24).





Memang benar bahwa sewaktu dalam proses berpikir, maka segala pertimbangan akan timbul dan yang sangat dominan, adalah secara objektif untuk mencapai tujuannya. Namun hukum dosa tetap berperan, yang dia menginginkan supaya anda berpikir subjektif sehingga bisa terjadi kesalahan sekarang  atau untuk dikemudian hari. Karenanya tetap  objektif semampumu dan selalu berpikir dalam kebenaran dan bersandar pada Tuhan(Ams.3:5-9).



Penutup

Dalam setiap orang terdapat hukum dosa yang berada dalam anggota tubuhmu. namun anda harus tetap bersandar pada Tuhan, bahkan mohon Roh Kudus untuk membimbingmu, agar tidak tertawan dalam hukum dosa.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

Minggu, 13 Oktober 2019

Melawan diri sendiri


Latar belakang



Salah satu tantangan terberat dari manusia adalah bila harus melawan diri sendiri, berupa keinginan  yang timbul dari dirimu, dan kebenaran yang tutupi.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Keinginan.

Setiap orang mempunyai kebebasan yang dapat dia pergunakan untuk mewujudkan suatu pekerjaannya, selain itu juga mempunyai keinginan untuk memuaskan dirinya. Keinginan ini sangat berguna bila digunakan secara positif untuk diri sendiri dan juga untuk kepentingan orang banyak. Namun dapat juga berdampak buruk, sebagai contoh: iblis menggoda Adam dan Hawa. Godaan itu adalah berupa suatu jabatan yang bergensi yang sangat tinggi nilainya dan yang dapat berbuat apa saja, yaitu akan menjadi seperti Tuhan(Kej.3:5).

Keinginan Adam dan Hawa tergerak sehingga menyambut godaan tersebut, lalu sesuai kebebasannnya maka mereka memilih godaan itu lalu memakan buah yang telah dilarang oleh Tuhan. Disinilah mereka berbuat dosa karena memakan buah terlarang, dan dampak buruk adalah mereka diusir dari taman Firdaus dan tidak lagi mendapat kehidupan yang indah. Karenanya Adam harus bekerja keras(Kej.3:17-19) untuk melanjutkan kehidupan mereka, dan Hawa mengalami berbagai kesakitan sewaktu melahirkan(Kej.2:16) dan mungkin juga lain sebagainya.



2--Diri sendiri yang menentukan.

Tuhan memberi kebebasan dan keinginan kepada setiap orang, dan itu dapat digunakan sesuai dalam perjalanan hidupnya, yang ditentukan oleh dirimu sendiri. Namun karena pilihanmu itu maka anda bisa meraih keberhasilan tapi bisa juga terlengah lalu runtuh.



Karenanya gunakanlah pikiran atau akal budi yang terdapat dalam pikiranmu sebaik mungkin untuk menimbang-nimbang berbagai informasi yang masuk melalui Pancainderamu. Disinilah, sambil akal budimu mengolah informasi, maka keinginanmu mulai juga berproses dan proses ini kadang-kadang sejalan dengan akal budimu namun dapat juga bertentangan. Bahkan pertentangan ini bisa berdampak berdampak sangat berat yang merugiian diri sendiri maupun masyarakat lain.



Pertentangan dalam diri anda.

Sesuai penjelasan di atas maka dalam tubuhmu ada dua dorongan yang kadang-kadang bisa sejalan maupun yang bisa bertentangan(Rm7:17-23).



3--Melawan diri sendiri

Setiap orang dari segala tingkatan umur, pasti telah mengalami pertentangan dalam dirinya sendiri tanpa di sadarinya. Contoh:

a—Ada seorang anak kecil,  yng seharusnya dia membuat tugas sekolahnya di rumahnya, namun karena godaan bermain game di computer maka ditundanya yang akhirnya bisa terlupakan. Jadi disini anda harus memilih, prioritskan tugas sekolah atau main game di computer. 



b--Seorang kakek mengalami masalah dengan adik-adiknya, mengenai warisan. Sekitar 30 tahun lalu, kakek tsb telah menjual sebidang tanah beserta rumah diatasnya kepunyaan ayahnya, hasil penjualan di ambil sendiri oleh kakek tsb tanpa memberi bagian kepada 6 adik-adiknya.

Sekarang ini masih ada lagi sebidang tanah di kampung kepunyaan ayah dari kakek tsb, jadi ini adalah tanah warisan, untuk mereka ber 7. Kakek dan 6 adiknya sepakat untuk menjualnya. Namun 6 adiknya tidak mau tanah yang masih girik di atas namakan kakek tsb. sewaktu proses pengurusan. Maka kakek tetap bertahan harus atas namanya tapi adik-adik berkeras bukan atas namanya. Setelah terjadi komunikasi yang tidak mengenakkan, maka akhirnya kakek tsb mengatakan kepada anak-anaknya. bahwa dia rela menyetujui desakan dari para adiknya.

Dan setelah kakek, anak serta mantunya berembuk, maka kakek mengatakan bahwa dia setuju dengan desakan para 6 adiknya.  Sehingga masalah “atas nama” tersebut teratasi.



Penjelasan kakek bahwa dia setuju sehingga menerima desakan para adiknya, sangat dihormati oleh para anaknya dan mantunya. Namun kakek tsb tidak menjelaskan yang sebenarnya, yaitu:

aa--Apa sebab dia menjual rumah ayahnya, tanpa berunding dengan 6 adiknya.

bb--Penjualn terjadi tanpa sepengetahuan 6 adiknya.

cc--Hasil penjualan diambil semuanya. Tidak dibagikan kepada 6 adiknya.

dd--Kakak tsb tidak melayani dalam jangka waktu lama secara wajar terhadap ayah ibunya yang sudah tidak mempunyai tempat tinggal, karena telah dijual.



 Hambatan dari kakak ini adalah, bahwa dia tidak menjelaskan yang sebenarnya kepada anak-anak dan mantunya, dia hanya berkata “setuju dan menerima alasan karena desakan dari 6 adiknya” sehingga rela dan setuju.



Karena kalau kakek tsb tidak menjelaskan semuanya ini aa--dd, kepada nanak-anak dan mantu, maka mereka bisa berpendapat bahwa kakek sangat baik dan 6 adik itu serakah. Sehingga bisa timbul suatu persepsi dalam pikiran mereka yang mungkin bisa memicu suatu keadaan atau masalah yang tidak menyenangkan dikemudian hari antara anak-anak dari kakek tersebut versus 6 adiknya bahkan anak-anak dari adik-adik itu.



Disini terlihat bahwa untuk menyatakan kebenaran sangat sulit, karena harus melawan diri sendiri. sebabnya karena keinginannya mengatakan bahwa jangan mau mengalah sehingga tidak perlu menceritakan yang sebenarnya.



Penutup

Setiap orang mempunyai kebebasan dan keinginan, yang kadang-kadang dapat bertindak lebih dominan dari akal bud, sehingga bisa berdampak buruk terhadap dirinya dan lingkungannya. Dan inilah yang terkadang sangat sulit karena melawan dirimu sendiri. karenanya selalu bersandar kepada Yesus Kristus.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

Rabu, 02 Oktober 2019

Hal kekuatiran


Latar belakang


Setiap manusia pada suatu waktu pasti akan mengalami kekuatiran, dan itu merupakan bagian dari kehidupan manusia, namun sebetulnya, kekuatiran yang ada padamu dapat dikendalikan.




Materi yang di bahas, sesuai topik


 


K u a t i r.


 


1--Kekuatiran


Kekuatiran atau perasaan kuatir merupakan bagian dari kehidupan setiap orang. Sama halnya seperti kemarahan dan kesenangan adalah bagian dari hidupmu maka demikianpun kekuatiran. Dan bagaimana anda mengendaikan emosimu maka demikian juga anda dapat mengendalikan kekuatiranmu selama masih berada di bumi ini. Secara sederhana maka kekuatiran terdiri atas, a.l.:


a--Adanya rasa takut tentang sesuatu hal yang belum pasti terjadi,


b--Merasa cemas akan sesuatu hal,


c--Bisa hilang kepercayaan diri karena merasa akan menghadapi suatu beban yang berat dan tidak tahu harus minta pertolongan kepada siapa.


d--Dia selalu berada denganmu yaitu dalam pikiranmu yang merupakan bagian dalam proses kehidupanmu.


 


2--Gejala kekuatiran dapat dikenal dari seseorang, antara lainnya:


a--Kurang dan tidak fokus


b--Ceroboh agak pelupa


c--Tidak sabar dan cepat marah


d--Tidak tenang seolah-oleh menunggu sesuatu yang berkepanjangan


e--Menciptakan masalah sendiri dalam pikiranmu swendiri sehingga bimbang.


f—Mendua hati sehingga sulit memilih mana yang lebih prioritas.




3--Dampak kekuatiran:


a--Cepat tersinggung lalu marah,


            b--Kualitas pekerjaan menurun


            c--Rasa percaya diri menurun


            d--Mencari perlindungan kepada yang kekuatan duniawi


f--Makin tepuruk kehidupanmu.


g--Iman ter-erosi sehingga dasar pegangan hidup menjadi kabur lalu mencari ilah-ilah.




4--Apa sebab kekuatiran dapat menjadi dominan dalam pikiranmu:


Setiap orang mempunyai rasionalitas dan logika yang berbeda-beda karena adanya proses pertumbuhan dalam pikirannya, dan input atau masukan didapati melalui panca indranya, bila input atau masukan untuk rasionalitas dan logika buruk dan kacau, maka proses pertumbuhan juga mengalami hambatan. Karena berproses yang benar adalah berdasarkan kebenaran yang telah ada dalam akalbudi atau bagian dari pikiran(Ibr.8:10). Sehingga bila pembentukan dan berproses agak berlawanan atau tidak cocok dgn akalbudi maka pertumbuhan dan berproses akan mengalami kelambatan atau tetap berkembang namun mempunyai dasar yang alurnya lain, misalnya terbentuknya keras hati yang berlebihan, ego, cepat membenci, rapuh sewaktu menghadapi masalah, mendua sewaktu membuat putusan, kasih sayang yang rendah, selalu kuatir, dll. 

Dan pertumbuhan dan proses yang rapuh ini akan mengalami suatu antagonis antara rasionalitas bersama logika terhadap akabudinya, sehingga terjadi pertentangan batin(Rm.7:23).

Namun semua input yang diperoleh adalah berasal dari:

a---Pengaruh pendidikan dalam rumah tangga yang kurang terarah karena kurang atau tidak berdasarkan kebenaran, sehingga anak tersebut hanya mencari tempat yang aman baginya walaupun amannya itu hanya bersifat sementara dan yang kemungkinan dapat berakibatkan buruk dikemudian hari baginya.

b---Kekuatiran bisa timbul dari perbuatan diri sendiri, atau pengaruh lingkungan atau output lingkungan.  

c---Godaan iblis inilah yang paling ekstrim, dia bisa menggoda pikiranmu sehingga anda dapat meninggalkan perintah Tuhan. dan bukan hanya itu saja tapi juga dapat melawan perintah Tuhan. kalimat inilah yang dilakukan atau dituruti oleh Adam dam Hawa.



5--Kekuatiran dapat di kendalikan


Namun kekuatiran itu dapat di jinakkan agar dia tidak liar, misalnya:


kendalikanlah dia agar tidak mengganggumu selama kelangsungan hidupmu, yaitu antara lain:


a--Tenangkan pikiran, kendalikan emosi, dan bertindak sistematis, terencana, dan disesuaikan dengan kemampuan kantongmu, atau gabungan dari semuanya itu.


b--Namun untuk menjinakkan kekuatiranmu maka anda harus mempunyai tujuanmu yang jelas yaitu rencana apa yang akan dicapai dan bagaimana pelaksanaannya.


c--Semua pengendalian kekuatiran yang dijeaskan diatas adalah hanya sebagian yang dapat anda lakukan, untuk lengkapnya anda harus datang kepada Yesus yang menawarkan, bahwa; siapa yang berbeban berat datanglah padaKU(Mat.11:28).


 


Penutup.


Perasaan kuatir terdapat dalam pikiran setiap orang, yang dapat meruntuhkan imanmu dan perlakuanmu yang positif selama kehidupanmu, namun kekuatiran dapat di kendalikan seperti contoh diatas, dan yang utama adalah bersandar kepada Yesus.   




Penulis.Eddywarbung


Referensi


 


Ibr.8:10


“Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menarah hukumKu dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu”

Rm.7:23

Tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku; melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.



Mat.11:28

Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu


 




Ayat tambahan

Mat.10:19      


Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikruniakan kepadamu pada saat itu juga


 


Luk.10:41                  


Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara.


 


Fil.4:6


Janganlah hendaknhya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan ucapan syukur.