Sabtu, 25 Januari 2020

Terjadinya dosa padamu


Latar belakang



Semua orang telah berbuat berbagai dosa, namun bagaimana dosa dapat terjadi selama kehidupan mereka masih di bumi ini



Materi yang di sharing, sesuai topic



Dosa

Istilah dosa1 dalam bahasa Ibrani adalah Khatta’t,  dan dalam bahasa Yunani adalah Hamartia, namun cakupan pengertian dari Khatta’t dan Hamartia hampir sama, tapi tidak sepenuhnya demikian, jadi masih ada perbedaannya. Dalam bahasa Indonesia artinya, kegagalan, kekeliruan, kejahatan, pelanggaran, tidak mentaati hukum, ketidakadilan atau segala kejahatan dalam segala bentuk



Apa itu dosa

Dosa yaitu pikiran dan perbuatan yang tidak sesuai dengan sasaran Tuhan, atau hamartia, jadi:

a--Melakukan semua perbuatan bahkan secara sengaja untuk penuhi kepentingan pribadi, walaupun tidak sesuai dengan aturanNya Tuhan.

b--Tidak mau patuh pada peraturanNya Tuhan, dengan maksud supaya tidak terikat pada ajaranNya dan peraturanNya.

c—Sesuatu yang sangat menggodamu, namun bila anda tidak dapat mengatasinya dan menguasainya maka anda akan tenggelam dalam godaannya, atau jatuh dalam perbuatan godaan itu(Kej.4:7)



Ciri-ciri atau syarat-syarat dosa

Segala pikiran dan perbuatannya yang secara sengaja atau tidak, adalah untuk melawan Tuhan. Segala bentuk perlawan terhadap aturanNya Tuhan, yang ditujukan kepadaNya, misalnya:

Melawan perintah Allah, misalnya Sepuuh Perintah Allah(Kel.20:1-17).

Tidak melakukan kehendak Tuhan

Tidak mau mengerti hukum Kasih dan pelaksanaannya.



Dari mana orang mengenal dosa

Setiap orang dapat mengenal dosanya(Rm.3:20), bila dia telah mengetahui Hukum Taurat atau Sepuluh Perintah Allah(Kel.20:1-17), karenanya bila anda belum mengenal hukum Taurat maka sangat sulit bagimu untuk membedakan apakah perbuatanmu itu berdosa atau tidak atau hanya untuk kepentingan dirimu, atau kepentingan golongan, namun dilain pihak perbuatanmu telah menyakiti hati orang atau masyarakat. Misalnya “jangan mencuri”, yang artinya, bahwa; anda tidak boleh melakukan suatu pencurian, bila melakukannya maka anda sudah berbuat dosa.



Kapan dosa itu terjadi padamu

Semua dosa terjadi melalui suatu proses, yaitu tergantung pada kondisi, situasi dan masalah yang anda hadapi. Dosa-dosa itu secara berulang-ulang dilakukan oleh orang-orang.

Sebetulnya maut telah berkuasa dari zaman Adam(Rm.5:14), dan dosa telah ada sebelum hukum taurat dikenal(Rm.5:13). Proses timbulnya dosa dalam seseorang antara lain karena, adanya tumpukan atau akumulasi dari, sbb:

a---Bila keinginanmu yang sangat besar timbul, karena mau memperoleh sesuatu dalam waktu yang singkat, lalu terbayang bisa merasakannya, dapat membawa kehormatan dan akan menikmatinya. Maka akumulasi dari keinginanmu itu akan bertumbuh dan menutupi akal budimu, sehingga anda sangat terfokus pada sesuatu tersebut. Lalu tanpa pertimbangan rasional, maka anda langsung penuhi keingnanmu tersebut. Contohnya adalah godaan yang disodorkan kepada Adam dan Hawa  oleh iblis. Untuk menjadi seperti Tuhan(Kej.3:4-5). dan keinginan Adam dan Hawa mulai terakumulasi sehingga menggunung lalu melakukan pelanggaran walaupun telah diperingati oleh Tuhan sebelumnya. Setelah mereka makan buah terlarang maka disitulah terjadi dosa, sebab telah melanggar perintahNya Tuhan. dampaknya mereka di usir dari taman Firdaus.

b---Karena tidak dapat kendalikan amarahnya, maka Kain berbuat dosa. Dan perbuatan itu melalui proses, sbb:

baa--Berawal dari persembahan Kain yang tidak diindahkan Tuhan(Kej.4:5),

bbb--Sehingga hatinya menjadi panas dan mukanya muram. Tuhan mengetahui keadaannya Kain,

bcc--Namun Kain tidak dapat kendalikan amarahnya. Sehingga Tuhan berkata, berbuatlah sesuatu yang baik maka mukamu akan berseri, sehingga hatimu tidak akan menjadi panas.

bdd--Tetapi jika engkau(Kain) tidak berbuat baik untuk keluar dari keadaannya, maka dia atau anda dapat melakukan perbuatan negative berupa apa saja bahkan bisa membunuh. Maka saat itulah anda berbuat dosa.



Kenyataan sekarang ini.

Memang benar bahwa setiap orang telah berbuat berbagai jenis kesalahan sehingga berdosa. Dan terjadinya dosa karena mereka susah; mengendalikan diri dan menguasai amarah hati, sewaktu berhadapan dengan suatu. Namun sebagian besar dari orang-orang tersebut adalah karena belum mengerti Hukum Taurat bahkan tidak tahu apa isi dari hukum Taurat. Sehingga mereka menyelesaikan suatu masalah berdasarkan logikanya atau sesuai dengan pengetahuan yang mereka kuasai. Itulah sebabnya maka banyak orang selesaikan suatu masalah berdasarkan kepentingannya atau egonya yang kadang-kandang tidak mempedulikan kepentingan masyarakat umum walaupun mereka akan menderita dan ini yang tidak sejalan dengan hukum kasih. Tapi, bila anda takut akan Tuhan(Ams.3:7) maka anda akan mencariNya dan pasti akan patuh pada ajaranNya.



Penutup

Dosa terjadi melalui proses, jadi ada waktu untuk anda berpikir, namun kemarahan dan tidak dapat menguasai diri dapat mengarahkanmu untuk melawan perintah Tuhan, maka disinilah anda berbuat dosa. karenanya takutlah akan Tuhan sehingga perbuatanmu bersifat patuh.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

1Ensiklopedi Alkitab Masa Kini (Tne new bible dictionarhy) ISBN 978-602-8009-33-1 (Jil.1), cet ke 11 April 2011, hal 256 col-2, hal-257 col-1.



Kej.4:7

Kel.20:1-17

Rm.3:20

Rm.5:14

Rm.5:13

Kej.4:5

Senin, 20 Januari 2020

Apa tujuan hati nuranimu?


Latar belakang



Seringkali di malam hari, hati nurani1 anda bisa menegur perbuatanmu yang salah dan atau yang tidak bermoral, tapi dia menginginkan supaya anda memperbaiki kesalahanmu dan lakukan yang benar. 



Materi yang di sharing, sesuai topic



Seringkali di waktu malam hari, seseorang atau anda sebelum tertidur pulas di ranjangmu atau sesudah terbangun diwaktu subuh namun masih bebaring ditempat tidur, ada seolah-olah pembicaraan dalam hatimu,  yang membahas mengenai perbuatan yang salah dan tidak bermoral, yang telah anda lakukan.



1-Apa fungsi2 hati nurani. Fungsinya menurut:

A--EAMK (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini) Fungsinya sebagai:

a.--Alat bagi penghakiman moral yang penuh derita dan itu adalah mutlak, karena penghakiman itu ialah penghakiman Tuhan atas perbuatan-perbuatanmu atau seseorang yang telah berlangsung atau sedang berlangsung;

b---Bertindak sebagai saksi yang objektif dalam aspek negative maupun positif dari pengudusan seseorang.

B--Ayat-ayat di Alkitab

            a---Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasehat kepadaku, ya, pada waktu malam

            hati nuraniku mengajari aku’

C---Pendapat penulis.

            a---Tempat dimana Allah memberikan nasehat-nasehat kepadamu



2-Apa tujuan dari fungsi hati nurani?

Tujuan utama adalah supaya anda hidup sesuai dengan aturanNya Tuhan, dalam hal ini mengerti peraturannya dan lakukannya, sehingga apa yang anda lakukan adalah melaksanakan kehendak Tuhan, dan caranya adalah:

a---Menguasai aturan-aturan yang diberikan Tuhan, yaitu mengerti akan hukum yang pertama

      dan yang terutama, berupa hukum kasih(Mat.22:37-40) 

b---Wujudkan aturan-aturan itu dalam perbuatanmu serta tingkah lakumu(1Kor.13:4-8), sehingga

      orang sekitarmu mengetahuinya dan merasakannya



3-Kenyataan sehari-hari.

Mohon anda bertanya kepada dirimu sendiri, sudah berapa kali anda merasa seperti ada pembicaraan dalam hatimu yang melawan perbuatanmu karena anda telah berbuat kesalahan mendasar misalnya korupsi sehingga mengakitabkan; rakyat melarat, terhasut, secara tidak langsung merusak mentalmu sendiri dan orang-orang yang menyaksikan perbuatanmu.

Karenanya supaya anda selalu berbuat sesuai aturanNya sehingga imanmu akan semakin murni dan tujuan dari iman adalah untuk keselamatan jiwamu(1Ptr.1:9), dan kehidupanmu selama ada kesempatan dan masih berada di dunia ini.



Penutup

Hati nuranimu untuk menegurmu karena perbuatanmu yang tidak benar dan supaya anda memperbaikinya.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :



1Ensiklopedi Alkitab Masa Kini (Tne new bible dictionarhy) ISBN 978-602-8009-33-1 (Jil.1), cet ke 11 April 2011, hal371 col 1,2.



2Ensiklopedi Alkitab Masa Kini (Tne new bible dictionarhy) ISBN 978-602-8009-33-1 (Jil.1), cet ke 11 April 2011, hal372 col 2.



Mat.22:37-40

1Kor.13:4-8

1Ptr.1:9

Senin, 13 Januari 2020

Teladan yang baik


Latar belakang



Suatu teladan yang baik, yang anda mengerti apa motivasinya lalu melakukannya(Yoh.13:15) maka anda akan berbuat hal yang positif dalam kehidupanmu, apalagi kalau teladan itu telah dipertontonkan oleh pemimpin kepada masyarakat.



Materi yang di sharing, sesuai topic



Yesus memberi teladan

Para muridNya telah memperoleh teladan dari Yesus, seperti yang diuraikan dalam injil Yohanes(Yoh.13:1-17)

Teladan itu antara lain, berupa: mencuci kaki(Yoh.13:1-12) para muridNya dan mengeringkannya memakai lap yang terikat pada dipinggangNya. Lalu Yesus mengatakan kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu. Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan(Yoh.13:12).

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu, sebab Aku telah memberikan suatu teladan  kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu”



Apa itu Teladan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah: Sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (perbuatan, kelakuan, sifat, dsb), misalnya ketekunannya ditiru oleh teman-temannya; ia terpilih sebagai pelajar yang benar dn pandai.



Teladan adalah suatu perbuatan baik yang bersifat positif yang karena anda mencontohi perbuatan yang baik dari siapa saja dan terutama dari orang yang berpengaruh, sehingga mental dan etika pun akan semakin murni yang berdampak pada tindakanmu, misalnya: sopan, tahu diri, memperhatikan orang lain, dan semuanya itu untuk kemajuan pribadimu maupun akan berdampak untuk kepentingan bersama dalam keluarga, organisasi, pemerintahan, dll.



Bila anda menerima penjelasan diatas maka, marila kita berusaha untuk mengerti apa yang dimaksudkan Yesus dengan teladan yang telah Dia berikan kepada muridnya atau bisakah itu juga berarti untuk kita semua ?



Yesus adalah Guru dan Tuhan(Yoh.13:13), namun Dia dapat merendahkan diri, caranya mencuci kaki yang kotor dari para muridnya dan mengeringkannya. Jadi bayangkan bagaimana seseorang yang begitu tinggi dalam arti menciptakan dunia dan segala isinya, semua mahluk hidup, termasuk kita-kita ini, jadi termasuk anda, tapi Dia bisa merendahkan dirinya untuk mencuci kakimu yang kotor.

Karenanya sekotor apapun dosa tersebut, misalnya: Pembunuhan, penyiksaan, pengkianatan, korupsi, pencurian, fitnah, dll. maka anda harus dapat membantu untuk mengatasi, supaya mereka bertobat dan mohon pengampunan dari Tuhan lalu berbalik dari kehidupan atau kebiasaan lama ke penghidupan baru, lalu melaksanakan peraturan Yesus. Dan peraturan yang paling utama dan yang pertama adalah mengerti apa itu hukum kasih(Mat.22:37-40). Lalu mengaplikasikan dalam kehidupannya berdasarkan kasih. Kasih ini diuraikan dalam ayat-ayat(1Kor.13:4-8)



Setiap orang adalah sama di mata Tuhan, dan semua orang itu telah melakukan dosa, jadi bukan hanya murid saja, tapi siapa pun yang melakukan dosa-dosa, maka anda harus dapat membantu mereka agar keluar dari dosa-dosa itu, tidak perduli siapa dia, tidak pandang bulu, tingkat social, warna kulit, suku.



Soal pengampunan, maka Tuhan pun telah memberi kesempatan dan mereka harus berusaha untuk memperoleh kesempatan tersebut. Yang tidak berbuat demikian, maka Tuhan akan menghakimi mereka sesuai dengan perbuatannya. Karenanya gunakanlah kesempatan itu.



Dalam kehidupan sehari-hari.

Teladan yang baik adalah mencontohi perbuatan yang baik bagi dari siapa saja dan terutama dari pemimpinmu yang berbuat baik, yang menyebarkan kabar gembira, para hamba Tuhan. namun semuanya itu akan sangat membantu bila anda meyakini bahwa takut akan Tuhan adalah mendatangkan kehidupan(Ams.19:23).



Penutup

Teladanilah perbuatan baik seseorang, terutama dari pemimpinmu maupun hamba Tuhan dan yakinilah bahwa takut akan Tuhan mempertebal keteladananmu.

 

Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Yoh.13:15

Yoh.13:1-17

Yoh.13:1:12

Yoh.13:12

Yoh.13:13

Mat.22:37-40

1Kor.13:4-8

Ams.19:23

Minggu, 05 Januari 2020

Hidup lebih baik adalah kebenaran dalam kasih


Latar belakang



Setiap orang akan berusaha mengerti akan kebenaran untuk dapat menerapkannya  dalam kehidupannya, agar memperoleh kehidupan yang lebih baik.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1—Penghidupan yang lebih layak.

Setiap orangnya yang dalam kondisi apa saja dan dimana pun berada, maka dia akan selalu berusaha untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu, mereka akan berusaha untuk mewujudkannya melalui kemampuannya yang disesuaikan dengan aturan-aturan yang diperbolehkan oleh masyarakat sekitarnya.



Penghidupan lebih baik dari sebelumnya, dapat berarti mencakup beberapa syarat, antara lain:

a--Meyakini sehingga mencari suatu ajaran yang dapat membawa kemajuan dan keselamatan.

b--Ajaran tsb dapat menimbulkan keinginan untuk hidup lebih baik, bila melakukannya.

c--Berusaha mewujudkan keinginan menjadi kenyataan yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya, secara terus menerus selama berada di bumi ini.

d--Ajaran tersebut mendasari pikiran untuk selalu berbuat baik.

e--Ajaran yang mengarahkan untuk selalu bertingkah laku baik.

f--Meyakini dalam kehidupan untuk selalu bersandar dan takut akan Tuhan

g--Dapat menerima kritik dari luar untuk kemajuan diri sendiri.

h--Bersifat lebih toleransi dan dapat membantu orang.  

i--Senang menghadapi tantangan untuk kemajuan

j--Selalu berusaha untuk hidup bermoral



2---“Syarat lebih baikada dalam kebenaran

Bila anda perhatikan mengenai “beberapa syarat” (1a-f) diatas, untuk hidup lebih baik dari sebelumnya, maka sebetulnya semuanya itu telah di cakup dalam kebenaran. Kalau bicara mengenai kebenaran, maka sebetulnya, hal ini telah anda punyai karena dia sedang  dalam proses, walaupun mungkin dalam kadar yang kecil. Yaitu sewaktu anda masih bayi dan bertumbuh melalui suatu proses hingga remaja lalu dewasa, sewaktu masih hidup berama-sama orangtuamu, dan mungkin juga setelah anda berkeluarga dan sampai sekarang ini. Karena mencari kebenaran adalah bersifat yang terus-menerus tanpa henti, yaitu menguasainya secara iman dan melaksanakannya(Yak.2:22).



Persyaratan yang dijelaskan diatas (1a-f)  adalah kebenaran yang telah anda peroleh selama bersama orangtuamu, karena mereka ada orang yang terdekat denganmu, dan yang selalu menginginkan kehidupan yang lebih baik untuk masa depanmu. Mungkin kebenaran yang mereka ajarkan hanya mencapai 80%, dan mungkin juga anda telah menyerapnya sebanyak 30%-40%. Namun paling tidak, anda telah mempunyai dasar mengenai kebenaran tersebut, sehingga tinggal mengembangkannya sewaktu anda bertumbuh lebih dewasa, laju bekerja dan berumahtangga.



Bila anda  perhatikan lagi, maka kebenaran yang diatas telah diuraikan yang dapat merupakan bagian dari kasih(1Kor.13:2-4), yang termasuk dalam hukum Kasih.



Yesus mengatakan bahwa hukum yang Terutama dan yang Pertama(Mat.22:38), adalah Hukum Kasih(Mat.22:37-40). Dan hukum ini telah Tuhan taruh dalam akal-budimu dan menuliskan dalam hatimu(Ibr.8:10). Proses menaruh dan penulisan ini, telah anda peroleh sejak masih janin. Karenanya setiap orang yang lahir cenderung akan berbuat baik dan akan menerima petunjuk-petunjuk yang antara lain adalah syarat-syarat untuk hidup lebih baik, dari ayah-ibumu.



Jadi dasar dari kemauan untuk menerapkanya dalam kehidupan yang lebih baik adalah mengikuti kebenaran hatimu namun kebenaran hati itu adalah kasih atau hukum kasih yang telah Tuhan tuliskan dalam hatimu dan menaruhnya dalam akalbudimu. Karena secara cuma-Cuma, anda telah mempunyai sarana untuk melakukannya. Karenanya pilihlah dan lakukanlah itu.



Penutup

Penghidupan yang selalu lebih baik dari sebelumnya, terpicu karena orang selalu mencari kebenaran, yang adalah bagian dari hukum kasih, dan Tuhan yang menaruh hukum kasih itu dalam akalbudimu serta menuliskannya dalam hatimu.

Jadi sarana telah ada tinggal anda yang memanfaatkannya.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Yak.2:22

1Kor.13:4-8 (mohon baca juga 1Kor.13:1-3)

Mat.22:38

Mat22”37-40

Ibr.8:10


Sabtu, 28 Desember 2019

Suami istri itu satu daging(Kej.2:24)


Latar belakang



Setiap lelaki bersatu dengan istrinya sehingga mereka berduanya menjadi satu daging(Kej.2:24), dan meninggalkan ayah ibunya.



Materi yang di sharing, sesuai topic



Tujuan dari “satu daging” adalah bahwa setiap lelaki saat beristri maka mereka harus bersatu untuk bentuk keluarga barunya, dan karenanya mereka menjadi satu daging, namun juga mandiri, misalnya tidak tergantung pada orangtuanya (Kej.2:24). Bila anda teliti firman dari Kej.2:24, maka pengertiannya sangat luas, dan firman ini telah ditulis ribuan tahun yang lalu, namun bila diperhatikan, maka nilainya masih tetap relevan dengan keadaan sekarang ini, terutama saat pasangan hidup bersepakat untuk berkeluarga, karena telah menjadi satu daging.



1--Apa arti satu daging.

“Satu daging” dapat terjadi bila seorang pria dan seorang perempuan berniat untuk bersatu sedemikian rupa hingga membentuk keluarga, karena mereka seolah-oleh telah menjadi satu;  tubuh, pikiran, keinginan, perbuatan, setujuan, kerelaan sex bersama-sama, dan lain lain seperti:

a--Berkeinginan dan berusaha agar kehadiran secara bersama-sama dapat bersatu secara terus-menerus, selama berkeluarga.

b--Umumnya perasaan dan pikiran mereka telah sejalan dan sepengertian untuk melakukan sesuatu untuk kepentingannya.

c--Merasa bahwa kebiasaan mereka telah menjadi tingkah laku bersama.

d--Mereka saling mencintai dan tidak malu sewaktu telanjang.

e--Mereka telah sepakat untuk menjadi suami istri dan akan mempunyai keterunan.

f--Perasaan saling menyukai telah timbul lalu berekmbang sehingga adanya perasaan saling mengasihi, untuk membentuk keluarga, karenanya mereka rela secara bersama-sama berhubungan sex



Alkitab telah menguraikan sebagai berikut: Tuhan membuat Adam tertidur, lalu mengambil sebagian rusuknya dan di bentuknya perempuan itu untuk menjadi pendamping hidupnya atau penolong yang sepadan(Kej.2:20-23) untuk Adam, dan mereka akan menjadi satu daging,

Jadi Tuhan telah menentukan seorang wanita tertentu sebagai penolong untuk seorang pria tertentu, dan demikian pun untuk anda,  karena mereka:

aa—akan membentuk keluarga.

bb---tidak malu terhadap sesamanya walaupun telanjang(Kej.2:25).

cc---harus mandiri, tidak tergantung dari orangtuanya.

dd---berhubungan sex sebagai saling melampiaskan nafsu yang timbul karena kasih sayang, karena telah ada kebersamaan fisik dan pikiran yang telah didahului oleh perasaan kasih antara mereka yaitu “kasih suami dan istri.



Karenanya, kalau sex seketika saja dengan orang lain tanpa melalui a-f dan aa-dd seperti yang dijelaskan diatas, berarti tidak didahului oleh perasaan kasih antara sesamanya. sehingga itu adalah berzinah dan dilarang karena tidak melalui proses.



2--Mempertahankan proses satu daging

Arti dari “satu daging” sangat luas, sebab di mulainya dari timbulnya niat lalu melalui proses yang panjang hingga terwujudnya keinginan tersebut, yaitu kebersamaan antara suami istri sampai Tuhan memisahkan mereka. Namun sebagai kebersamaan suami istri, maka perbuatannya supaya dapat berdampak positif untuk mereka dan keturunannya dan lingkungannya, antara lain:



a--Sejak terbentuknya saling mengasihi antara calon pasangan suami istri, lalu terus berkembang sehingga terjadinya hubungan emosional antara mereka sehingga terwujudlah kebersamaan, dan inilah yang antara lain dikatakan kebersamaan fisik, dan kebersamaan pikiran dan emosi dan perbuatan, tujuan, dll.

b--Emosional dari kebersamaan suami isteri itu, misalnya; saling mengasihi, sex, senang dan susah selalu bersama-sama menghadapinya, saling menasehati. Tapi tidak saling menyakiti.  dll.

c--Setelah terjadinya kebersamaan antara suami istri, maka hubungan emosional antara mereka supaya saling mempelihara agar tidak terjadi keretakan keluarga, sehingga keturunan mereka pun dapat memperoleh contoh yang baik, sehingga anaknya akan mencontohi perilaku orangtuanya. Dan inilah uraian dan pengertian “satu daging”.



3--Kenyataan sehari-hari.

Sesuai dengan uraian dan pengertian dari “satu daging”, maka bertanyalah kepada dirimu sendiri apakah secara inti kebersamaanmu masih tetap dalam cakupan “satu daging”, misalnya:

Masih adakah hubungan emosional  kebersamaan antara anda dengan istri/suami?

Apakah kasihmu yang semula terhadap pasanganmu masih ada?

Apakah anda selalu memelihara “satu daging” atau sedang mengalami erosi?



“Satu daging” adalah benar dan indah dan nikmat dan saling pengertian dan saling bersatu antara suami istri, namun bila mereka telah melalui semua proses, seperti yang dijelaskan diatas, sebab itu adalah pemberian Tuhan.

Dan jangan di artikan secara sempit yaitu hanya sex. Karena kalau hanya sex maka anda terikat pada nikmat seketika yang tidak melalui proses seperti yang dijelaskan diatas, yang umumnya dapat membawa bencana bila anda berkeluarga, karena persiapan dan pengertian tidak ada namun harus bertanggung jawab dan bersatu untuk berkeluarga, dan kelaurga tersebut bisa berada dalam keadaan bom waktu.



Kenyataan sekarang, banyak pasangan belum mengerti apa itu “satu daging” sehingga secara tidak sengaja bisa terjerumus. Oleh karenanya mengertilah arti dari satu daging dan perbaiki diri bila sudah terlanjur dan nyatakanlah pengertian “satu-daging” kepada siapa saja yang anda kenal supaya mereka terhindar dari perbuatan-perbuatan sex emosional dan duniawi.



Jadi aplikasikan satu daging secara benar dan jangan mempermainkannya.



Penutup

Untuk memperoleh “satu daging” yang didasarkan pada kasih, maka pasangan wanita dan pria harus melalui suatu proses yang panjang agar terjadi kebersamaan yang mencakup; satu pikiran, satu keinginan, susah dan senang sama-sama menghadapinya, dan seperti penjelasan  diatas.    



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Kej.2:20-23

20---Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang butan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadang dengan dia.

21---Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanuya, lalu menutup tempat itu dengan daging.

22---Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangunNyahlah seorang perempuan, lalu dibawaNya kepada manusia itu.

23---Lalu berkatalah manusia itu: “Inilahdia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laku-laki.



Kej.2:24-25

24---Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

25---Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Sabtu, 21 Desember 2019

Pesan Natal: Kasihmu yang semula jangan luntur, terhadap pasangan hidupmu.


Latar belakang



Pesan Natal untuk para keluarga:

Ingatkah, sebagaimana anda berjuang untuk meyakinkan kekasihmu hingga tercapai kesepakatan dengannya supaya dapat membentuk keluarga? Dan sesudah berjalannya beberapa lama apakah “kasihmu yang semula”(Why.2:4) itu masih sama atau telah memudar.



Materi yang di sharing, sesuai topic



1--Pesan natal ini adalah:

Untuk semua orang yang akan memasuki bahtera keluarga dan yang telah menjalaninya, bahwa pada awalnya setiap pasangan, pasti mempunyai cita-cita untuk membentuk keluarga secara baik, bahagia bahkan sempurna, namun dalam perjalanan hidupnya selalu akan  mengalami cobaan, godaan, hingga penderitaan, dan lain-lain. Hal tersebut mungkin juga terjadi karena kesalahan sendiri atau salah memilih atau melangkah tidak sesuai rencananya, karena tergoda sesaat lalu melakukannya, sehingga dapat terjadi mala petaka.

Sebagai contoh adalah, Tuhan menempatkan Adam dan Hawa dalam Taman Firdaus yang telah tersedia segala untuk memenuhi kebutuhannya. Namun mereka tertarik akan godaan iblis, lalu menerimanya, karena: godaan itu adalah, mereka akan jadi seperti Tuhan(Kej.3:5). Tapi mereka melanggar perintah Tuhan sehingga akibatnya mereka di halau dari taman Firdaus..



2--Kasih yang semula.

Seberapa pengaruh arti dari “kasih yang semula” itu? atau setingkat kualitas yang bagaimana, atau sekuat apa keyakinan itu, sehingga pasanganmu mau menerima anda sebagai pendamping hidupnya?

Yesus memberi contoh yang di sejajarkan dengan kehebatan-kehebatan dari pekerjaan yang dilakukan oleh para jemaat(Why.2:2-3), atau pemimpin jemaat atau mungkin anda, misalnya:

a---Jerih payahmu dan ketekunanmu melakukan kebenaran.

b---Tidak sabar terhadap orang-orang jahat, untuk membawa mereka pada kebenaran.

c---Meyakinkan para rasul yang pendusta, untuk kembali pada kebenaran

d---Sabar dalam penderitaankarena membela nama Yesus

e---Tidak mengenal lelah dalam membela nama Yesus



Jadi bandingkan antara “kehebatan-kehebatan pekerjaanmu”(a-e) dengan “kasihmu yang semula”, sewaktu anda meyakinkan pasanganmu untuk menjadi istri atau suami.  



Kasih yang semula itu mencakup pengertian, antara lain:

Waktu meyakini pasanganmu untuk menjadi istri, jadi tujuanmu adalah untuk kebaikan, murni, mulia, agar dapat membangun bersama keluarga yang bahagia, akan mempunyai keterunan dan beranakcucu. Dan apapun halangan waktu itu akan anda tempuh untuk menyingkirkannya agar keinginanmu terwujud. Jadi ada semacam  motivasi tertentu yang tidak bisa dibendung. Inilah yang dibilang “kasih semula” yang merupakan dasar motivasi tertentu untuk mewujudkan impianmu. Jadi “kasih yang semula” harus terus ada untuk menunjang kehebatan-kehebatan pekerjaanmu.



Motivasi inilah yang Yesus katakan bahwa, walaupun kehebatan pekerjaanmu sangat baik, tapi kalau motivasi tertentu ini melemah atau buyar, maka sama saja anda hanya bekerja secara rutunitas namun tidak ada kasih. Karena yang terpenting kasih(1Kor.13:2), bukan melakukannya secara rutinitas walaupun hasilnya dapat diterima umum.



Sehingga setiap kehebatan pekerjaanmu atau pekerjaan apa saja, harus didasarkan pada semangat dari kasih yang semula, karena bila anda berbuat baik untuk siapa saja maka perbuatan itu sebetulnya untuk melayani Tuhan secara benar dan murni.



Setiap orang mempunyai kenangan masa lalu yang indah, apa lagi bersama pasangannya mereka saling menunjukkan akan ketertarikannya lalu sang pria yang umumnya mulai mengatakan ingin mengambil pasangan wanitanya untuk menjadi istrinya. Dan perjuangan ini adalah kasih yang semula, jangan diremehkan atau dikaburkan atau dihapus dalam masa perjalanan hidupmu.  



3--Kenyataan dalam kehidupan sekarang.

Banyak “kasih yang semula” dari pasangan hidup yang telah lama berkeluarga, sudah berubah hingga terkikis, karena mungkin tidak mengetahuinya sehingga mengutamakan prioritas yang lain, misalnya:

a--Berpendapat bahwa yang penting sudah mempunyai istri/suami lalu masing-masing lakukan tugasnya sebagai yang ditakdirkan.

b--Bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tidak peduli apakah pekerjaan itu dari halal atau tidak.

c--Bekerja keras namun telah terkikis landasannya yaitu “kasih yang semula” sewaktu berkomit untuk berkeluarga, sehingga membuka peluang bahwa bekerja keras adalah sebagai rutinitas dan boleh di foya-foyakan.

d--Suami/istri tidak lagi menyayangi pasangannya seperti awalnya mereka berkomit untuk berkeluarga, atau itu telah meluntur. karena berbagai alasan, antara lain duniawi. Dan ini bisa atau mungkin dapat meretakkan hubungan suami istri.

e--Dan hal ini (butir d) telah terjadi di banyak keluarga baru atau yang telah berpuluh tahun. Misalnya: istri atau suami sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga atau sex atau keindahan pasangannya, maka mereka akan mencarinya diluar apalagi kalau ada kesempatan terjadinya godaan dari luar maka pasti akan diraihnya. Penyebabnya adalah mereka telah lupa, akan kasih yang semulanya.



Penutup

Kasih yang semula adalah dasar dari komitmen terutama dalam keluarga, karena tidak ada gunanya bekerja keras, bila komitment sudah menjadi rapuh karena kasih yang semula telah meluntur, karena fokus pada pasangannya telah berkurang. Itulah sebabnya, kasih yang semula harus selalu mewarnai kehidupan suami istri, walaupun seberapa lama telah berkeluarga.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Why.2:4

Namun demikian Aku mencela negkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula (lihat juga Kej.2:2-3)



Kej.3:5

Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti  Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.



Why.2:2-3

2---Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

3---Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena namaKu; dan engkau tidak mengenal lelah.



1Kor.13:2

Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunya kasih, aku sama sekali tidak berguna

Minggu, 15 Desember 2019

Tidak ada perceraian walaupun kekerasan (KDRT) keterlaluan?


Latar belakang



Banyak orang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (kdrt) secara melewati batas,  yang dilakukan oleh pasangannya, namun mereka tetap berpegang teguh pada firman Tuhan, yaitu: tidak  menceraikan pasangannya(Mat.1:6) walaupun mengalami penganiayaan?.



Materi yang di sharing, sesuai topic



Kekerasan sering terjadi dalam rumah tangga yang umumnya dilakukan oleh para suami terhadap isterinya. Penyebab dari kekerasan dalam rumah tangga disebabkan oleh berbagai alasan, mulai dari hal sepeleh ini yang penting, dimana suaminya merasa tersinggung lalu berusaha menekan istrinya melalui kekerasan fisik dan atau spikologis.



1—A

Apa itu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (kdrt)

KDTR merupakan segala bentuk perlakuan kasar dan yang tidak wajar dalam rumah tangga, antara pasangan hidup, istri atau suami. Dengan maksud agar pasangannya mengalami penderitaan fisik, berupa:

Kekerasan fisik yang langsung:

menyakiti anggota tubuh dan atau

membuat cacat bagian dari fisiknya

bahkan bisa meninggal lalu di mutilasi

Kekerasan fisik bercampur tekanan psikologis, supaya:

kehilangan percaya diri,

harga diri jatuh dan atau malu ketemu orang

merasa tertekan batin

bahkan bisa meninggal karena penyakit dan depresi.



Kenapa kekerasan bisa terjadi

Pokok permasalahan hingga timbul kekerasan, umumnya mengenai keadaan ekonomi dalam rumah tangga dan suami berselingkuh. Pertenkaran mulai terjadi karena salah paham mengenai pokok masalah tersebut antara suami dan istri, sehingga melukai harga diri suami atau istri. Namun umumnya, suamilah yang berbuat salah tapi tidak mau mengaku bahkan merasa benar sendiri. Bila sudah merasa terdesak karena istrinya menekan terus menerus maka suami merasa tersinggung dan timbul harga dirinya untuk mempertahankan perbuatannya dengan berbagai alibi, jadi tidak mau mengalah bahkan menuduh istrinya, menghinanya, merendahkannya. Tapi istri pun tetap menekannya sehingga hilang kesabaran suaminya tidak tertahan lagi, lalu mulai menganiayai istrinya dalam berbagai bentuk.



Dampak dari kdrt terhadap seseorang yang megalaminya dapat berupa cidera minimum atau ringan namun dapat juga mencapai cidera maksimum yaitu kematian. Hal ini semacam ini telah terjadi berkali-kali dalam kehidupan yang nyata sekarang ini.



1---B

Manusia tidak boleh menceraikan perkawinan

Menurut firman Tuhan bahwa manusia atau siapa pun tidak boleh terjadi perceraian dalam perkawinannya, karena seorang pria dan istrinya telah menjadi satu daging, mereka  keduanya telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu(Kej.2:24).



Firman Tuhan dalam Kej.2:24 mengatakan,

Laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan besatu dengan isterinyam, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia  dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Firman Tuhan dalam Mat.1:6 mengatakan,

Mereka bukan lagi dua, melainkan satu, karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia

Firman Tuhan Ef.5:23-24

23: Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan.

Karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

24: Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

25: Hai suami, kasihilah isterimu segaiamana Kristus mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya.

28: Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri. Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.



3--Kenyataan sekarang ini

Kenyataan dalam kehidupan sekarang ini, banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga telah terjadi, dari yang bersifat ringan hingga berat bahkan bisa berakhir pada kematian yang di alami oleh para istri atas perbuatan suaminya.



Namun banyak suami istri berpendapat bahwa istri harus tunduk pada suami seperti yang dijelaskan pada firman diatas(Ef.5:23-24). Jadi kalau suami menganiaya istri, sehingga istri mengalami cedera fisik, maka para istri itu harus menerimanya walaupun mengalami kesakitan fisik dan atau tekanan spikologis yang kadang-kadang berakibat fatal atau kematian.



Namun juga banyak para suami tidak mengindahkan pengertian “harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri, karena siapa yang mengasihi isterinya berarti mengasihi juga dirinya”(Ef.5:25,28).  Bila firman ini diterapkan oleh para suami, maka tidak ada KDRT dala ruma tangga, namun selalu terbalik.

Contoh:



Pasangan ini sangat berbahagia sejak awal perkawinan hingga mereka memperoleh dua putra, dan karir suaminya menanjak sangat cepat, sehingga dapat memperoleh kreditor untuk membangun jalan Tol di Manila, Filipin. Suaminya berkebangsaan Filipin, dan suatu saat dia memperoleh teman wanita Filipin dan ternyata mereka mulai saling menyayangi bahkan mereka berhubungan gelap. Istrinya yang berkebangsaan Indonesia mengetahui hubungan gelap tersebut, sehingga terjadi pertengkaran antara suami istri, dan saling melakukan kekerasan. Karena proyek di Manila, maka suaminya lama kelamaan tinggal di manila, lalu istrinya juga menusul ke Manila. Namun hubungan gelap tetap berlanjut bahkan makin berani, sehingga istrinya mengalami depresi lalu sakit sakitan. Suaminya sering tidak pulang dan istrinya menduga dia bersama wanita Filipin tersebut.    

Karena tekanan psikologis, maka suatu saat isterinya tidak mau makan bahkan dia tidak merasa kecing dan buang air selama dua minggu. Lalu mulai sakit perut. Setelah berkali-kali berobat, maka dokter mengatakan harus di operasi “colostomy”, yaitu: karena buang air besar (bab) tersendat maka harus di operasi untuk memasang selang sehingga bab bisa keluar melalui selang.

Operasinya berhasil dan dapat bertahan berbulan-bulan, walaupun isterinya merasa tersiksa dan sering masuk keluar rumah sakit.

Istrinya sangat senang bila suaminya datang mengunjunginya sewaktu di RS atau di rumah, karena suami sudah jarang tinggal bersama dengan dia. Istrinya mengatakan, “saya sangat senang kamu datang, tapi kamu harus hemat-hemat supaya duitmu tidak habis”, tapi suaminya tidak selalu mengunjunginya dan suatu waktu istrinya meninggal.



Pertanyaan:
a---Adik dari istrinya sangat kuat mempertahankan prinsip bahwa apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan oleh manusia, walapun kakaknya atau istrinya orang Filipin telah menderita cedera fisik dan psikologis.

Apakah salah bila kakaknya menceraikan suami Filipin tersebut, sebelum operasi colostomy, karena mungkin dia masih bisa hidup dan menikah lagi sehingga bisa bahagia? Karena Tuhan ciptakan manusia bukan untuk menderita tapi untuk hidup bahagia..

b---Apakah salah untuk menghindari kematian, maka sebaiknya dia ceraikan suaminya?

c---Banyak orang tidak melihat ayat dari firman secara lengkap karena di ayat lain pun mengatakan bahwa suami harus menyayangi istri bukan menganiaya.



Dalam agama Katolik, sangat dilarang suami istri bercerai walaupun telah terjadi kekerasan fatal. Namun bila kekerasan yang berlebihan (sebelum terjadi fatal) diproses secara benar oleh gereja katolik, maka ternyata Paus pun atau orang yang tertinggi di agama Katolik memperbolehkan perceraian. 



Penutup

Perceraian tidak boleh terjadi antara suami istri, namun KDRT sering terjadi dalam keluarga, yang umumnya berawal dari perbuatan pihak suami, lalu istrinya ingin meluruskannya, namun para suami umumnya ego yang tinggi dan merasa harga dirinya terhina sehingga menekan istrinya dengan cara menganiaya. Namun dalam hal tertentu kedudukan tertinggi di agama katolik yaitu Paus memperbolahkan perceraian.



Terima kasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, mohon sharing.



PenulisEddyWarbung