Minggu, 14 Juni 2020

Apa akar permasalahan anda berbuat dosa


Latar belakang



Pernahkah anda berpikir “apa akar permasalahanmu” sehingga melakukan sesuatu yang melanggar perintah Tuhan, lalu berakibatkan dosa bagimu. Karena semuanya itu akan menimbulkan kerugian bagi dirimu sebab Tuhan menjauhkanmu(Kej.3:24).



Materi yang di sharing, sesuai topic



Akar permasalahannya anda berbuat dosa.

Dapatkah seseorang mengetahui “akar permasalahannya”, atau berawal dari apa sehingga anda berbuat dosa? Apakah perbuatanmu hingga berdosa itu di lakukan oleh:

v  Pengaruh dari luar tubuhmu

v  Kehendak bebasmu

v  Apa yang anda tabur itulah yang akan anda tuai(Gal.6:7).

v  Ada hukum lain yang terdapat dalam tubuhmu yang melawan akal budimu(Rm.7:23), dan-lain-lain



Namun setiap orang, apa pun tingkat sosialnya, tapi bila melanggar peraturan Tuhan adalah dosa yang harus dia pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, kemudian hari.



1--Dosa pertama terjadi

Bila diperhatikan, maka terjadinya dosa yang pertama adalah sewaktu manusia berada di bumi, yang memulai proses kehidupannya, misalnya Adam dan Hawa. Dalam masa kehidupannya mereka berinteraksi, yaitu berbicara langsung dengan Tuhan. Tuhan tempatkan mereka di taman Firdaus dan juga tersedianya makanan. Namun Tuhan juga memberi perintah yaitu melarang mereka, tidak boleh memakan buah dari pohon yang bertumbuh di tengah taman.

Tapi iblis berbicara melalui ular menggoda mereka, yang mengakibatkan terjadinya  panggaran perintah Tuhan, sehingga mereka berdosa. Hal itu berkelanjutan lalu Tuhan menghalau mereka dari Taman Firdaus(Kej.3:24).



Perintah Tuhan kepada Adam, sebagai berikut:

“Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya secara bebas(Kej.2:16), tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memekannya, pastilah engkau mati(Kej.2:17)



1--Otakmu yang memilih dan menentukan prioritasmu

Iblis memakai ular, dan berkata kepada perempuan atau Hawa, sebagai berikut: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu”Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buat itu, nanti kamu mati(Kej.3:1-3).

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat(Kej.3:3-5).

Perempaun itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereke telanjang lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.



Bila diperhatikan, maka iblis mengganti istilah:

“...b o l e h   kau makan buahnya… kepada Adam. Yang disampaikan oleh Tuhan” (Kej.2:17)    menjadi:    

“…j a n g a n  memakan buahnya” kepada Hawa (Kej.3:1-3). Bagian dari kalimat ini adalah iblis yang menyampaikan kepada Hawa   



Sudah pasti, Adam telah menyampaikan kepada istrinya Hawa, yaitu mengenai larangan tersebut. Namun iblis menggoda Hawa karena dia mendengar pesan tersebut dari Adam bukan dari Tuhan secara langsung. Atau penjelasan Adam kepada Hawa tidak terlalu tegas sehingga Hawa kurang dapat mempertanggungjawabkan pesan Tuhan tersebut.



Pesan-pesan dari Adam mengenai “jangan memakan buah tersebut” kepada Hawa dan “godaan dari iblis” yang ditujukan juga kepada Hawa, telah masuk melalui panca indranya yaitu telinga yang meneruskannya ke otaknya Hawa, lalu selanjutnya otak tersebut mengolah godaan iblis tersebut, apakah akan menuruti atau melanggar perintah Tuhan. Godaan iblis adalah sebagai pemicu yang sangat menarik sehingga mereka memilihnya.

Karena dua pesan tersebut, yaitu:  boleh   atau   jangan  ditambah dengan akan menjadi seperti Tuhan, telah dapat melewati saringan hingga mencapai ke otak, tapi informasi lainnya yang tidak dapat melewati saringan akan tertahan dan terbuang.



Jadi otaknya Hawa akan bekerja, yaitu: mengolah pesan yang masuk, dan menentukan tindakan apa yang selanjutnya akan dibuat sesuai dengan kehendak bebasnya. Ternyata pilihannya jatuh pada godaan iblis karena mereka (Adam dan Hawa) akan jadi seperti Tuhan(Kej.3:5). Pesan terakhir inilah yang paling menarik bagi mereka sehingga memilihnya.



Sehingga dapat di katakan bahwa, semua pilihan hingga melakukan perbuatanmu berawal  dari otakmu yang memperoleh informasi yang masuk melalui panca indramu, lalu berproses untuk menentukan prioritas yang terbaik menurut kehendak bebasmu. Maka demikianlah otaknya  Adam dan Hawa telah memilih yang terbaik menurut mereka, yaitu menjadi seperti Tuhan. Jadi akar permasalahan terletak dalam otakmu, karena dia yang berproses.



2---Factor yang berkontribusi terjadinya dosa.

Factor-faktor yang sangat berkontribusi sehingga anda terdorong untuk berbuat dosa, adalah sebagai berikut:

a--Segala jenis informasi yang masuk melalui panca indramu terutama telinga dan mata. Lalu bagaimana otakmu menyaring dan memprosesnya sesuai dengan kehendak bebasmu. Info yang tidak lolos dari saringan akan terbuang.

b--Pemicu berupa godaan: kenikmatan, kedudukan, sex, harta, dan lain-lain.

c--Pengaruh dari luar tubuhmu

d--Kehendak bebasmu

e--Sesuai pendapat yang mengatakan apa yang anda tabur itulah yang akan anda tuai.

f--Ada hukum lain yang terdapat dalam tubuhmu yang melawan akal budimu(Rm.7:23), antara lain perasaan yang membuat nafsu jahat, emosi tidak terkendali, hatinya panas(Kej.4:5-7) tidak terkendali dan tidak berinisiatif berbuat baik.



3—Siapa anda sendiri yang putuskan untuk mewujudkan pilihanmu (perbuatan).

Yang berkontribusi terjadinya dosa adalah penjelasan yang di uraikan pada butir 2 a-f, diatas.

Sekali lagi, bila diperhatikan butir 2 a-f, maka butir  tersebut merupakan sebagai pemicu. Jadi akar permasalahan yang menentukan, untuk melangkah berbuat dosa atau terjadinya dosa, sehingga terwujud perbuatan dosa atau tidak, adalah tergantung dari dirimu sendiri, atau lebih spesifik lagi adalah: pikiranmu.

Itulah sebabnya iblis mengajak pikiran Hawa supaya bekerja keras yang inputnya berupa:

a--memakan buah terlarang

b--tidak akan mati,

c--mengetahui yang baik dan yang jahat

d--akan menjadi seperti Tuhan



Tujuan iblis adalah:

aa--Supaya manusia melanggar perintah Allah,

bb--Mereka berdosa,

cc--Mereka akan mati.

dd--Manusia akan hidup sengsara, menderita, karena jauh dari Tuhan



Contoh:

Banyak orang mengetahui namun terjerumus karena menyaksikan di depan mata sendiri perbuatan yang dapat menikamati seketika. Misalnya  adanya kesempatan untuk berzinah atau turut tanda tangani cek yang diketahuinya adalah  penggelapan uang. Dan lain-lain.



Semua penjelasan diatas dapat anda tangkal dengan mempertebal pengertian hukum Kasih(Mat.2:37-40) dan cara pelaksanaannya ikuti apa itu kasih(1Kor.13:4-8.).



Penutup

Akar permasalahan perbuatan dosa dipengaurhi dari luar tubuhmu maupun dari hukum yang bekerja melawan akal budimu, namun bila anda tetap pada hukum Kasih dan melakukan kasih maka pikiranmu pasti dapat melewati semua godaan dan pengaruh tersebut.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

(Kej.3:24)

(Gal.6:7)

(Rm.7:23)

(Kej.2:17)

(Kej.3:1-3)

(Kej.3:3-5)

(Kej.2:17)

(Kej.3:1-3)

(Kej.3:5)

(Kej.4:5-7)

(Mat.2:37-40)

(1Kor.13:4-8)

Minggu, 07 Juni 2020

Menggalang orang untuk mengikuti Kerajaan Allah


Latar belakang



Timbul keinginanmu untuk menggalang orang supaya dapat masuk dalam kuasa(Mat.7:21)  Kerajaan Allah1, diperlukan suatu tekad yang pasti namun di dukung oleh iman



Materi yang di sharing, sesuai topic



Kalimat yang terdapat di latar belakang, dapat disederhanakan sbb:

Saya (A) menggalang (B) supaya orang dapat masuk dalam kuasa Kerajaan Allah(C) diperlukan suatu tekad yang didukung oleh iman(D).



Atau kalimat diatas yang terdapat di latar belakang, uraiannya sebagai belikut:

Subjek            : sebagai (A), Timbulnya keinginanmu

Kata kerja      : sebagai (B),  untuk menggalang

Objek              : sebagai (C), orang supaya dapat masuk dalam Kerajaan Allah (KA)

Keterangan    : sebagai (D), diperlukan suatu tekad yang pasti namun di dukung oleh iman



Jadi yang dibahas adalah “kata kerja” nya, yaitu menggalang). Namun tidak menghilangkan arti keseluruhan dari keutuhan kalimat.



Kerajaan Allah (KA) sangat luas dan dalam artinya serta penggunaannya bervariaasi, misalnya:

*      Sebab KA  bukan terdiri dari perkataan, tapi dari kuasa(1Kor.4:20)

*      Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kejhendap BapaKu yang di sorga(Mat.7:21).



1---Menggalang

Mengenai KA sangat luas artinya seperti yang dijelaskan dalam firman ini, namun dapat diurakan sedikit saja, yaitu:

v  Mengenai Kuasa-----Sebab KA  bukan terdiri dari perkataan, tapi dari kuasa(1Kor.4:20)

v  Masuk dalam KA----Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk dalam Kerajaan Sorga/Allah, melainkan dia yang melakukan kehendap BapaKu yang di sorga(Mat.7:21).



Untuk menggalang orang supaya dapat berpartisipasi membesarkan Kerajaan Allah ada banyak cara dan system, salah satunya adalah yang akan dijelaskan dibawah ini:



Kesiapan pribadi

a--Keinginan yang timbul dari dirimu sendiri

b--Secara sadar ingin terjun untuk ikut membesarkan Kerajaan Allah (KA)

c--Pelaksananya adalah anda bersama istrimu (bisa juga dengan orang lain atau kelompok)

d--Pasangan suami istri ini dalam masa hidupnya telah mempunyai tujuan, yaitu turut membesarkan KA.

e--Memang benar bahwa Tuhan yang menentukan masa hidup manusia atau dapat dikatakan hidup secara alamiah, namun yang mereka inginkan adalah mengisi waktu yang berguna, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan membesarkan KA. Untuk itu mereka berdoa agar Tuhan berkenan meluluskan permintaan mereka.

f--Kesiapanmu untuk membantu orang-orang yang perlu, di sekitar keluarga dan kawan-kawan

g--Membantu sesuai kemampuan dan kesanggupanmu

h--Semua butir a hingga g harus berdasarkan iman, karena anda beriman yang tertuju

kepada Yesus



Melakukan pekerjaanmu

a)      Menggalang orang-orang semampumu supaya mereka dapat mengerti siapa itu Yesus dan

b)     mencariNya agar dapat mengenalNya dan melakukan kehendakNya

c)      Menggalang siapa saja berdasarkan Hukum Kasih(Mat.22:37-40)

d)       Berinteraksi  dengan orang lain sesuai pengertian kasih(1Kor.13:4-8)

e)      Tunjukkan tingkah lakumu  merefleksi kasih sehingga mereka dapat menirunya.



2--Iman tertuju kepada Yesus.

Bila di cermati maka orang-orang yang tidak menganut ajaran Kristiani atau Yesus Krestus pun melakukan hal yang sama atau mungkin agak kurang karena mereka kurang menghayati kasih.



Namun anda sebagai penganut Hukum Kasih dan melaksanakan kasih yang di ajarkan oleh Yesus, supaya harus beriman, sekali lagi imanmu harus tertuju kepada Tuhan Yesus yang nyata dan hidup. Karenanya jangan lupa melakukannya.



Penutup

Persiapan pribadi adalah hal yang penting untuki dapat menggalang orang-orang untuk mengetahui Yesus sehingga kuasa Kerajaan Allah, namun penggalangan itu harus berdasarkan kasih disertai imanmu yang selalu tertuju kepada Yesus.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

1Kamus Alkitab, A Dictionary of the Bible WRF Browning, ISBN 978-979-697-393-7, cetakan ke-5 thn2010, Jakarta GedungMulya, hal 195 Col 2.

(Mat.7:21) 

(1Kor.4:20)

(Mat.22:37-40)

(1Kor.13:4-8)

Senin, 01 Juni 2020

Setiap orang adalah rekonsiliator terhadap Yesus


Latar belakang



Dirimu sendiri atau setiap orang adalah rekonsiliator antara dirinya dengan Tuhan yaitu adanya kesempatan supaya anda berusaha  mencari kesalahanmu dibandingkan dengan peraturanNya Tuhan, namun rela mengakui kesalahannya agar dapat diatasi untuk bertobat.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Apa itu rekosiliasi dengan Tuhan

Dalam gramatika bahasa Indonesia, maka rekonsiliasi adalah kata kerja. Dan suatu kalimat akan lengkap bila ada kata kerja, objek dan subjek. Jadi harus ada seseorang untuk melakukan “rekonsiliasi” terhadap sesuatu, dalam hal ini terhadap peraturanNya Tuhan.

Contoh:

Pencatatan nilai uang cash yang masuk dan keluar karena terjadi jual beli barang, ke dalam buku penerimaan dan pengeluaran di perusahaanmu. Demikian pun nilai uang mu di rekening bankmu akan bertambah atau berkurang, sesuai nilai jual dan beli barang tersebut, karena anda mempunyai rekening di bank tersebut.

Gunanya rekonsiliasi untuk menjelaskan selisih pencatatan dari transaksi keuangan yang terjadi antara pencatatan di buku perusahaanmu dalam kantormu dibandingkan dengan laporan pencatatan keuanganmu yang dibuat oleh suatu bank. Yang dibandingkan adalah setiap transaksi yang sama yang tercatat di perusahaanmu, dengan laporan bulanan dari bank (bank statement, monthly) mengenai transaksi yang sama. Bila ada selisih maka akan dicari tahu apa penyebabnya serinci mungkin berdaarkan bukti yang ada. Sehingga selisih tersebut dapat dijelaskan secara nyata.



Demikian pun dengan perbuatanmu yang dibandingkan apakah sesuai dengan ajaran Tuhan, dalam hal ini Sepuluh Perintah Allah yang merupakan bagian dari kasih(Mat.22:40). Bila tidak sesuai, maka anda harus mencari kenapa anda berbuat seperti itu karena anda telah mengetahui perintahNya dan HukumNya.



2--Rekonsiliasi antara perbatanmu dengan peraturanNya Tuhan

Sama halnya dengan contoh diatas, maka demikian juga anda dapat rekonsiliasi antara perbuatan dibandingkan ke peraturanNya Tuhan. Pertaturan Tuhan yang inti nya adalah Hukum Kasih(Mat.22:37) yaitu hubunganmu dengan Tuhan, dan hubunganmu dengan manusia lainnya(Mat.22:39). Bila perbuatanmu menyimpang maka rekonsiliasilah.

Hukum kasih itu mencakup Sepuluh Perintah Allah dan perbuatan-perbuatan para rasul yang tertulis dalam Kitab Para Rasul(Mat.22:40).

Secara ringkas, maka semua perbuatanmu diproyeksikan ke:

a--Sepuluh Perintah Allah(Kel.20:2-17)

b--Uraian dari Kasih(1Kor.13:4-8)



3--Apakah juga Non Kristern berbuat demikian?

Apakah orang-orang yang Non Kristern pun berbuat demikian? Benar mereka juga melakukan yang sama dengan anda yang beragama Kristen. Namun bedanya, kita berbuat demikian karena sambil beriman kepada Yesus, kita berusaha mengadakan rekonsiliasi dangan aturanNya dan HukumNya. Selain itu anda telah mengetaui bahwa Yesus adalah yang Hidup dan Jalan dan Kebenaran(Yoh.14:6), juga Dia menghidupkan orang yang sudah 4 hari meninggal, ajaranNya melalui firman adalah masuk akal benar dan menghidupkan orang. Jadi selain kita rekonsiliasi dengan Dia, kita mengenal Dia, Dia adalah penyelamat, Dia mengajarkan untuk memperoleh kehidupan yang kekal, dan imanmu tertuju kepadaNya. Jadi bukan kepada suatu wujud yang tidak kita kenal atau khayalan atau tidak tahu.



Penutup

Setiap orang sambil ber rekonsiliasi namun tetap imannya tertuju kepada Yesus, yang anda kenal, karena Dia adalah Firman Tuhan. Bukan kepada suatu wujud yang yang tidak diketahui tidak ada dasar yang benar.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Mat.22:40

Mat.22:37

Mat.22:39

Kel.20:2-17

1Kor.13:4-8

Yoh.14:6

Minggu, 24 Mei 2020

Sejauh mana anda menerapkan imanmu dalam kehidupanmu


Latar belakang



Cukup banyak orang telah mengimani Yesus dan telah mengetahui hukumNya serta ajaranNya dan mungkin sudah melaksanakannya, namun seberapa jauh dan bagaimana caranya menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga dapat terdampak yang dirasakan oleh  orang lain.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Apa itu iman

Mengenai iman. Dalam Alkitab terdapat surat kepada orang Ibrani, dengan kode Ibr, adalah sebagai berikut: dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat(Ibr.11:1). Pengertian ini harus kita dalami dan berusaha mencari supaya dapat mengerti. Sehingga dalam pengertian sehari-hari, iman dapat di uraikan sebagai berikut:



a--Suatu pengajaran yang anda temui lalu menyukainya dan berusaha mendalaminya sehingga dapat menjadi dasar kehidupanmu.

b--Mendalami sesuatu ajaran (butir a) akan menjadi sempurna bila diaplikasikan atau dikerjakan, apalagi kalau niat serta tingkah lakumu mendukung pekerjaan tersebut.

c--Untuk proses kehidupan yang lebih baik, maka pasti anda akan mencari pengajaran yang  telah terbukti kebenarannya, maka berusahalah mencari kebenaran yang hakiki tersebut, misalnya:

ca--Kebenaran dari Yesus adalah Dia yang membangkitkan orang yang sudah 4 hari meninggal(Yoh.11:14, 4-44).

cb--Yesus berkata, Akulah  jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku(Yoh14:6). Pernyataan ini hanya Yesus satu-satunya yang  berani mengucapkan demikian, hingga kini tidak ada orang lain atau nabi/rasul/pemimpin yang berani mengatakan demikian.



2--Melaksanakan iman.

Hukum Tuhan yang terdapat dalam akal budimu dan hatimu, merupakan dasar. Demikian pun segala informasi, termasuk firman Tuhan, akan masuk melalui panca indramu(Ibr.11:1) lalu akan bertabur pada dasar tersebut. Ada informasi yang tertolak sebelum ke dasar tapi ada juga yang dapat  tertabur pada dasar tersebut(Luk.8:4-8). Informasi yang tertinggal itu akan tersaring dan bertumbuh sehingga menjadi suatu kepercayaan yang anda yakini, maka demikian kepercayaan itu yang bertumbuh akan merupakan iman yang sesuai dengan apa yang anda ingini. Namun pertumbuhan iman tersebut hanya ada dalam tubuhmu atau dalam hatimu dan pikiranmu.

Pertumbuhnya ini supaya diwujudkan dalam bentuk perbuatan. Jadi imanmu akan menjadi lebih baik atau bertumbuh makin murni seiring dengan adanya perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan yang anda imani. Karenanya iman tanpa perbuatan adalah nihil(Yak.2:22).



Kemajuan atau kemurnian imanmu akan terlihat pada tingkah lakumu yang dapat disaksikan oleh orang di sekitarmu, mereka akan merasakan perubahan tsb karena perbuatanmu. oleh karenanya iman itu ter-realisasi dan terwujud melalui perbuatanmu(Yak.2:22). Perbuatanmu itu akan disaksikan dan dirasakan oleh orang-orang sekitarmu, bahkan bisa berdampak lebih luas lagi tergantung bagaimana perbuatanmu itu.

Sehingga bila imanmu tersebut tidak diikuti oleh atau tidak ada perbuatannya, maka imanmu tersebut tidak akan berkembang menuju yang lebih baik dari sebelumnya.



Sebetulnya anda pernah mendengar diantara anak-anak yang bermain,  mengucapkan kalimat, “…jangan teori saja, mana buktinya…”  hal ini sama dengan iman tanpa perbuatan adalah nihil.   



3--Seberapa jauh perbuatanmu akan berdampak

Untuk mengetahui sejauh mana perbuatanmu yang didasarkan pada imanmu, akan berdampak, maka itu tergantung pada kualitas dari isi yang terkandung dalam keyakinanmu atau imanmu. Misalnya:

a--Peningkatan iman dan kemurnian mengutamakan mencari keselamatan jiwa(1Ptr.1:9), maka secara otomatis Anda akan melakukan hukum kasih dalam kehidupanmu sehari-hari, dan hamba Tuhan akan berusaha memberitakan kabar baik ke seluruh pelosok dunia, dan Yesus akan menyertaimu atau mereka hingga akhir zaman(Mat.28:20).

b--Imanmu mengarah dan mengutamakan peningkatan kualitas untuk tujuan duniawi. Sehingga ini sangat cocok bagi kelompok tertentu, apalagi ada kesempatan yang menguntungkan secara keuangan. maka banyak manusia akan memilihnya bahkan Negara pun akan melakukannya.

Contoh:

ba--Persepsi manusia dalam kehidupannya, yang biasanya mengutamakan: mutu; keamanan; kesenangan; kesehatan; gaya hidup; kebutuhan rohani. dll. Bahkan banyak Negara pun mengutamakan yang demikian 

bb--Pengaruh terhadap alam.

bc--Keinginan dari seseorang atau Negara untuk dapat memanfaatkannya. Misalnya: ajaran mengenai kapitalisme; komunisme; ISIS; dan lain-lain



4--Bagaimana perbuatanmu sehingga terjadi keselamatan jiwamu



Maka lakukan ajaran Yesus. Ajaran yang terutama(Mat.22:38) dari Yesus adalah imanlah hukum yang paling utama, yaitu:

a--Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akalbudimu(Mat.22:37).

b--Kasihilah sesama manusia seperti mengasihi dirimu sendiri(Mat.22:39)



Seiring dengan peningkatan imanmu, maka wujudkan kasih(1Kor.13:4-8) itu berupa perbuatan-perbuatanmu berdasarkan kasih setiap hari, untuk kemajuan pribadimu dan kepentingan orang lainnya.



Penutup

Seiring dengan pertumbuhan imanmu maka wujudkanlah itu dalam bentuk perbuatan berdasarkan kasih demi kepentinganmu yaitu keselamatanmu jiwanya.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Ibr.11:1

Yoh.11:14, 4-44

Yoh.14:6

Luk.8:4-8

Yahk.2:22

1Ptr1.9

Mat.28:20

Mat.22:37

Mat.22:39

Mat.22:38

1Kor13:4-8

Sabtu, 16 Mei 2020

Sejauh mana firman Tuhan Berdampak padamu


Latar belakang



Banyak penganut agama Kristen berbicara  mengenai  firman Tuhan, namun berusahalah supaya anda dapat mengertinya dan berdampak dalam kehidupanmu.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Dasar yang sama.

Setiap orang mempunyai ayah ibu yang melahirkannya di tempat yang berbeda-beda maupun kondisinya, namun yang pasti adalah bahwa mereka semua itu telah mempunyai dasar untuk menerima ajaran-ajaran tertentu yang cocok dengan mereka, lalu bertumbuh disitu.

Dasar-dasar itu adalah akal budi dan hati(Yer.31:33), karena sewaktu masih janin dan meningkat menjadi  bayi, maka Tuhan menuliskan hukumNya di akalbudinya dan menaruhnya dalam hatinya(Ibr.8:10), tujuannya adalah supaya Tuhan menjadi Allah setiap orang dan sebaliknya setiap orang itu menjadi umatNya(Ibr.8:10).



Dan tulisan yang tertulis itu adalah yang pertama dalam kehidupan setiap orang. Semuanya ajaran itu akan mulai menjadi nyata sewaktu anda menata hidupnya, antara lain dalam keluarga, yang mana ayah ibumu mulai mengajarkan aturan-aturan yang mendasar mengenai kehidupan secara langsung atau tidak langsung. Karena dasar-dasar kehidupan dari ajaran orangtuamu adalah bagian untuk memperjelas hukumNya, dan hukum itu adalah Kasih(Mat.22:37-40), yang telah  diberikianNya atau tertulis terlebih dahulu pada setiap orang.



Sesuai dengan pertumbuhan fisikmu, maka dasar-dasarmu yang telah ditaburi hukumNya mulai siap sedia menerima pengaruh dari luar berupa berbagai jenis ajaran, termasuk juga firman Tuhan. Sebagian dari ajaran-ajaran tersebut mulai mengendap dan mempengaruhi sesuai keinginanmu dan kebebasanmu, lalu mulai bertumbuh dan berdampak, mungkin juga akan menghasilkan buah atau apa yang anda senang.



2--Sejauh mana anda menyerap firman

Awalnya anda mulai mengetahui adanya firman Tuhan, karena anda sedang berusaha mencari kebenaran diantara berbagai ajaran dan teori untuk kehidupanmu. Sehingga menemukan dan mulai tertarik  dan ingin mengetahui apa isi firman Tuhan itu.

Namun penyerapanmu dari berbagai ilmu atau ajaran tersebut tergantung dari kehendak bebasmu, dan juga ketekunanmu untuk memilih ajaran mana yang sesuai agar dapat memenuhi proses menuju tujuanmu, misalnya menjadi hamba Tuhan atau polisi, atau banker, atau pilot, dll. Yang semuanya itu adalah kebutuhan duniawi.

Jadi kebutuhan duniawi sangat berperan, malahan mendominasi proses munuju tujuanmu, sehingga nilai kebenaran yang anda cari mungkin dapat terkuras olehnya.

Contoh:  

a.      Yesus mengucapkan dalam perumpamaan(Mat.13:3-17).

aa--Seorang penabur keluar rumah untuk menabur.

ab--Waktu ia menabur, sebagian benih  itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah

       burung dan memakannya sampai habis.

ac--Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih

       itu pun segera tumbuh, walaupun tanahnya tipis.

ad--Tetapi sesudah matahri terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

ae--Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan

      menghimpitnya sampai mati.

af--Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratu kali lipat, ada

      yang enam puluh kali lipat, ada yang tida puluh kali lipat.



b.      Penjelasan dari perumpamaan tersebut(Mat.13:18-23).

ba—Kepada setiap orang yang mendengan firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak

        mengerti, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang

        itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

bb---Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar

        firman itu dan segera menerimanya dengna gembira.

bc---Tetapi ia tidak berakar dan tahan  sebentar saja. Apabila datang penindasan atau

        penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.

bd---Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu,

        lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga

        tidak berbuah.

be---Yang ditabur di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan

        mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam

        puluh kali  lipat, ada yang tiga puluh kali lipat



3--Sedalam apa firman yang anda hayati

Dalam ucapan Yesus, bahwa setiap orang dapat mendengar firman Tuhan, namun mereka itu mempunyai kesibukan dan kekuatiran yang berbeda-beda, sehingga:

aa--Ada yang mendengar firman tapi tidak bertahan lama karena,  secara mudah dapat

       dirampas oleh iblis.

aa--Bila ada penindasan atau penganiayaan maka mereka akan tinggalkan firman itu

       lalu mengikuti keinginan penindas.

cc--Anda yang kawatir karena  kehidupan di dunia makin sulit dan tipu daya kekayaan

       menghimpitmu, sehingga mereka tidak melaksanakan firman lagi, jadi tidak

       berbuah.



Pertanyaannya

Dapatkah anda terus terang, dimana tingkat penguasaan firman oleh mu, yang berdampak dalam hidupmu, sesuai butir 3 diatas? 



4—Taat, positif dan lakukan

Sedalam apa firman yang anda mengerti dan kuasai dapat berdampak dalam kehidupanmu?. Semuanya tergantung dari ketaatanmu dan pikiran yang bersifat positf. Tapi dalam kehidupan selalu ada godaan hidup yang bisa negative atau positif. Misalnya:

a--Tekanan hidup dan gaya hidupmu yang mulai menurun atau memaksa untuk hidup

     melebihi kemampuanmu pun dapat menggodamu,

b--Ditambah lagi dengan bisikan iblis, seperti yang di alami suami istri, Adam dan

     Hawa.

c--Tekanan ekonomi yang berkepanjangan sehingga dapat menimbulkan KDRT

     (kekerasan dalam rumah tangga), sehingga harus merubah gaya hidpmu,



Bila suami istri, atau siapa saja yang mengalami tekanan ekonomi. Maka yang bersangkutan secara bersama-sama harus sadar dan mencari akar permasalahannya, lalu berusaha mengatasinya namun bukan mencari kesalahan pasanganmu atau orang lain.

Bagi suami istri mereka telah bersumpah dan saling menyebut “dalam susah dan senang selalu bersama-sama”, maka suami istri harus bertahan hidup secara bersama-sama dan taat pada sumpah, dan selalu berpikir positif, untuk mencari jalan keluar(Rm5:3-5) dan melakukannya.

Karena istilah “senang dan susah, selalu menghadapinya secara bersama-sama” adalah badian dari hukum Kaish(Mat.22:39).



Jadi taat dan dasarkan pada “dalam susah dan senang” selalu secara bersama menghadapi semua hambatan.

Jadi selalu bersifat positif, bukan mencari kesalahan pasangan atau orang lain.



Penutup

Setiap orang telah mempunyai akalbudi dan hati, karena situlah Dia menaruh hukumNya, namun dalam proses kehidupanmu, anda yang menentukan apakah tingkap penguasazn firmanmu sesuai dengan firman seutuhnya yang anda terima, dan berdampak pada kehidupan duniawimu.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Ibr.8:10

Yer.31:33

Mat.22:37-40

Mat.13:3-17 atau  Mrk.4:2-20

Rm5:3-5

Mat.22:39