Minggu, 13 Desember 2020

Apa gunanya mendapat dunia tapi kehilangan nyawa

 

Latar belakang

Apa gunanya berjuang secara mati-matian untuk memperoleh  sesuatu atau mempertahankan yang Anda inginkan atau sayang, tapi akhirnya Anda akan kehilangan nyawamu sendiri(Mat.16:26)

 

Materi yang dibahas,  sesuai topik  

 

1---Mengikuti suara hatimu atau arahan Roh Kudus

 

Banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat yang telah mengikuti ajaran Kristus dan menduduki jabatan sebagai hamba Tuhan, atau pejabat pemerintahan, atau pegawai sipil, dan lain-lain, maka pasti atau sering atau pernah berdoa dan memohon kepada Tuhan supaya mengutus Roh Kudus kepada mereka, sehingga mereka dapat melakukan sesuai arahanNya untuk memperoleh keinginannya hingga terwujud.

 

Namun bila ada pertanyaan, apakah benar Anda akan mengikuti petunjuk Roh Kudus yang membimbingmu melakukan sesuatu atau Anda hanya akan mengikuti suara hatimu ?

 

Pertanyaan ini menimbulkan banyak kebingungan, terutama mengenai:

 

A---“hanya mengikuti suara hatimu”. Bagaimana penguasaan hatimu, apakah bimbang  atau sesuai egomu atau apakah persiapanmu untuk mengikuti Roh kudus sudah bulat. karena ada beberapa faktor,  misalnya:

a---Semurni apa imanmu terhadap Yesus atau sejauh apa telah Anda percayai ajaranNya dan telah mengaplikasikannya.

b---Bagaimana sikapmu karena kepada setiap orang, Tuhan telah menuliskan HukumNya (hukum Kasih Mat.22:37-40) dalam akal budimu dan menaruhnya dalam hatimu(Ibr.8:10). Apakah Anda mengetahuinya itu? dan menyadarinya? dan sudahkah Anda mengaplikasikannya?

c—Hanya sederhana saja arti dari hukum Kasih itu, namun aplikasikan dalam kehidupanmu, hukum itu adalah:

c1---kasihilah Tuhanmu dengan segenap hati, jiwa dan akal budi

c2—kasihilah manusia lainnya seperti dirimu sendiri

c3---lakukan butir c1 dan c2, bukan hanya teori dan menghafal

 

B---Seberapa mampu Anda mengendalikan hukum lain yang berada di  setiap anggota tubuhmu namun melawan hukum akal budimu(Rm.7:23).

 

C---Hatimu masih diselubungi oleh dosa(2Kor3:14-16).

Di sinilah peran egomu akan sangat dominan, sehingga Tuhan telah mengutus Roh Kudus sesuai permintaanmu, namun Anda tidak mau mendengarnya dan hanya mengikuti kata hatimu atau secara rasional yaitu menurut kemampuanmu.

 

Dan umumnya permohonan mereka atau Anda sendiri, adalah bersifat kebutuhan duniawi, atau jelasnya kebutuhanmu berdasarkan sesuatu yang Anda inginkan atau tegasnya karena egomu sehingga Anda inginkan atau mau pertahankan. Pertanyaan sekarang, dapatkah Anda pertahankan sesuatu secara mati-matian walaupun akan kehilangan nyawamu?.

Karena Yesus mengatakan sesuatu yang Anda pertahankan secara mati-matian adalah tidak berguna bila Anda  akan kehilangan nyawamu(Mat.16:26),

Kecuali siapa yang kehilangan nyawanya karena Yesus, maka dia akan memperolehnya atau nyawanya(Mat.16:25).

 

Secara rasional, maka bila Anda masih belum dapat mengatur penguasaanmu terhadap butir A, B, C, maka akan sulit untuk Anda mengikuti suara Roh Kudus. Karena penguasaan kurang sehingga akan membimbingmu, karena pasti Anda akan mengikuti kata hatimu. Namun demikian Tuhan dapat menentukan kehendakNya(Dan.4:17, Rm.9:18) untuk memberikan kepadamu apa yang Anda inginkan.

Namun siapa yang kehilangan nyawanya karena Yesus, maka dia akan memperolehnya atau nyawanya(Mat.16:25).

 

2---Berjuang dapatkan dunia tapi kehilangan nyawa.

Apa gunanya berjuang secara mati-matian untuk memperoleh  sesuatu atau mempertahankan yang Anda inginkan atau sayang, tapi akhirnya Anda akan kehilangan nyawamu sendiri(Mat.16:26). Contoh:

 

Pasangan yang berniat akan melangsungkan perkawinan dalam waktu yang dekat, tertunda karena dampak covid19 yang membuat pria tersebut kurang dapat memenuhi

kebutuhan-dasarnya (sandang, pangan, papan, dan mungkin juga kesehatan, pekerjaan, sekolah, rekreasi) untuk keluarga barunya nanti, termasuk untuk calon istrinya. Namun karena dampak covid19 sehingga calon istri ini masih tinggal di kota yang berbeda dan karena merasa sayang pada calon istrinya, sehingga pria tersebut seolah-olah  harus membiayai 2 rumah tangga. Namun hubungan mereka makin meruncing karena belum dapat bersatu sebab alasan di atas, sehingga calon istri pun belum mau ke kota di mana calon suaminya berada karena bidang pekerjaannya. Hal ini telah berlangsung 5 bulan.

Pertanyaan ;

a--Apakah mereka berdua atau secara individu mempertahankan egonya, hingga semua   kebutuhan-dasar mereka terpenuhi dahulu sesudah itu berkeluarga? atau;

b--Mereka berdua bersatu secepatnya walaupun dampak covid19 masih lama. Atau;

c--Masing-masing mengambil jalan sendiri-sendiri. yaitu;

Berusaha melepaskan kesayangannya masing-masing, karena merasa sudah tidak mungkin lagi dan tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan-dasar. Jadi apa yang telah di pupuk secara materi, rohani dan keyakinan, di lepaskan begitu saja?

 

Usaha yang telah di pupuk mati-matian di buang? Apakah ini yang disebut, sudah  berkorban mati-matian mendapat dunia tapi jiwa binasa?.

 

Jawabannya adalah berdoa dan mohon Roh Kudus pimpin untuk memberi arahan. dan jawabannya bisa:

1-Tuhan mengabulkan doamu

2-Tuhan mengarahkanmu ke tempat yang berbeda karena masalahmu tidak masuk dalam ranganganNya., Seperti Yesus katakan, “...kehendakMulah yang terjadi..” Karenanya selalu  tabahlah.

 

Penutup

Janganlah pertahankan egomu untuk mempertahankan sesuatu kesayanganmu walaupun jiwamu akan korban, tapi berdoa dan minta arahan Roh Kudus dan patuhi padaNya.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

PenulisEddyWarbung

R e f e r e n s i  WRF

Mat.16:26

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya

Mat.22:37-40

Ibr.8:10

Rm.7:23

2Kor.3:14-16

Mat.16:25

Dan.4:17

Rm9:18

Minggu, 06 Desember 2020

Cobaan tidak melampaui kekuatanmu(1Kor.10:13)

 

Latar belakang

Apakah Anda sadar bahwa cobaanmu selalu tidak melampaui kekuatanmu, karena Allah tidak membiarkannya?

 

Materi yang dibahas,  sesuai topik  

 

1--Apa itu cobaan

Mengenai cobaan, telah diuraikan berkali-kali dalam blog ini, karenanya mohon membaca di publikasi sebelumnya. tapi inti dari cobaan adalah bahwa Anda mengalami suatu penderitaan atau tantangan, dan lain-lain, berupa:

a—Keinginan  dari dalam dirimu sendiri atau emosi yang tidak dapat Anda kendalikan sehingga membuat atau terjadi sesuatu yang tidak Anda ingini, contohnya: mabuk-mabukan sehingga lalu melanggar kepentingan umum sehingga dapat dihukum.

b—Godaan yang di bisik oleh iblis, untuk menikmati kedudukan seketika atau akan menjadi seperti Tuhan(Kej.3:5). Tujuannya supaya Anda melawan Tuhan, seperti yang di alami Adam dan Hawa. contoh lainnya adalah Yesus yang mengalami cobaan di padang pasir, namun Dia dapat mengatasinya.

c—Allah ingin mengetahui tingkat kemampuan serta seberapa murni imanmu terhadapNya..

 

2--Apakah Allah membiarkan Anda menderita ?

Kepada setiap orang Allah tidak membiarkan mereka mengalami penderitaan dan tantangan yang melebihi kemampuannya. Namun dalam perjalanan hidup setiap akan menghadapi berbagai cobaan seperti yang dijelaskan di 1a-b-c. Dan pencobaan ini pasti dapat Anda lalui asalkan harus sabar dan berusaha terus untuk berpikir dan bertindak positif,  bahkan Allah menegaskan bahwa pencobaan yang setiap orang alami adalah pencobaan yang biasa yang tidak melebihi kemampuanmu, karena Dia akan memberikan jalan keluar(1Kor.10:13).  Namun yang penting juga mengasihi Allah(Yak.1:12). Karena mengasihi Allah adalah melakukan kasih terhadap Allah dan sesama manusia, seperti yang dijelaskan dalam hukum Kasih(Mat.22:37-40).

 

Tapi ada banyak orang yang menghadapi berbagai penderitaan dan berhasil mengatasinya(Rm3:2-4) sehingga dalam kepribadiannya telah timbul tahan uji, berdasarkan kemampuannya sendiri.  Orang-orang tersebut adalah non kristiani dan yang pengikut ajaran kristiani. Namun mereka ini ada orang-orang yang tidak/belum bersandar pada Tuhan atau tidak/belum mengerti bahwa Tuhan adalah penciptanya dan Yang memberi kehidupan dan akal budi dan kesehatan, penyelamat, bahkan dapat mengambil kehidupanmu. Mereka inilah yang tidak akan  mengalami sesuatu keajaiban Allah, misalnya sewaktu Anda menghadapi penganiayaan atau berbagai tuntutan, maka tidak disangka-sangka Anda dapat mengatasi semua lawanmu itu dengan perkataanmu sendiri(Mat.10:20).

 

Jadi semua cobaan berupa penderitaan dapat Anda lalui secara benar bila mengalaminya sambil mengasihi Tuhan Allah

 

3--Kapan Anda mengetahui bahwa Allah telah campur dengan urusanmu.

Siapa pun dapat mengetahui bahwa Tuhan Allah telah turut campur tangan untuk menyelesaikan masalahnya, untuk itu mereka harus peka. Namun untuk bisa peka, maka Anda harus mengasihiNya  caranya adalah melakukan hukum Kasihnya, yaitu:

a--Mengasihi Allah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu(Mat.22:37),

b--Mengasihi sesama manusia lainnya(Mat.22:39)

 

Namun kepekaan setiap orang berbeda-beda dan bagaimana masalah yang dihadapinya pun berbeda-beda, selain itu semurni apa imannya sewaktu mereka melakukan hukum kasih tersebut.

 

Anda akan mengetahui masalahmu yang sulit itu telah teratasi bila Anda tekun menghadapinya secara positif. Dan tanpa disangka-sangka setelah hari-hari lewat maka baru Anda sadar bahwa permasalahanmu telah berlalu. Contoh:

Seseorang jatuh sakit selama 3 minggu sehingga tidak punya tenaga untuk berdiri, karena muntah berkali-kali, tidak bisa telan makanan, sudah tidak sadarkan diri maka para keluarganya mengangkatnya ke rumah sakit di kampungnya (dia tidak setuju ke rumah sakit, kecuali sudah tidak sadar), namun sejak jatuh sakit hingga tidak sadarkan diri dia tetap minta sama Tuhan supaya berikan kesembuhan. Ternyata dokter memvonisnya dia sudah reaktif covid19, dan semua tempat tidur di rumah sakit sudah terisi, bahkan dilorongnya. Sehingga atas perintah dokter, dia harus isolasi mandiri di rumahnya dan ikuti protokol  kesehatan dan  disiplin sesuai perintah dokter. Tidak disangkah 4 hari kemudian dia sembuh dan sekarang masih dalam isolasi mandiri. Setelah sembuh baru dia menyadari bahwa kesembuhan ini terjadi karena campur tangan Tuhan.

 

Campur tangan Tuhan Allah biasanya terjadi pada saat-saat manusia mengalami penderitaan yang sangat dan hampir putus asa (sakit, menderita, sakit hati, kesedihan, putus harapan, depresi, kemiskinan, menghadapi kebangkrutan, tuntutan, penganiayaan), namun Anda bisa diberi kesempatan untuk sembuh bahkan melawannya sewaktu mengalami penganiayaan(Mat.10:19-20), hingga terbebas. 

 

Penutup

Tuhan Allah tidak akan membiarkanmu terus-menerus mengalami pencobaan walaupun cobaan itu tidak akan melebihi kemampuanmu untuk menahannya. namun tunjukkan padaNya  bahwa Anda mengasihi Dia, yaitu lakukan hukum Kasih.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  WRF

1Kor10:13

Kej.3:5

Yak.1:12

Mat.22:37-40

Mat.10:20

Mat.10:19-20

Minggu, 29 November 2020

Sudah melakukan ajaranNya tapi belum mengasihiNya

 

Latar belakang

Banyak orang telah melalui berbagai penderitaan kehidupan, dan juga dapat keluar sebagai yang tahan uji. Dan kepada mereka layak untuk menerima mahkota kehidupan. Namun pemberian itu hanya kepada mereka yang pengasihi Yesus(Yak.1:12).

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

1--Mengasihi Yesus masih rendah

Banyak orang yang telah mengenal ajarannya Yesus dan telah mengaplikasikan dalam kehidupannya, namun perlakuan atau perbuatannya tidak di landasi dengan mengasihi Yesus atau tegasnya tidak dilandasi oleh kasih yang diajarkan Yesus.

Orang-orang non kristiani juga berbuat hal yang sama, bahkan perbuatan mereka dilandasi oleh ajarannya.

 

Inilah perbedaan antara orang yang telah bahkan sudah melaksanakan ajaran Yesus tapi mereka melakukannya tanpa adanya hati, hanya sesuai apa yang tertulis dalam peraturan atau dalam ayat-ayat di Alkitab, misalnya dalam hal melakukan hukum Taurat.  Yang harus mereka lakukan adalah melakukan ayat-ayat di alkitab itu sesuai yang tertulis dan berdasarkan hatinya. Hal ini yang Yesus katakan adalah kasihilah Tuhanmu dengan segenap hatimu....(Mat22:37).

 

Atau inti dari hukum Taurat tidak di lakukan oleh banyak orang, karena tidak dilakukan dengan hatinya, yaitu: mereka mengabaikan  keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan(Mat.23:23). Karenanya berusaha untuk mengasihiNya(Mat.22:37)

 

2--Terselubungnya akal budi

Melaksanakan tidak dengan hati (istilah sehari-hari: melakukan sesuatu tanpa ada hati nuraninya), telah dan sedang dilakukan oleh semua tingkatan lapisan masyarakat, dari zaman dahulu hingga kini dan seterusnya. Hal ini disebabkan karena akal budi mereka telah terselubung(2Kor3:14-16)  karena tidak mau atau tidak ada keinginan dan usahanya untuk mencari apa itu kebenaran. Sehingga mereka lakukan sekehendak hatinya walaupun mengetahui firman Tuhan.

Contoh:

a--Dahulu, Pada zaman Yesus, petinggi agama Yahudi membiarkan orang-orang berjualan ternak dan tukar menukar uang di halaman bait Allah. Dan para petinggi agama akan menikmati uang sewa dari para pedagang. Perbuatan ini adalah sesuatu yang tidak sopan dan mengotori halaman ibadah.

b--Petinggi agama Yahudi menghasut masyarakat Yahudi supaya Yesus disalib, karena mereka sudah kehilangan kepercayaan masyarakat Yahudi. Sebab mereka tidak dapat berbuat seperti Yesus, a.l.: menghidupkan Lazarus yang sudah 4 hari meninggal, mengajar kebenaran dan menjawab semua pertanyaan orang Farisi dan Saduki, misanya apa hukum yang tertinggi.

c--Hingga kini masih banyak korupsi yang dilakukan, misalnya korupsi waktu, kebijakan, uang, dll, walaupun mereka mengetahui apa yang mereka perbuat akan menimbulkan kesengsaraan di masyarakat.

 

 

3--Kenyataan dalam kehidupan sehari-hari

 

Zaman sekarang, setiap orang berusaha untuk bertindak efisien dan efektif, segala kegiatan dikejar waktu dan persaingan sangat ketat, sehingga mereka akan bertindak sesuai ilmunya, ketrampilannya  dan pengalamannya. Karenanya dalam setiap pendidikan telah diajarkan untuk menggunakan waktu sesedikit mungkin tapi menghasilkan sebanyak mungkin, sehingga anak didiknya hanya memikirkan hasil dan bila mungkin yang berkualitas. Akibatnya mereka lupa bahwa akal budi dan timbulnya semangat adalah pemberian Tuhan. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan banyak orang sering melukapan:

a--Untuk mengasihi Yesus sesudah mereka melalui penderitaan sehingga jadi tahan uji dan/atau telah meraih sukses.

b--Mengalami berbagai cobaan

 

Namun Yesus secara tegas mengatakan, pemberian itu hanya kepada mereka yang pengasihi Yesus(Yak.1:12). Karenanya selalu berusaha bersandar kepadaNya dan mengasihiNya sebelum dan sesudah perbuatanmu.

 

Penutup

Banyak orang telah mengetahui bahkan melakukan ajaran kasih namun mereka belum menjiwai ajaran tersebut (seperti contoh diatas). Karenanya bersandar padaNya dan berusaha untuk selalu mengasihiNya sebelum dan sesudah perbuatanmu.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  WRF

(Yak.1:12).

(Mat22:37)

(Mat.23:23)

(2Kor3:14-16)

Sabtu, 21 November 2020

Persiapan Anda sebagai garam di lingkunganmu

 

Latar belakang

Tuhan Yesus mengarahkan setiap orang untuk menjadi garam dan terang di mana mereka berada, namun apakah Anda bersedia memenuhi persyaratannya

 

                                                                                                           

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

1--Garam, apa pengertiannya sesungguhnya.

 

Dahulu di dalam masyarakat Timur Tengah, garam1 digunakan untuk “mengsahkan  perjanjian”, sehingga garam menjadi lambang kesetiaan dan kelanggengan. Dalam korban sajian Imamat 2:13, garam digunakan sebagai “pengawet” untuk menandai ciri langgeng dari “perjanjian garam” antara Allah dan Israel(Bil.18:19, 2Taw.13:5).

Dahulu di negara Siria, garam dikenakan pajak lalu disetor kepada pemerintahan Roma.

 

Sehingga bila mengsahkan perjanjian, mengawetkan perjanjian, garam di kenakan pajak. Maka istilah “garam” mempertahankan perjanjian dan untuk pungutan pajak. Jadi garam sangat berperan.

Yesus mengatakan(Mat.5:13), kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia di asinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan di injak orang.

 

Atau pengertian penulis, dari penjelasan di atas mengenai garam, antara lain:

Mempertahankan isi perjanjian antara para pihak yang menyetujuinya, atau ikatan abstrak untuk mempertahankan  isi perjanjian atau kebaikan secara umum oleh para pihak.

Bahkan menyebarkan kebaikan dalam perjanjian tersebut. Perjanjian yang sangat utama dan yang pertama adalah dua, yaitu:

a--Perjanjian Kasih antara manusia dengan Tuhan

b--Perjanjian antara sesama manusia

 

Namun dua (a dan b) perjanjian tersebut adalah hukum yang pertama dan

yang terutama(Mat.22:38) saling mengikat dan mempengaruhi, berupa:

            aa--Hukum kasih adalah dari Tuhan, supaya manusia dapat berelasi

dengan Tuhan bahwa Allah mereka adalah Tuhan Yesus, dan manusia adalah jemaatNya Tuhan Yesus.

bb--Setiap orang setara dan saling membutuhkan untuk saling membangun sehingga  terjadi kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.

 

Garam dunia

Yesus menyebut kepada setiap orang, jadilah garam dunia dan bila garam sudah tidak asin maka garam tersebut akan dibuang di injak-injak orang. Pengertian garam dunia sangat luas namun selalu bersifat positif. Dan pernyataan ini mendukung pengertian “kasihilah sesamamu manusia”(Mat.22:39), jadi untuk kepentingan bersama, seperti yang di jelaskan diatas.

 

2--Apa persiapanmu untuk menjadi garam dunia

 

Setiap orang dapat menjadi garam di mana saja dia berada, sepeti yang Tuhan Yesus katakan. Sehingga dengan sendirinya Anda akan menjadi terang dunia, dan semua perbuatanmu akan diketahui semua orang atau sama dengan setiap kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi(Mat.5:14). Demikian pun halnya dengan  pelita, maka orang akan meletakkannya bukan di gantang tapi di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Seperti itulah Anda bila menjadi garam.

PENGERTIANNYA

Bila Anda telah mempersiapkan diri untuk menjadi garam dunia, maka dengan sendirinya akan menjadi terang dunia. Ini semuanya akan diketahui dan diperhatikan oleh semua orang. Namun Anda tidak perlu khawatir sebab karena dasarmu adalah Hukum Kasih.  Karena berdasarkan hukum kasih ini, maka Anda melakukan atau menghadapi suatu masalah, dan dapat menyelesaikannya. Hasil dari semuanya ini, pasti akan di perhatikan dan di rasakan oleh orang-orang sekitarmu, bahkan mereka merasakan hasil dari keberhasilanmu.      

 

Proses persiapanmu untuk menjadi garam dunia sehingga menerangi kota, maka Anda harus mempunyai suatu landasan, pakailah landasan yang benar dan pasti(Yoh.14:6) yaitu hukum Kasih(Mat.22:37-40) yang ada dalam tubuhmu, namun belum Anda aktifkan dan tingkatkan butir-butir kasih tersebut karena mungkin belum mengetahuinya atau tingkat penguasaan hukum kasihmu masih rendah, atau masih di selubungi dosa(2Kor.3:15-17). Kasih itu adalah(1Kor.13:4-8) suatu landasan yang bisa diuraikan sebagai berikut:

Sabar

Tidak cemburu

Tidak memegahkan diri

Tidak sombong

Tidak melakukan yang tidak sopan

Tidak mencari keuntungan diri sendiri

Tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain

Tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran

Menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu

Sabar menanggung segala sesuatu.

 

Jadi atas dasar suatu landasan itulah (lihat di atas), maka Anda akan hadapi masalah apa saja. Mengetahui suatu landasan itu adalah baik, namun akan menjadi lebih baik bila Anda wujudkan dalam bentuk perbuatan(Yak.2:22), yang dapat di rasakan oleh orang sekitarmu.

 

Penutup

Setiap orang dapat menjadi garam sehingga akan terang. Untuk itu maka carilah suatu landasan yang pasti kebenarannya, yaitu hukum kasih dan pelaksanaan kasih seperti diuraikan di atas.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  WRF

1Judul asli THE NEW BIBLE DICTIONARY di terjemahkan menjadi Ensiklopedia Alkitab Masa Kini (EAMK), Terbitan Lembaga alkitab Indonesia, ISBN 978 602 8009 33-1 jil- , Inter

Varsity Press, Jakarta,  cetkan ke 1 april 2011, Hal-327 kol-1,

 

Im.2:13                                   Mat.22:38                               Mat.22:37-40         

Bil.18:19                                 Mat.22:39                               2Kor.3:15-17

2Taw/13:5                               Mat.5:14                                 1Kor.13:4-7

Mat.5:13                                 Yoh.14:6                                  Yak.2:22