Minggu, 17 April 2011

Tetap percaya pada Tuhan .

Tetap percaya pada Tuhan .


Ada rekonsiliasi antara orangtua dan anak, tapi  3 tahun terakhir
anak tidak menjawab telpon dan email.  Orangtua kecewa, tapi
ada ketegaran berupa firman Allah.


Latar belakang.

Pernahkah anda mendengar cerita “perumpamaan anak hilang“ (tolong lihat di Lukas 15:11-32) di alkitab?. Cobalah baca, pasti menarik dan banyak pertanyaan akan timbul. Ada juga orangtua yang pernah mengalami mirip dengan cerita ”Perumpamaan Anak Hilang”. Dan pasti bahwa semua orangtua menghendaki yang terbaik untuk anaknya, misal; pendidikan yang baik, sejahtera hidupnya dikemudian hari dan sehat terus menerus. Tapi bagaimana prosesnya, apakah itu bisa diterima oleh anaknya?.


Materi yang akan di sharing “Tetap percaya pada Tuhan”

Saya pernah mengenal satu keluarga muda, professional dan energetic. Mereka  menginginkan anaknya lebih berhasil dari mereka sendiri, mereka secara berlomba-lomba mendidik dan membimbing anak hingga SMA. Sejak anak-anak masuk universitas, orangtua tidak lagi mengawasi mereka karena dianggap sudah dewasa, dan hampir setiap pagi keluarga ini doa bersama sebelum melakukan kegiatan masing-masing.

Di masa pendidikan di universitas, anak ini tertinggal 4 tahun karena mengalami narkoba, tapi 5 tahun kemudian anak tsb graduated dari university di luar negeri dan sudah 4 tahun menikmati pekerjaan dan kehidupan layak menurutnya. Tapi 3 tahun setelah anak tsb bekerja dia tidak  mau menerima telpon atau membalas email dari orangtuanya yang berada di Indonesia. Dan orangtua sangat kecewa.

Orangtuanya berpikir-pikir kesalahan apa yang telah diperbuat. Segala macam perasaan tercampur baur dalam benak kepala, rasanya seperti akan menjadi gila. Tapi ketegaran orangtua bisa bertahan dan berakar karena adanya penguatan mental dan tingkah laku, yaitu; firman Tuhan:

1.      Amsal 3:5 (isinya: Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri)
2.      Lukas 15:4-7( judul perikop: Perumpamaan tentang domba yang hilang. Ayat-5:Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakannya diatas bahunya dengan gembira )
3.      Lukas 15:11-32 ( judul perikop: Perumpamaan tentang anak yang hilang. Ayat-24:Sebab anakku ini telah mati dan  menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria).
4.      Markus 11:24 (Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan,  percayalah bahwa kamu telah menerimanya,  maka hal itu akan diberikan kepadamu)

Sebetulnya rekonsiliasi sudah diterima antara pihak orangtua dan anak, tapi yang tidak dimengerti oleh orangtua adalah kenapa 3 tahun terakhir anak tsb tidak mau menjawab telpon dan email dari orangtuanya. Walaupun demikian orangtua tetap menunggu karena kasih sayangnya terhadap anak.

God Bless You


Penulis.

Sabtu, 09 April 2011

Sudahkah anda memilih kebutuhan hidup sesuai firmanNya?


Lanjutan untuk penjelasan: Kebutuhan fisik
Kutipan dari judul: “Apakah anda robot atau yang berakal budi (bagian dari kasih)”
Yang diterbitkan pada tgl:  23  / Maret / 2011.
Diterbitkan oleh: piker-positif.blogspot.com

Saya Eddy Warbung mengucapkan terimakah kepada anda karena telah
luangkan waktu untuk membaca artikel ini, dan tanggapan anda sangat
saya harapkan di website: pikir-positif.blogspot.com atau pada
email: pikir.positif@gmail.com Karena dengan menulis artikel ini 
bukan berarti saya sudah sempurna.

Sudahkah anda memilih kebutuhan hidup sesuai firmanNya?

Latar belakang

Tuhan mencipta manusia dan berfiman supaya manusia beranak cucu untuk memenuhi bumi (Kejadian 1:26-27). Tetapi setelah manusia berbuat dosa, mereka harus keluar dari taman Eden dan harus bekerja supaya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan untuk terjadinya kehendak Allah maka kepada semua manusia diberikanNya antara lain 10 Perintah Allah yang sampai sekarang ini masih merupakan salah satu dasar dalam pembentukan moral dan mental manusia, sehingga kebutuhan hidup yang dipilih oleh manusia bisa lebih berkualitas dan bermanfaat. Yang menjadi pertanyaan apakah manusia masih tetap mendengar atau patuh pada 10 Perintah Allah (Keluaran 20:2-17) yang mendasar itu ?.


Materi yang akan di sharing

Dalam proses kehidupan manusia, ada beberapa faktor yang penting misalnya salah satu kebutuhan fisik yang beraneka regam, apakah untuk diri sendiri, keluarga, organisasi, dll  (perlu diketahui bahwa kebutuhan fisik tidak sama  dengan  5 tingkat kebutuhan manusia yang dijelaskan  teori Maslow, dari Perancis).   Sehingga untuk hidup, maka fisik manusia memerlukan beberapa kebutuhan, antara lain:  
  1.  Sandang pangan (sesuatu yang bisa dilihat, dipegang, dirasa, dinikmati)
  2.  Pekerjaan untuk status sosial sekaligus untuk cari nafkah (sesuatu yang tidak bisa dilihat lihat tapi bisa dirasa secara emosional).
  3. Pasangan hidup untuk kelanjutan generasi (bisa dirasa oleh panca indra dan emisional).

Semua kebutuhan yang dijelaskan pada butir-butir diatas itu dipilih dan ditentukan oleh manusia atau anda sendiri, jadi keputusan berada ditangan anda, bukan orang lain. Dan keputusan yang anda ambil selalu berdampak positif atau negative, yang bisa mengakibatkan senang atau kecewa / untung atau rugi, dll, pada waktu itu atau nanti diwaktu yang akan datang.


Peringatan dari Tuhan

Agar keputusan yang anda pilih membuahkan hasil dan/yang berdampak positf, maka ada beberapa firman yang mendukung 10 Perintah Allah ( firman 10 perintah Allah sangat panjang, singkatnya sbb: kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. )  tsb di alkitab yang menyatakan, sbb:   
  • Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
  • Yehezkiel 36:27 RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.
  • Matius 21:22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya
  • Matius 21:21. Aku berkata kepadamu, sesungnguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Hal ini akan terjadi.


Kebutuhan yang dipilih masih tidak tepat

Umumnya yang berbuat “pilih tidak tepat” adalah anda sendiri, Tuhan tidak merubah peraturanNya selain itu ke-peka-an anda terhadap Tuhan sudah berkurang, a.l; kurang sabar, kurang percaya, kurang yakin (Mat21:21), nafsu dan emosional, keras hati, tidak menepati perintah Tuhan. Juga pendekatan dan hubungan dengan Tuhan sudah berkurang, a.l; kurang berdoa (Mat 21:22) dan kurang sediakan waktu, sehingga salah pilih kebutuhan, misalnya:
  • Kebutuhan makanan dan minuman, bila anda terus menerus makan yang berlemak tinggi maka suatu ketika anda bisa kena serangan jantung. Terlalu banyak makan manis maka terjadi penyakit gula, terlalu asin makanannya maka terjadi penyakit darah tinggi, dll. (terlalu banyak takarannya adalah tidak baik)
  • Kebutuhan pekerjaan, dalam hal ini pekerjaan yang dipilih harus yang disenangi dan untuk cari nafkah bukan untuk mencari status, korupsi dan merugikan rakyat
  • Kebutuhan pasangan hidup untuk membentuk keluarga, ada pria/wanita karena merasa relative sudah tua sehingga kemungkinan siapa yang mendekatnya dianggap adalah pasangan hidupnya sehingga bersedia menikah walaupun pasangannya belum serius sehingga bisa merugikan pasangan hidupnya atau keluarganya sendiri.
  •  Kebutuhan gedung DPR yang salah momen-nya karena mahal sekali dan di lain pihak kinerja anggota DPR rendah, perumahan rakyat sangat kurang, sarana jalan rendah dan pekerjaan untuk rakyat sedikit. DLL.

Sudah tentu bila anda mengingini agar kebutuhan terpenuhi anda harus bekerja secara baik (Kolose 1:29 Itulah yang kuusahakan dan kupergunakan kuasaNya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku) dan jangan tinggalkan Tuhan,  percaya padaNya dan terus menerus tingkatkan hubunganmu.

God Bless You.

Penulis.

Rabu, 30 Maret 2011

Bersandarkah pada pengertianmu atau percaya Tuhan ?

Saya Eddy Warbung, mengucpakan terima kasih kepada anda karena telah
 meluangkan waktu membaca artikel ini,  dan izinkanlah saya menunggu tanggapan



Bersandarkah pada pengertianmu atau percaya Tuhan ?


Latar belakang.

Bersandar, apa sebetulnya ?. Kata kerja-nya sandar. Misalnya tangga yang berkaki dua disandarkan ke tembok agar kokoh dan bisa dinaiki supaya bisa mengerjakan sesuatu. Orang pincang umumnya bersandar pada tongkat berkaki satu, tapi ada walker (empat kaki) sebagai alat bantu jalan,  lebih aman dan susah jatuh, jenis ini yang digunakan oleh orangtua yang sudah lemah fisik untuk bersandar pada walker supaya bisa berjalan lebih lama. Anak-anak kecil sering terlihat bersandar pada orangtua karena mereka merasa aman dan bermanja-manja kepada ayah ibunya.

Jadi bersandar itu perlu karena merasa aman, tidak jatuh, percayai seseorang, perlindungan, bisa maju, mengharapkan bimbingan, dll. Tapi ada firman yang mengatakan bahwa percaya lebih baik dari pada bersandar kepada sesuatu, misalnya firman (Amsal 3:5 Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri).


Materi untuk sharing (sesuai topic):

Bersandar pada pengertiannmu sendiri bisa diartikan: sangat mengandalkan kemampuannya sendiri, merasa aman dan terlindung karena pengetahuanya yang dimiliki, tidak mudah menerima pendapat orang lain, keras hati, tidak memperhatikan kepentingan orang lain. Secara ekstrim ciri-ciri seperti ini cocok untuk Hitler, Musolini, atau individu yang melakukan korupsi, dan yang lain lagi. Jadi berpendapat bahwa  keberhasilannya semata-mata adalah karena pengertian yang dimilikinya.

Pertanyaannya kenapa bersandar pada “pengertianmu sendiri” mendapat pengertian yang relative agak berat sebelah atau negatif,  karena:
  • ·         A)-Hanya mengandalkan kekuatan individu sendiri (tidak ada iman kepada Tuhan)
  • ·         B)-Manusia mempunyai emosi, harga diri, ingin memiliki, tidak merasa puas. Sehingga cenderung bahkan sering melewati batas kewajaran yang susah dikendalikan oleh individu itu, akibatnya bisa menimbulkan kelakuan abnormal, yang akhirnya bisa merugikan diri sendiri dan orang lain, contoh ekstrim Hitler

Dan kelakuan ini bisa dikendalikan bila individu itu mempunyai iman yang kuat kepada Tuhan dan juga percaya kepada Tuhan. Jadi keinginan untuk percaya pada Tuhan akan menimbulkan pertumbuhan iman disertai perbuatan yang sebanding. Percaya pada Tuhan adalah yang utama, dan pengertian “percaya” sangat luas dan mendasar seperti yang terlihat pada firman-firman dibawah ini:
  1. 1.      Yoh.3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yg percaya kepadaNya tidak binasa,  melainkan peroleh hidup yang kekal (singkatnya: percaya pada kepadaNYA  tidak  binasa dan peroleh hidup kekal)
  2. 2.   Rom 4:3. Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.(singkatnya: Abraham percaya, Tuhan memperhitungkan sebagai kebenaran)
  3. 3.      Rom 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (singkatnya: orang percaya dibenarkan dan diselamatkan)
  4. 4.   Yoh.14:1. Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu (singkatnya: jangan gelisah percayalah Allah)

Jadi percaya kepada Allah diawali bertumbuhnya iman serta ada perbuatannya, tapi bersandar pada pengertianmu hanya tergantung pada kekuatanmu sendiri dan tidak ada yang lain. Oleh karenanya Jesus berkata:
  •  ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh.14:6).
  •  Aku adalah gembala yg baik. Gembala yang memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yoh.10:11).

Dengan adanya perkataan Jesus di firman Yoh.14:6 dan Yoh.10:11 maka pasti anda akan memilih mencintai Allah dengan segenap hati, dan jangan bersandar pada pengertianmu karena itu adalah pilihan yang salah.

Semoga artikel ini dapat menentukan sikap anda.

Terima kasih, telah meluangkan waktu membaca artikel ini,  dan izinkanlah saya menunggu tanggapan anda di http://pikir-positif.blogspot.com atau di email pikir.positif@gmail.com

Tuhan memberkati anda.

Penulis.


Rabu, 23 Maret 2011

Apakah anda robot atau yang ber-akal budi (kasihi)?



Keterangan:
Saya eddy Warbung mengucapkan terimakasih karena telah membaca artikel ini.
Tangapan anda saya tunggu di http://pikir-positif.blogspot.com  atau email:


Apakah  anda robot atau   yang  ber-akal budi (kasihi)?


Latar belakang

Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya (Kejadian 1:26) dan setelah manusia mengenal dosa maka manusia harus bertahan hidup secara sehat dan wajar, setiap manusia harus memenuhi a.l:      a-kebutuhan fisik       b-aktivitas
c-pikiran yang positif            d-keinginan dan niat.

Percayakah bahwa ada kalanya ke-empat pemenuhan (a, b, c dan d) ini saling bersaing sehingga apabila manusia tidak bisa mengendalikannya maka nantinya ada yang mengutamakan kebutuhan fisik, atau aktivitas atau pikiran yang positif berupa visi, atau hanya niat-nya. Secara sadar atau tidak banyak orang menyeimbangkan ke-empat-empatnya tapi ada juga banyak orang yang mengutamakan salah satunya sehingga dapat menimbulkan dampak baik atau buruk. Bila anda melakukan sesuatu atas dasar kasih   kepada siapa saja, berarti anda sudah melaksanakan akal budi (yang merupakan bagian dari kasih, Matius.22:37).  


Yang akan di-sharing sesuai topic.

Dalam menempuh hidup, setiap manusia harus memenuhi beberapa syarat a.l.:
  1.  Kebutuhan fisik (setiap masa berbeda, misalnya: kebutuhan bayi tidak sama seperti remaja, atau nenek/kakek) harus seimbang, bila terlalu mengutamakan salah satu elemen dari kebutuhan fisik maka akan berdampak positif atau negative.
  2. Aktivitas adalah suatu kegiatan fisik atau pekerjaan yang dilakukan secukunya dan seimbang. misalnya; olahraga terlalu berat,kerja hingga larut malam terus menerus, terlalu lama traveling untuk bisnis, terlalu lama tidak komunikasi dengan anak-anak, karena akan ketagihan
  3. Pikiran positif berupa pikiran yang tidak mencurigakan, terbuka, tidak ada maksud untuk merugikan orang, pengajukan pendapat yang rational, kritik membangun, memperhatikan pendapat orang lain, dll, terlalu mengutamakan salah satu elemen akan berdampak positif atau negative. Juga jauhkan segala pikiran yang negative.
  4. Informasi selalu masuk melalui panca indra (mata, hidung, lidah dan kulit) dan diteruskan ke hati dan otak, bila anda mengingini dan berniat, maka otak mulai bekerja untuk bagaimana mendapatkannya. Ingin dan niat harus di lakukan bila tidak hanya berupa bermimpi, dan sebaiknya ingin dan niat harus diikuti oleh butir 1,2 dan 3 secara teratur menurut prioritas dan harus seimbang karena kalau tidak akan berdampak positif atau negative.

Dan apa hubungannya dengan ROBOT, yaitu bila:
  • ·         A-Dalam melaksanakan tugas anda mengutamakan butir 1 & 2, dan sedikit sekali mengikut sertakan butir 3 seperti. Jadi hanya bertindak bila ada instruksi.
  • ·         B-Dalam melaksanakan tugas anda menggunakan butir 1, 2 dan 3, secara penuh. Dan semua tugas masih didasarkan atas instruksi, inisiatif yang anda milika masih rendah.
  • ·         C-Dalam melaksanakan tugas anda menggunakan butir 1,2,3, secara seimbang, dan butir walaupun 4 masih rendah pengaruhnya.  
  • ·         D-Dalam melaksanakan tugas anda menggunakan butir 1,2,3 dan 4 secara penuh,  seimbang dan teratur.

Adakalanya butir 1,2,3 dan 4 itu saling bersaing dalam benak pikiran anda, maka itu menunjukan anda masih labil dan bila hal bersaing (tidak ada kepastian keputusan)  tetap dilaksanakan maka akan berdampak positif atau negative, kalau positif berati baik, tapi umumnya negative sehingga bisa terjadi bahwa segala hasil (karir dan harta) yang dicapai bisa hilang/lenyap, jadi sia-sia belaka. (Pengkotbah 2:21)

Sehingga semua kegiatan yang dilakukan untuk kepentingan siapa saja sebaiknya didasarkan atas kasih (1Korintus 13:4-8) seperti “kasihi Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, jiwamu, akal budimu (Matius 22:37) dan bukan seperti robot.

Setelah anda membaca artikel ini, maka saya yakin bahwa anda lebih baik dari pada yang dijelaskan di artikel diatas.

Tuhan bersama anda dan memberkati anda.

Penulis.

Catatan: Adalah sangat indah bila anda buka Alkitab dan membaca sereta merenungkan firman-firman diatas seperti Kejadian 1:26, Matius 22:37, Pengkotbah 2:21, 1Korintus 13:4-8. Bila anda ingin bertanya sehubungan dengan artrikel diatas silahkan hubungi saya melalui email yang disebut diatas.

Sabtu, 19 Maret 2011

Kenapa berkat anda dinikmati orang lain ?


Keterangan:
Saya, Eddy Warbung, mengucapkan terima kasih atas waktu yang diluangkan untuk membaca artikel ini krn maksud saya adalah positif, bila anda merasa terganggu dan tidak suka sehingga merasa terganggu diwaktu tidur maka langsung saja di-delete dan tidak perlu disebarluaskan kepada orang lain. Bila anda bedrkenan saya tunggu tanggapannya di www.pikir-positif.blogspot.com atau email pikir.positif@gamil.com
  
                                        
                         Kenapa berkat anda dinikmati orang lain

Latar belakang

Semua ketekunan dan usaha adalah baik, terutama bila ditujukan untuk kepentingan keluarga dan  orang-orang yang patut untuk dibantu. Dan motivasi untuk membantu sebaiknya didasarkan pada kasih akan Tuhan (firman Tuhan, Matius 23: ayat 37-40). Di lain pihak ada beberapa individu yang berkatnya sangat melimpah tapi di salurkan ke orang yang tidak berhak menerimanya karena berbagai motivasi, (firman Tuhan, Pengkotbah 2:26).


Masalah yang akan di sharing (sesuai topic)

Karena ketekunan dan kerja keras sehingga berkat yang anda peroleh sudah wajarnya dinikmati oleh istri/suami dan anak-anak dan keluarga dekat juga untuk orang yang patut dibantu. Tapi ada kalanya orang lain juga turut menikmati sebagian dari berkat tsb, bahkan ada yang menerima bagiannya lebih besar, dibandingkan dengan keluarga yang hanya menerima bagian kecil, sehingga sering terjadi argumentasi bahkan bisa keretakan dalam keluarga.

Ada juga orang yang kerja keras dan peroleh berkat melimpah ruah tapi banyak mengalir keluar, misalnya milyaran rupiah setiap bulan untuk kepengintan yang sia sia. Kenapa sia-sia karena komunikasi yang tidak menyenangkan di dalam keluarga sendiri, sehingga dia bisa menempuh gaya hidup yang tidak wajar selain itu dia mempunyai kepribadian yang tidak mau mengalah, keras hati, sombong, pemarah, tidak sabar, curiga, dengki,  dll.  

Sebetulnya sebelum anda terjerumus dalam arti berkat anda diambil untuk orang yang tidak berhak menerimanya, pasti sudah ada peringatan dan ajaran yang melarang, yaitu:

Peringatan yang timbul dari hati nurani anda sendiri:

  • 1.      Kepekaan anda akan firman, seperti semacam ada suara dari dalam hati, yaitu suara hati nurani, karena sejak lahir hingga saat ini anda diajarkan akal budi dan dikonfirmasi berkali-kali mana yang baik dan jahat, senang dan susah, sayang dan benci, dll. Kalau kepekaan tinggi maka suara hati nurani makin sering terdengar sehingga anda  mempertimbangkan kembali akan melaksanakan atau tidak. 
  • 2.      Ketika anda mulai berniat untuk berbuat salah, maka suara hati nurani mulai memberikan alaram untuk jangan berbuat. Tapi sering orang melanggarnya. Karena dosa makin menebal


Sebagian ajaran dan peringatan yang dikutib dari ayat-ayat Alkitab sbb:

  • 1.      Ajaran ini untuk membuat anda tetap terima didikan dan tidak bosan terima peringatan, jadi supaya lebih peka sehingga konsisten tidak berbuat dosa. Lihat, Amsal 3:11 Hai anankku, jangan engkau menolak didikan Tuhan, dan jangan engkau bosan akan peringantannya.
  • 2.      Seorang ayah akan berbuat segalanya untuk meningkatkan kualitas seorang anak jika ayah menegornya itu adalah maksud baik. Lihat Amsal 3:12 Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihiNya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.
  • 3.      Siapa yang memberikan berkat secara benar dan tepat seperti arahan Tuhan maka berkatnya akan mudah didapat. Amsal 11:25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan. Siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
  • 4.      Yang patuh dan mengikuti kehendak Tuhan maka dia juga terus diberkati  . Amsal 3:9 Muliakan Tuhan dengan hartamu  dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu. Amsal 3:10 Maka lumbung-lumbung akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah angurnya.
  • 5.      Berkat yang diperoleh karena ketekunan dan kerja keras sesuai arahan Tuhan dapat diwariskan ke anak cucunya. Sebaliknya berkat orang berdosa tidak dinikmatinya, tapi orang lain. Amsal 13:22 Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.

Diwajibkan kerja keras tapi berkat untuk orang lain.

1.      Kerja keras tapi sia-sia, jadi bekerja keras tapi berkatnya untuk orang lain. Pengkotbah 2:26 Karena kepada orang yang dikenankanNya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kekuasaan, tetapi orang yang berdosa ditugaskanNya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikan kepada orang yang dikenan Allah. Ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin

Walaupun sudah ada peringatan, ajaran dan suara hati nurani, tapi karena dosa maka anda sudah tidak peka sehingga berkat yang dihasilkan hanya untuk orang lain, jadi sia-sia belaka. Bila anda termasuk salah satu individu yang dijelaskan diatas maka tinggalkan kebiasaan yang tidak menguntungkan dan segera mencari Tuhan dan mohon pengampunan, karena Dia maha pengasih.

Terima kasih sudah meluangkan membaca artikel ini, semoga berguna, dan Tuhan memberkati Anda.

Penulis.