Minggu, 26 Juli 2020

Berbuahlah setelah mengerti hukum Taurat


Latar belakang

Tuhan menghendaki dari manusia untuk mengetahui hukum Taurat lalu menggunakannya untuk kepentingan bersama (atau berbuah) selama hidup dalam dunia ini? 


Materi yang dibahas (sesuai topik), 


1--Hukum Taurat untuk kepentingan manusia.

Tuhan Allah memberikan Hukum Taurat berupa sepuluh perintah Allah(Kel.20:1-17) yang merupakan sebagian dari hukum dasar kehidupan(Mat.22:40) untuk kepentingan kehidupan manusia sehingga bisa bermasyarakat lebih manusiawi antara sesama mereka maupun untuk individu, dan individu dengan Tuhan.

Sebetulnya, Hukum Taurat merupakan bagian dari keutuhan hukum yang pertama dan yang terutama(Mat.22:38). Keutuhan dari hukum itu adalah hukum Kasih, karena pada hukum kasih, terdapat:

a--Hukum Taurat yang merupakan ajaran dasar untuk dimengerti lalu di hayati,

b--Semua perbuatan atau kisah dari para rasul berdasarkan pada hukum Taurat(Mat.22:40), namun dikembangkannya.



Bila Anda memperhatikan butir 1a dan 1b, maka semua perbuatan dari para rasul atau pembawa berita sukacita sesudah Yesus bangkit, yang didasarkan pada ajaran hukum Taurat yang di perluas.

Atau dapat juga dikatakan bahwa hukum Taurat itu harus dimengerti dan di hayati, namun jangan hanya menghafal seperti yang tertulis di ayat tsb(Rm.7:6 bagian terakhir) tapi harus ada perbuatannya, bila tidak demikian maka pengertian itu tidak ada artinya. Itulah yang dikatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah nihil(Yak.2:22). 


2--Mengetahui perintah Allah jangan hanya seperti yang tertulis.

Semua orang sebagai penganut ajaran Kristen mengetahui sehingga mengerti apa itu sepuluh perintah Allah seperti yang tertulis lalu menghafalnya(Rm.7:6), tapi belum tentu terefleksi dalam interaksi sehari-harinya. Misalnya apakah perintah itu tercermin dalam tingkah lakumu, perbuatanmu dan perkataanmu setiap saat, sewaktu berinteraksi dengan siapa saja?

Proaktif mencari apa penyebabnya kesalahan.

Seseorang melakukan suatu perbuatan yang melanggar hukum Taurat, perbuatan itu supaya di analisa secara seksama, dan carilah bukti-bukti dalam skenario terebut dan kenapa ayat itu yang dituduhkannya. Bukan langsung di dasarkan pada butir atau ayat yang tertulis di hukum Taurat. 

Contoh:


Mengenai “jangan berzinah”(Kel.20:14).

Apakah seseorang mau berzinah?  Karena, sejumlah ahli Taurat dan Farisi serta orang-orang dari yang mudah hingga yang tua datang menghadap Yesus,  mereka membawa wanita yang tertangkap basah karena berbuat zinah(Yoh.8:1-11). Menurut hukum Taurat wanita ini akan di lempari batu hingga mati(Yoh.8:5). Setelah mereka mendesak Yesus, maka interaksi Yesus terhadap mereka (sudah tentu dalam konteks ini) adalah:

Siapa yang tidak berbuat dosa, maka dialah yang pertama melempari batu ke perempuan itu.

Istilah “tidak berbuat dosa” mungkin dapat di artikan bahwa, apakah ahli Taurat dan petinggi Farisi tidak pernah berpartisipasi berbuat dosa seperti  yang dilakukan  perempuan?. Karena perzinahan terjadi, bila secara bersama-sama ada wanita dan pria melakukannya.

Karena bagaimana mungkin perzinahan dapat terjadi kalau tidak ada pria? Perzinahan ini tidak mungkin terjadi sendirian.

Kegiatan atau proses perzinahan akan berlangsung kalau pria juga turut aktif. Jadi pria berpartisipasi sehingga bersama-sama dengan wanita melakukan perzinahan, karenanya pria harus juga dilempari batu !!

Namun yang dihadapkan kepada Yesus hanya seorang wanita, mana prianya??


3—Berbuah

Berbuah dari sudut pandang suatu ayat “jangan berfirman” adalah mengembangkan untuk mencari  kebenaran dan keadilan. Dan  “berbuah” dari satu firman, misalnya: jangan berzinah(Kel.20:14), yaitu: Harus ditinjau dari semua aspek dan saat terjadinya apa motivasinya. Jadi  jangan ditinjau secara subjektif dan memberatkan seseorang atas perbuatannya. Jadi harus ada bukti dan juga pengakuan dari para saksi.

Karenanya Istilah “jangan berzinah” yang tertera di hukum tersebut, belum tentu dapat langsung di kenakan atau dituduh 100% kesalahan kepada perempuan itu, karena telah tertangkap basah dia berbuat zinah. Tapi harus cari tahu apa alasan dia berbuat zinah dan apa buktinya dan siapa pasangan berzinah.

Pengertian dari ayat tersebut harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, jadi penilaian  yang objektif, harus jujur dan adil. Yesus tidak mengatakan perempuan itu benar, bahkan dia telah berbuat dosa. Namun kenapa pasangan pria itu yang turut berbuat zinah tidak di seret bersama wanita itu untuk dilempari batu.

Mana mungkin perzinahan akan terjadi kalau hanya perempuan seorang diri? Harus ada prianya, sehingga dapat disebut berzinah. Jadi pria itu juga harus dilempari batu. 

Karena bukti tidak lengkap  dan proses analisanya “jangan berzinah” juga tidak lengkap maka hukuman tersebut batal. 

Dan proses ini mempermalukan para ahli Taurat dan Farisi serta orang-orang lainnya.


Banyak contoh terdapat dalam Alkitab, dan yang penting untuk Anda adalah bagaimana Anda berbuah dengan suatu ayat yang Anda senangi, misalnya: “jangan mencuri”. Maka cari tahulah apa sebab dia melakukannya, dst, dst, dst seperti contoh di atas. Maka itulah Anda akan berbuah dari ayat tersebut.


Penutup

Bila Anda telah benar mengerti terhadap suatu ayat dari hukum Taurat, maka berbuahlah seperti contoh yang dijelaskan di atas. 


PenulisEddyWarbung

R e f e r e n s i

(Rm.7:4)

(Kel.20:1-17)

(Mat.22:40)

(Mat.22:38)

(Rm.7:6 bagian terakhir)

(Yak.2:22)

(Rm.7:6),

(Kel.20:14).

(Yoh.8:1-11)

(Yoh.8:5)

(Kel.20:14)

Suap membuat mata orang buta(Ul.16:19)


Latar belakang                                                                                           17Juli20



Sebijaksana apapun seseorang, namun bila dia sudah di suap, maka pendiriannya menjadi buta(Ul.16:19) lalu tidak murni lagi, sehingga apapun dapat terjadi walaupun merugikan negara dan rakyat



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Apa itu suap.

Suap dapat di jelaskan dari beberap sumber, yaitu:

Menurut pendapat hukum: Suap merupakan suatu tindakan untuk memberikan sejumlah uang atau barang atau jasa atau perjanjian khusus kepada seseorang yang mempunyai otoritas yang di percaya, dengan maksud untuk; membujuk atau merubah putusan demi keuntungan orang yang memberikan uang atau jasa sebagai kompensasi sesuatu yang dia inginkan supaya menutupi tuntutan lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: Memberi sesuatu berupa uang sogok.

Menurut pendapat umum: Memberi sesuatu kepada yang berwenang untuk menyogok dengan imbalan supaya pemberi sogokan diuntungkan.

Menurut Alkitab: Suap akan membuat buta mata orang-orang bijaksana sehingga dapat memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar(Ul.16:19).



Bila seseorang yang telah di suap, apapun jabatannya dan kekuasaan yang melekat padanya, pasti akan menuruti permintaan dari penyuap. Biasanya permintaan itu menguntungkan  penyuap walaupun melanggar undang-undang, peraturan, moral dan etika, terhadap keluarga (anak istri), teman atau sekelompok masyarakat atau rakyat atau Negara.

Karena seseorang yang telah menerima suap, akan merasa sangat malu bila ketahuan. Bahkan mereka berani mempertaruhkan nyawanya yaitu bunuh diri. Bila hal ini terjadi di Negara Jepang maka si penerima suap itu, dapat melakukan hara-kiri (bunuh diri sesuai adat Jepang).



2--Susah mengendalikan diri.

Ada beberapa pejabat Indonesia yang susah menempatkan dirinya karena tidak merasa malu telah menerimna suap, bahkan tanpa rasa rendah diri, masih membantah tidak bersalah untuk membela diri di pengadilan walaupun telah tertangkap tangan. Hal ini terjadi karena mereka membuka celah untuk menerima suap(Yes.1:23), sebagai antisipasi supaya keluarganya dapat turut untuk menikmati gaya hidup duniawi.

Pejabat seperti ini mengetahui bahwa secara hati nurani mereka berbuat salah, namun berpura-pura bahwa mata hati mereka telah buta. Karena suap itu menyelimuti pikiran yang berpikir wajar. Sehingga mereka mengabaikan kebenaran dan tidak membela hak dari orang yang memerlukannya(Mi.7:3).



3--Gaya hidup yang sangat menantang di zamannya.

Setiap orang apakah dia berstatus sosial rendah atau seorang pejabat atau seorang bijaksana,

dapat terhanyut dalam gaya hidup di zamannya, karena menghadapi dan akan memilih gaya hidup yang sesuai dengannya, sehingga selalu bersifat mencari keuntungan yang instant(1Sam.8:3) walaupun mungkin mengorbankan moral dan etika.

Tidak ada salahnya bila mereka mau mengikuti gaya hidup yang sangat bervariasi sesuai zamannya yang  dapat berdampak positif maupun negative, tapi jagalah eksistensi dirimu agar tidak terseret oleh akses negative dari beragam gaya hidup di zamanmu, untuk itu apakah pribadimu telah:

a--Siap memilih yang cocok dari berbagai tuntutan lingkunganmu

b--Kuat untuk dapat menahan keinginan dirimu(Rm.7:23)

c--Sanggup mengatasi tuntutan keuanganmu yang mendesak

d--Kuat dan tidak akan tergoyahkan karena tuntutan lingkungan

e--Dapat mengatasi godaan duniawi, dll..



Namun butir 3a-e bila di jalankan secara rasional atau sesuai dengan kemampuanmu yang terukur, maka semuanya itu bisa terlaksana. Tapi bila terjadi hal yang tidak terduga yang menghambatmu atau merugikanmu, seperti dampak dari covid19, maka anda akan sangat kecewa. Hal seperti ini yang dilakukan oleh orang yang tidak beriman.

Oleh karena itu selalu sertakan Tuhan dalam setiap rencanamu dan selalu bersandar padaNya(Ams.3:5), itulah bedanya bila anda beriman pada Tuhan.



Penutup

Jangan terima suap, karena bila anda terima maka terpaksa harus melakukan permintaannya penyuap, yang pasti melanggar aturan, moral dan etika.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

(Ul.16:19)

(Yes.1:23)

(Mi.7:3)

(1Sam.8:3)

(Rm.7:23)

(Ams.3:5)


Minggu, 12 Juli 2020

Kenapa mengasihi sulit diterapkan dalam kehidupan


Latar belakang



Saling mengasihi adalah suatu ajaran yang sangat baik untuk dilakukan dalam kehidupan namun manusia sering memilih jalan pintas untuk memenuhi gaya hidup duniawi yang terus berubah-rubah



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Ajaran yang sangat baik

Ajaran kasih adalah baik dan sempurna, karena mengatur kehidupan di bumi bagi yang mau mengikutinya dan melaksanakannya, karena ada janji Tuhan bahwa setelah kepergian dari bumi ini, maka akan ada kehidupan yang kekal untukmu. Sebab itu murnikan imanmu yang selalu tertuju hanya kepada Yesus untuk memperoleh keselamatan jiwamu(1Ptr.1:9).



2--Saling mengasihi adalah suatu ajaran

Hukum Kasih adalah hukum yang terutama dan yang pertama(Mat.22:38), yang terdiri atas:

a--Menusia mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa dan segenap akal

budi(Mat.22:37). Umumnya setiap orang dapat melaksanakan butir 2-a, secara wajar.



b--Kasihilah sesama manusia seperti mengasihi dirimu sendiri(Mat.22:39). Hukum ini merupakan hubungan antara para pelaku dalam; keluarga, pekerjaan, pergaulan, dll, yang tujuannya untuk mencapai hasil yang baik berdasarkan butir-butir kasih(1Kor.13:4-8).

Namun bila diamati, maka umumnya setiap orang dapat melaksanakan sebatas dipermukaan dari ayat ini, yang dapat dilihat atau diketahui orang. Tapi bila menghadapai suatu masalah secara mendalam antara para individu, maka hukum ini agak sulit di lakukan, karena yang bersengketa akan mengutamakan kepentingan dirinya terdahulu, karena ego yang tinggi, tidak mau mengalah. 



Sehingga bila melaksanakan hukum kasih, maka kelihatannya ada hubungan segi 3, jadi selalu  ada ikatan antara sesama manusia yang dijelaskan di butir 2-a dan 2-b,  namun hubungan itu juga  ada ikatan dengan Tuhan, sehingga terlihat seperti hubungan segi tiga, Misalnya, dalam suatu kasus selalu ada hubungan segi tiga, yaitu:

ba--Hubungan para individu dengan Tuhan         …..………………………( mx----T  ).

bb--Hubungan  sesama individu                  ………………..………..………( mx-----my ).

bc--Dampak firman Tuhan terhadap niat dan interaksi antara para individu..( my---FT )



Sebab Firman Tuhan adalah kebenaran(Yoh.17:17) untuk kehidupan setiap orang, lalu mengarahkan pikiranmu dan fisikmu kearah positif yang tertuju kepada Yesus, sebab itu  imanilah itu. Karena tujuan beriman adalah untuk memperoleh keselamatan jiwamu(1Ptr.1:9). Jadi, disinilah letak perbedaan antara orang yang beriman kepada Yesus dan yang tidak atau hanya percaya dan berdasarkan pada kemampuan dirinya sendiri, atau kepada kepinterannya, keyakinannya, kesehatannya, dan lain lagi.



3--Gaya hidup duniawi walaupun tidak mengindahkan kasih

Untuk memperoleh peningkatan pemurnian iman adalah tidak gampang, bahkan hamba Tuhan pun jatuh bangun, karena gaya hidup duniawi sangat berbeda dengan seseorang yang mempertahankan kemurnian imannya.

Sehingga banyak orang yang telah beriman namun jatuh juga setelah digoda oleh gaya hidup duniawi. Gaya hidup duniawi mencakup antara lain:

a--menyenangkan diri menurut kehendaknya.

b--turuti godaannya iblis, yaitu melanggar perintah Tuhan(Kej.3:1-5), mis: Adam dan Hawa

c--menyesatkan orang dan anak-anak

d--memuaskan kepentingan sendiri

e--mempertahankan kedudukan walaupun mengorbankan orang lain(Mat.27:1-26).

f--memilih hebih yang instant, misalnya korupsi, walaupun melanggar norma masyarakat.



Kasih sangat bertentangan dengan kehidupan gaya hidup duniawi, karena kasih itu: sabar, sopan, tidak mengutamakan diri, tidak pemarah, tidak dendam, tetap pada kebenaran, sabar(1Kor.13:4-8).



Itulah sebabnya ajaran kasih sangat sulit untuk diterapkan dalam proses kehidupan  yang bersifat duniawi, namun bila anda tetap mendasarkan kasih dalam kehidupanmu maka imanmu akan menjadi  murni sehingga keselamatan jiwamu akan tercapai(1Ptr.1:9).



Penutup

Saling mengasihi adalah ajaran yang baik untuk dilakukan dalam kehidupan setiap orang, namun manusia sering memilih jalan pintas untuk memenuhi gaya hidup duniawinya 3a-f, karena kasih mencakup norma kehidupan yang bertentangan dengan hidup duniawi a.l. kehidupan jalan pintas.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i :

(1Ptr.1:9).

(Mat.22:38)

(Mat.22:37)

(Mat.22:39)

(Mat.22:39)

(Kej.3:1-5).

(1Kor.13:4-8).

Minggu, 05 Juli 2020

Menduga tingkat kemurnian imanmu


Latar belakang

Secara rasional, maka masyarakat menduga bahwa hambah Tuhan pasti sangat beriman dan tingkat kemurniannya akan terus bertambah, apalagi kalau frekuensi pelayanan terus naik, namun bagaimana dengan tingkat kemurnian imanmu?



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Keyakinan

Secara rasional, bila anda terus menerus senang akan suatu teori sehingga keyakinanmu makin meningkat terhadap teori tersebut, maka pasti pikiranmu akan dipengaruhi oleh teori, atau ajaran, atau dogma, dll. Bila teori yang anda yakini tidak sejalan dengan akal budimu, maka dia akan menyelimjuti akal budimu. Sehingga keyakinan akan teori tersebut makin dominan dan sebaliknya fungsi akal budimu makin terselimuti(2Kor.3:14-15).



Dan bila anda terus menerus berusaha keras sehingga terwujud berbagai perbuatan-perbuatan berdasarkan teori tersebut. Maka keyakinanmu akan makin meningkat terhadap teori tersebut dan merasa bahwa teori dan yang lain-lainya itulah yang benar. Sehingga kemungkinan besar teori-teori tersebut mendominasi alam pikiranmu, lalu berkembang menjadi suatu landasan hidupmu. Contoh:

Misalnya anda meyakini ajaran komunis lalu mengadopsinya atau ajaran kapitalis. Dalam kedua ajaran ini, ada butir-butir yang bertentangan, demikian pun ada banyak ajaran lainnya yang mungkin ada pertentangan tapi dapat juga saling mengisi, namun anda mengadopsinya sesuai keinginanmu dan kehendak bebasmu.  



2--Secara iman.

Pengertian iman sangat luas(Ibr.11:1) namun ada batasannya, yaitu yakin dan percaya:

a--Pada Tuhan Yesus

b--Sepenuh hati, yang tertuju kepada Tuhan Yesus, sebab kami mengenalNya(Yoh.4:22).

c--Bahwa Tuhan Yesus telah  menaruh hukumNya di dalam akalbudi setiap orang dan menaruhnya dalam hati setiap orang(Ibr.8:10) dan melakukan kasih terhadap sesama manusia dan mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah kita semuanya.

d--Bahwa atas dasar butir 2-a, b, c, yang tidak berubah untuk selamanya, maka manusia  secara sadar mencari kesempatan melalui beberapa teori atau ajaran atau dogma yang sejalan dengan akal budi, untuk melakukan peningkatan kehidupannya sehingga memperoleh kenikmatan, kenyamanan, kemajuan, dll. Namun teori atau ajaran atau dogma tersebut masih bersifat bisa inefektif bahkan terhapus.



Perbedaan keyakinan dan beriman dalan aplikasi kehidupan.

Secara rasional, meyakini suatu teori, ajaran, dogma, dan lain-lain, karena setuju padanya. Dan akan berusaha keras atas kemampuan dan kepinteran sendiri, untuk memperoleh kemajuan, kenikmatan dalam kehidupan.

Secara iman, yaitu: ada tambahan bila dibandingkan dengan pemikiiran secara rasional, yaitu:

Selain bekerja keras berdasarkan teori, ajaran, dogma, dll. tapi janganlah bersandar pada pengertianmu dan kemampuanmu, namun pada Tuhan karena firmanNya(Ams.3:5) adalah kebenaran dan jalan dan hidup(Yoh.14:6).



3--Menduga tingkat kemurnian imanmu

Bagaimana supaya anda dapat mengetahui tingkat kemurnian imanmu. Hal ini sangat sulit dan manusia hanya dapat menduga-duga. Namun banyak orang juga berpendapat bahwa perbanyaklah perbuatan baikmu maka Tuhan akan memperhitungkannya. PENDAPAT ini salah besar. Yang Tuhan mau adalah melihat isi hatimu.

Karena banyak orang yang jahat dapat berbuat baik tapi ada orang baik tapi perbuatannya jahat. Hal ini akan berbeda bila anda berhati baik yang melakukan firman Tuhan maka akan sulit bagimu untuk berbuat jahat.

Untuk berhati baik maka anda harus:

a--Beriman yang hanya tertuju kepada Yesus, adalah yang utama

b--Hindari dari godaan

c--Taat dan setia

d--Pikiran dijauhkan dari balas demdam, iri,

e--Jangan berkayal dalam angan-angan yang tidak berdasar

f--Jangan  membuka peluang untuk ikut berbuat dosa.

g--Jauhkan perbuatan yang dibenci Tuhan(Ams.16:6)

h--Berinteraksi yang sopan



i--Namun cara beriman yang sulit dan ada untuk menguraikan namun sangat sesuai adalah seorang penyamun yang disalib disebelah(Luk.23:39-43), karena langsung masuk firdaus.





Penutup

Orang hanya dapat menduga kemurnian imannya. Namun di hatimu yang Tuhan memperhatikannya.  Karena perbuatan yang baik tapi hati tetap busuk, maka itu sama saja buruk. Karenanya kemurnian imanmu dapat meningkat bila hanya tertuju kepada Yesus.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

(2Kor.3:14-15).

(Ibr.11:1)

(Ams.3:5)

(Yoh.4:22)

(Yoh.14:6).

(Ams.16:6)

(Luk.23:39-43)

Minggu, 28 Juni 2020

Bolehkah perceraian terjadi dalam berumah tangga?


Latar belakang



Dalam berumah-tangga ada yang mengalami kehidupan yang tenang, ada juga mengalami berbagai badai, dan sering yang gabungan, namun mereka dapat bertahan. Tapi perceraian antara suami istri pun dapat terjadi, walaupun mereka telah bersumpah dalam susah dan senang harus bersama-sama.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1---Perpaduan perasaan yang menjadi satu



Tuhan Allah berfirman, baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita(Kej.2:26), lalu Allah akan menciptakan manusia; laki-laki dan perempuan(Kej.1:27), akan memberkati mereka, dan berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu….”



Maka Tuhan Allah membuat seorang wanita(Kej.2:23) untuk Adam. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging(Kej2:24), mereka keduanya telanjang yaitu Adam (atau pria) dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu(Kej.2:25). Di tahap ini maka telah ada perpaduan perasaan, dan menjadi satu, asal dari perasaan itu adalah cintah kasih yang diberikan oleh Tuhan Allah(Ibr.8:10), kepada setiap orang. Karenanya berkeluarga antara laki dan perempuan adalah kehendak Allah.



Pentingnya bekeluarga

Dalam perkawinan kristiani, maka pendeta selalu menekankan kepada pasangan bahwa senang dan susah supaya mereka selalu bersama-sama, dan ini merupakan bagian dari kasih.

Kasih sayang antara suami istri dalam berkeluarga adalah salah satu dasar dan terpenting dalam hubungan dan ikatan antara pasangan hidup, sehingga walauun ada berbagai beban hidup, mereka dapat melakukan tugas-tugasnya, yang antara lainnya:

a--Beranakcucu untuk penuhi bumi dan bertambah banyak

b--Berkuasa atas hewan di laut dan darat dan udara

c--Memelihara dan mengusahakan bumi, termasuk keindahannya misalnya taman(Kej.3:15).

d--Saling menjaga keutuhan suami istri, dalam berkeluarga, antara lain:

da--perpaduan perasaannya yang menyatu untuk kemajuan keluarga.

db--Mengerti dan sadar bahwa berkeluarga adalah sesuai firman Tuhan

dc--Saling: menghormat pasangannya, percaya, taat, setia, memiliki.

dd--Selalu berusaha memberi taladan yang baik bagi anakcucunya

de--Memberi contoh cinta kasih dan sediakan waktu untuk keluarga

df--Keluarga adalah organisasi terkecil dan merupakan embrio untuk negara

dg--Rasa saling memiliki, yang tidak dan jangan membuat noda

dh--Hindari godaan dan jangan beri peluang atas segala jenis cobaan hingga bis terjadi dosa.  

di--Saling menahan diri dan tidak menyakiti misalnya KDTR



2--Perpisahan dalam keluarga

Perpisahan dapat diartikan ada dua, yaitu karena: 

a--Salah satu pasangan meninggal namun pasanganya masih  hidup. Pengertian disini adalah bahwa suami istri telah saling terikat oleh suatu hukum untk selalu kebersamaan. Bila suami atau istri meninggal, maka yang masih hidup  akan terbebas dari hikum yang mengikat mereka. Sehingga yang hidup diperbolehkan untuk menikah lagi(Rm.7:2-3).



b--Perceraian terjadinya tindakan yang tidak wajar, yaitu KDRT(kekerasan dalam rumah tangga), yang menyakiti secara fisik dan atau psikis dari salah satu pasangan terhadap pasangan lainnya. maka inilah yang menjadi permasalahannya. Dan Tuhan menciptakan manusia sesuai aturanNya bukan untuk disakiti atau dipermainkan oleh pasangan lainnya.

Maka ini bukan anjuran, tapi gunakanlah akalbudimu, bila KDRT keterlaluan maka laporlah yang bersangkutan ke majelis gereja, dan bila tidak bisa terhenti maka laporlah kepada kepolisian supaya diproses secara hukum yang berlaku.

Contoh:

Sepasang suami istri katolik yang tingkat perekonomiannya tinggi, mengalami KDRT, karena suaminya telah mempunyai pasangan gelap. Istrinya adakan introspeksi diri dan berusaha untuk berbaikan. Namun suami tersebut menghindar dan tidak mau lagi pulang kerumahnya tapi hidup bersama pasangan gelapnya. Hal perselingkuhan ini terjadi bertahun-tahun. Suatu waktu istrinya sakit sehingga dokter harus mengoperasi supaya buang air besarnya melalui slang yang dipasang dan ujung sebelahnya keluar dari pinggang. Setelah menderita sakit yang berkepanjangan maka istrinya meninggal.  PERTENYAAN:

Bila istrinya sewaktu hidup menggugat cerai (sangat ditentang oleh adik perempaunnya) apakah dia masih dapat hidup hingga sekarang ini?  Dilain pihak, Tuhan tidak menciptakan orang untuk terus-menerus menderita, maka pakailah akalbudimu yang diberikan Tuhan, untuk bertindak..

Yesus pun mengatakan bahwa, siapa yang berpikir dan berbuat untuk sesatkan anak-anak, maka si penyesat dapat diikat pada lehernya batu kilangan lalu dibuang ke dalam laut.(Mat.18:6).



Bila keadaan seperti contoh diatas maka untuk para pengikut katolik supaya menyurati ke Paus, sesuai prosedur yang ada, untuk memohon pertimbangan. Dan pernah Paus mengizinkannya (tidak dilampirkan bukti).



Bagaimana pendapamu tentang perceraian, maka pakailah akal budimu dan berpikir secara rasional namun iman yang teguh selalu tertuju pada Tuhan Yesus. mohon bantuan Roh Kudus supaya anda dapat mengatasinya bila berada dalam masalah seperti diatas.



Penutup

Proses berkeluarga sangat penting, namun selalu hadirkan Roh Kudus dalam susah dan senang, akal budimu adalah sebagai bantuan untuk menentukan putusanmu secara rasional, namun Roh Kudus akan selalu menunjukan jalan yang terbaik dalam hidupmu.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Kej.1:26                      kej.1:28                       Mat.18:6

Kej.1:27                      kej.3:13                       Rm.7:1-3

Kej.2:24-25                Ibr.8:10         

Minggu, 21 Juni 2020

Seberapa jauh anda berpartisipasi dalam aktivitas Kerajaan Allah.


Latar belakang



Setiap orang sesuai kemauannya, pribadinya, statusnya dan kemampuannya bisa berpartisipasi untuk membesarkan Kerajaan Allah.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1---Seberapa dalam anda berpartisipasimu.

Setiap orang boleh berpartisipasi untuk membesarkan Kerajaan Allah (KA), dasar pertama nya memiliki kasih(Mat.22:37-40). Tapi bibit kasih itu yang diberikan Tuhan berada dalam hatimu dan akal budimu(Ibr.8:10) yang akan berkembang atau bertumbuh sesuai pengertianmu berupa iman, sewaktu menjalani kehidupanmu. Imanmu yang dipertajam oleh perbuatanmu(Yak.2:22) yang timbul sesuai kemampuanmu akan terus dipengaruhi oleh dasar kedua.



Dasar kedua berupa: yang terbentuk dari pengaruh luar dan pendidikanmu. Karenanya kemauan dari setiap orang berbeda-beda sesuai kehendak bebasmu, maka motivasi juga tidak sama, lalu secara sengaja atau tidak maka proses memperoleh status sosialnya juga tidak akan sama. Oleh sebab itu ada yang menjadi petani, karyawan swasta/negeri, nelayan, penyanyi, dll.

Tapi juga berusaha dan tekad mempengaruh semua pencapaian itu. Demikian pun keseriusan untuk berpartisipasi dalam suatu kegiatan memerlukan suatu panggung atau tingkatan “berusaha dan tekad”, yang tergantung dari:

a—Keinginan

Keinginan membesarkan KA adalah baik namun harus beriman yang tertuju kepada Yesus. Untuk itu anda supaya percaya pada Firman yang diajarkan oleh Dia dan yang tertulis dalam Alkitab

b—Ketekunan

Dalam hal ini konsistensi untuk mencari Tuhan Yesus dan mendalami firmanNya adalah sangat penting, karena kemurnian rohani akan bertambahyang harus diikuti oleh perwujudan  adanya perbuata yang sejalan

c—Kepribadian

Masyarakat sekitarmu akan menilaimu melalui, tingkah lakumu yang mencerminkan kebiasaanmu akan apakah anda benar-benar

d---Tujuan

e---Beriman

f---Gabungan a-e



2---Setingkat apa partisipasimu dalam kegiatan KA

Selain alasan di butir-1, maka kesiapan berpartisipasi tergantung pada apa yang anda miliki untuk memulai berpartisipasi dalam KA. Pengertian partisipasi dalam KA sangat luas dan bervariasi, namun tidak berarti bahwa anda harus melangkapi diri dahulu hingga lengkap lalu memulai berpartisipasi dalam kegiatan KA.

Tingkat social bukan masalah maupun kondisi fisikmu dan atau pengetahuanmu. Tapi mulailah dimana tingkatmu berada. Dan setiap orang yang beraktivitas dalam kerajaan Allah pasti berbeda-beda hasilnya namun yang penting kemurniannya, sebagai berikut:

a--Ada keluarga petani miskin, namun secara tidak sengaja partisipasi dalam kegiatan KA. Kegiatannya berupa: hidup berdasarkan kasih(1Kor13:4-8) antara lain jujur, taat, dll, kerja keras, memberi panutan yang benar, sopan terhadap istrinya dan anaknya.

b--Sepasang laki dan perempuan berumur pertengahan yang batu menikah, mempunyai tekad untuk beraktivitas dalam Kerajaan Allah (KA). Cara mereka adalah:

ba--Saling mengasihi dan membantu

bb--Mempertunjukkan tingkah laku dan kepribadian yang benar

bc--Berinteraksi secara sopan bersama masyarakat sekitarnya.

bd--Memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya dan orang-orang yang perlu pertolongan disekelilingnya

be--Beraktivitas dalam KA sesuai bakat dan kemampuan yang mereka dimiliki



Tidak susah bukan bila anda ingin beraktivitas dalam KA, yang penting iman dan perbuatan berdasarkan kasih, namun kasih ini tertuju kepada Yesus.

Karenanya berusahalah sebab kepada setiap orang diberi kesempatan.



Penutup

Setiap orang dapat beraktivitas dalam KA, namun tergantung kemauanmu. Tapi sebaiknya berdasarkan kasih yang ada dalam dirimu, disertai iman yang selalu disempurnakan oleh perbuatanmu.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

(Mat.22:37-40)

(Ibr.8:10)

(Yak.2:22)

(1Kor13:4-8)

Minggu, 14 Juni 2020

Apa akar permasalahan anda berbuat dosa


Latar belakang



Pernahkah anda berpikir “apa akar permasalahanmu” sehingga melakukan sesuatu yang melanggar perintah Tuhan, lalu berakibatkan dosa bagimu. Karena semuanya itu akan menimbulkan kerugian bagi dirimu sebab Tuhan menjauhkanmu(Kej.3:24).



Materi yang di sharing, sesuai topic



Akar permasalahannya anda berbuat dosa.

Dapatkah seseorang mengetahui “akar permasalahannya”, atau berawal dari apa sehingga anda berbuat dosa? Apakah perbuatanmu hingga berdosa itu di lakukan oleh:

v  Pengaruh dari luar tubuhmu

v  Kehendak bebasmu

v  Apa yang anda tabur itulah yang akan anda tuai(Gal.6:7).

v  Ada hukum lain yang terdapat dalam tubuhmu yang melawan akal budimu(Rm.7:23), dan-lain-lain



Namun setiap orang, apa pun tingkat sosialnya, tapi bila melanggar peraturan Tuhan adalah dosa yang harus dia pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, kemudian hari.



1--Dosa pertama terjadi

Bila diperhatikan, maka terjadinya dosa yang pertama adalah sewaktu manusia berada di bumi, yang memulai proses kehidupannya, misalnya Adam dan Hawa. Dalam masa kehidupannya mereka berinteraksi, yaitu berbicara langsung dengan Tuhan. Tuhan tempatkan mereka di taman Firdaus dan juga tersedianya makanan. Namun Tuhan juga memberi perintah yaitu melarang mereka, tidak boleh memakan buah dari pohon yang bertumbuh di tengah taman.

Tapi iblis berbicara melalui ular menggoda mereka, yang mengakibatkan terjadinya  panggaran perintah Tuhan, sehingga mereka berdosa. Hal itu berkelanjutan lalu Tuhan menghalau mereka dari Taman Firdaus(Kej.3:24).



Perintah Tuhan kepada Adam, sebagai berikut:

“Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya secara bebas(Kej.2:16), tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memekannya, pastilah engkau mati(Kej.2:17)”



1--Otakmu yang memilih dan menentukan prioritasmu

Iblis memakai ular, dan berkata kepada perempuan atau Hawa, sebagai berikut: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu”Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buat itu, nanti kamu mati”(Kej.3:1-3).

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat”(Kej.3:3-5).

Perempaun itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereke telanjang lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.



Bila diperhatikan, maka iblis mengganti istilah:

“...b o l e h   kau makan buahnya… kepada Adam. Yang disampaikan oleh Tuhan” (Kej.2:17)    menjadi:    

“…j a n g a n  memakan buahnya” kepada Hawa (Kej.3:1-3). Bagian dari kalimat ini adalah iblis yang menyampaikan kepada Hawa   



Sudah pasti, Adam telah menyampaikan kepada istrinya Hawa, yaitu mengenai larangan tersebut. Namun iblis menggoda Hawa karena dia mendengar pesan tersebut dari Adam bukan dari Tuhan secara langsung. Atau penjelasan Adam kepada Hawa tidak terlalu tegas sehingga Hawa kurang dapat mempertanggungjawabkan pesan Tuhan tersebut.



Pesan-pesan dari Adam mengenai “jangan memakan buah tersebut” kepada Hawa dan “godaan dari iblis” yang ditujukan juga kepada Hawa, telah masuk melalui panca indranya yaitu telinga yang meneruskannya ke otaknya Hawa, lalu selanjutnya otak tersebut mengolah godaan iblis tersebut, apakah akan menuruti atau melanggar perintah Tuhan. Godaan iblis adalah sebagai pemicu yang sangat menarik sehingga mereka memilihnya.

Karena dua pesan tersebut, yaitu:  boleh   atau   jangan  ditambah dengan akan menjadi seperti Tuhan, telah dapat melewati saringan hingga mencapai ke otak, tapi informasi lainnya yang tidak dapat melewati saringan akan tertahan dan terbuang.



Jadi otaknya Hawa akan bekerja, yaitu: mengolah pesan yang masuk, dan menentukan tindakan apa yang selanjutnya akan dibuat sesuai dengan kehendak bebasnya. Ternyata pilihannya jatuh pada godaan iblis karena mereka (Adam dan Hawa) akan jadi seperti Tuhan(Kej.3:5). Pesan terakhir inilah yang paling menarik bagi mereka sehingga memilihnya.



Sehingga dapat di katakan bahwa, semua pilihan hingga melakukan perbuatanmu berawal  dari otakmu yang memperoleh informasi yang masuk melalui panca indramu, lalu berproses untuk menentukan prioritas yang terbaik menurut kehendak bebasmu. Maka demikianlah otaknya  Adam dan Hawa telah memilih yang terbaik menurut mereka, yaitu menjadi seperti Tuhan. Jadi akar permasalahan terletak dalam otakmu, karena dia yang berproses.



2---Factor yang berkontribusi terjadinya dosa.

Factor-faktor yang sangat berkontribusi sehingga anda terdorong untuk berbuat dosa, adalah sebagai berikut:

a--Segala jenis informasi yang masuk melalui panca indramu terutama telinga dan mata. Lalu bagaimana otakmu menyaring dan memprosesnya sesuai dengan kehendak bebasmu. Info yang tidak lolos dari saringan akan terbuang.

b--Pemicu berupa godaan: kenikmatan, kedudukan, sex, harta, dan lain-lain.

c--Pengaruh dari luar tubuhmu

d--Kehendak bebasmu

e--Sesuai pendapat yang mengatakan apa yang anda tabur itulah yang akan anda tuai.

f--Ada hukum lain yang terdapat dalam tubuhmu yang melawan akal budimu(Rm.7:23), antara lain perasaan yang membuat nafsu jahat, emosi tidak terkendali, hatinya panas(Kej.4:5-7) tidak terkendali dan tidak berinisiatif berbuat baik.



3—Siapa anda sendiri yang putuskan untuk mewujudkan pilihanmu (perbuatan).

Yang berkontribusi terjadinya dosa adalah penjelasan yang di uraikan pada butir 2 a-f, diatas.

Sekali lagi, bila diperhatikan butir 2 a-f, maka butir  tersebut merupakan sebagai pemicu. Jadi akar permasalahan yang menentukan, untuk melangkah berbuat dosa atau terjadinya dosa, sehingga terwujud perbuatan dosa atau tidak, adalah tergantung dari dirimu sendiri, atau lebih spesifik lagi adalah: pikiranmu.

Itulah sebabnya iblis mengajak pikiran Hawa supaya bekerja keras yang inputnya berupa:

a--memakan buah terlarang

b--tidak akan mati,

c--mengetahui yang baik dan yang jahat

d--akan menjadi seperti Tuhan



Tujuan iblis adalah:

aa--Supaya manusia melanggar perintah Allah,

bb--Mereka berdosa,

cc--Mereka akan mati.

dd--Manusia akan hidup sengsara, menderita, karena jauh dari Tuhan



Contoh:

Banyak orang mengetahui namun terjerumus karena menyaksikan di depan mata sendiri perbuatan yang dapat menikamati seketika. Misalnya  adanya kesempatan untuk berzinah atau turut tanda tangani cek yang diketahuinya adalah  penggelapan uang. Dan lain-lain.



Semua penjelasan diatas dapat anda tangkal dengan mempertebal pengertian hukum Kasih(Mat.2:37-40) dan cara pelaksanaannya ikuti apa itu kasih(1Kor.13:4-8.).



Penutup

Akar permasalahan perbuatan dosa dipengaurhi dari luar tubuhmu maupun dari hukum yang bekerja melawan akal budimu, namun bila anda tetap pada hukum Kasih dan melakukan kasih maka pikiranmu pasti dapat melewati semua godaan dan pengaruh tersebut.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

(Kej.3:24)

(Gal.6:7)

(Rm.7:23)

(Kej.2:17)

(Kej.3:1-3)

(Kej.3:3-5)

(Kej.2:17)

(Kej.3:1-3)

(Kej.3:5)

(Kej.4:5-7)

(Mat.2:37-40)

(1Kor.13:4-8)