Minggu, 15 November 2020

Apakah doamu dikabulkan

 

Latar belakang

Setiap orang yang berdoa untuk berbagai keinginannya, pasti mengharapkan doanya akan dikabulkan Tuhan, namun kenyataannya tidak selalu demikian.   

                                                                                                           

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

1---Apa itu berdoa

Berdoa adalah suatu tindakan yang menghubungkan diri dengan Tuhan yang antara lain melalui perkataan yang terdengar atau tanpa terdengar. Atau percakapan antara Tuhan dengan seseorang di dalam hatinya. Misalnya:

a--Percakapan  antar Allah dengan Abraham. Jadi firman Tuhan datang kepada Abraham(Kej.15:1-6). Dalam percakapan ini Abraham memohon keturunan lalu Tuhan menjanjikan akan memberikannya. Juga Tuhan berfirman kepada Musa(Kel.3:2-6), yaitu ada api di semak belukar tapi tidak membakar semua belukar tersebut.

b--Tuhan yang mendahului dialog dengan Abraham atau seseorang atau Anda

c--Anda mendahului berdialog dengan Tuhan dan memohon sesuatu untuk kepentinganmu, seperti biasanya Anda lakukan setiap pagi, malam dan mungkin juga di setiap kesempatan yang memungkinkan.

d--Berdoa sangat luas artinya karena dapat mencakup seluruh aspek kehidupanmu yang sangat beragam. Karenanya Yesus mengajarkan doa yang bersifat keseluruhan, yaitu:

Doa Bapak Kami”

e--Sewaktu berdoa sebaiknya permohonanmu yang wajar dan masuk akal, karena tidak mungkin Tuhan mengabulkannya, contoh: Anda meminta menjadi penerbang tapi sekolah SD nya belum tamat sebab umurmu masih  belum dewasa.

f--Tidak semua permintaan melalui doa dikabulkan Tuhan karena mugnkin tidak sesuai dengan rancanganNya

 

2---Apakah Tuhan mengabulkan doamu

 

Dalam perikop “Hal pengabulan doa” di Matius (lihat di Alkitab), ada penjelasan mengenai hal tersebut. Yaitu: Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapatkannya; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu(Mat.7:7).  Karena setiap orang yang meminta akan menerima, dan setiap orang  yang mencari akan mendapat, dan setiap orang yang mengetok maka baginya pintu akan dibukakan. Sebab, adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anakmu, jika ia meminta roti atau makanan, atau memberi ular atau batu jika anakmu atau istrimu meminta makan(Mat.7:9)?.

 

Jadi bila kamu yang jahat atau koruptor atau pencuri, tahu memberi pemberian yang baik kepada anak istrimu, apalagi Bapamu yang disurga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya(Mat.7:11).

 

Bila hal yang menyangkut kebutuhan mendasar atau katakanlah mengenai “sandang pangan papan” (makanan pakaian tempat-tinggal), maka Tuhan akan mengaturnya sesuai kehendakNya. Namun sebelum berdoa untuk memohon sesuatu kepada Tuhan Allah, maka pastikanlah Anda telah menganut ajaran kristiani. Hal ini penting karena kepada siapa imanmu itu tertuju. Sehingga  sedalam apa imanmu atau semurni apa imanmu terhadap Tuhan Allah. Karena kemurnian iman tergantung kepada siapa imanmu tertuju dan mengaplikasikan ajarannya, apakah kepada mamon, ilah-ilah, figur manusia atau roh-jahat atau, bila demikian itu adalah keliru.

Beriman harus tertuju kepada Tuhan Allah dan aplikasi ajaranNya untuk sesama manusia. Sebab bila iman telah sebesar biji sesawi saja maka gunung pun dapat Anda perintahkan untuk pindah ke tempat lain(Mat.17:20). Hal ini dapat terjadi karena kedekatan Anda dengan Tuhan Allah. Sehingga Tuhan yang memeri kemampuan padamu untuk memerintahkan gunung itu berpindah. Jadi Tuhan dapat mengabulkan doamu tergantung antara lain, pada:

a---semurni apa imanmu terhadap Tuhan Allah

b---Anda telah menganut ajaran serta percaya padaNya

c---seberapa dekat relasimu dengan Tuhan Yesus, karena Dia juga dapat menentukan pada saat itu untuk masuk ke surga. Contoh: seorang yang disalib bersama Yesus.

d---sesuai rancangan Tuhan Allah  

 

Karenanya, selalu percaya dan lakukan ajaranNya, itu akan memurnikan imanmu, jadi tidak ada kebencian, dendam, kesombongan, dan lain-lain, yang tersimpan dalam hatimu, sehingga kegiatan setiap harimu pasti diberi kemudahan oleh Tuhan sehingga selalu berhasil .

 

Jadi penjelasan di Matius 7 ayat 7, tidak bisa di terima secara tertulis, namun lakukan seperti yang dijelaskan di 2a,b,c,d diatas.

 

Penutup

Dikabulkan doamu atau tidak tergantung dari bagaimana imanmu dan pelaksanaannya, misalnya yang dijelaskan di 2a,b,c,d. Namun demikian Tuhan Allah mempunyai mempunyai kehendak sesuai rancanganNya, apakah doa mu akan di kabulkan atau tidak.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  WRF

(Kej.15:1-6).

(Kel.3:2-6),

(Mat.7:7). 

(Mat.7:9)?.

(Mat.7:11).

(Mat.17:20).

Sabtu, 07 November 2020

Pribadimu berada di hukum-Taurat atau hukum -Kasih

 

Latar belakang

Karena Anda sedang mengalami suatu hal tertentu sehingga kepribadianmu berada dalam suasana hukum-Taurat atau hukum-Kasih, namun kelanjutannya itu tergantung dari peranan kehendak bebasmu dan pelaksanaannya(Yak2:22).

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

1---Hukum Taurat

Tuhan memperkenalkan Sepuluh Perintah Allah atau hukum-Taurat(Kel.20:1-17) secara tertulis, melalui Musa kepada bangsa Israel yang pada waktu itu berada di padang gurun Sinai serta pegunungannya(Kel.19:1), karena mereka telah meninggalkan tanah Mesir dan menuju ke tanah terjanji dan untuk kepentingan kemajuan pribadi mereka.  

 

Sewaktu bangsa Israel di Mesir dan dalam perjalanan menuju tanah terjanji, maka kepribadian mereka sangat buruk dan masih bersifat seperti budak, misalnya; kasar, pergaulannya buruk, siapa kuat otot dia akan menang, merampas milik orang lain, menunggu perintah lalu berbuat, hanya untuk kepentingan diri sendiri, mencuri, berzina dan lain-lain.

 

Untuk menghilangkan sifat buruk tersebut, maka Tuhan memberikan hukum-Taurat supaya pergaulan mereka lebih manusiawi, misalnya: jangan membunuh, jangan berzina, jangan mengingini harta milik orang lain(Kel.20:1-17). Dan hukum ini hingga sekarang masih berlaku bahkan sebagiannya terdapat dalam undang-undang di seluruh negara, karena kenyataannya masih sering terjadi hal-hal seperti yang dilakukan bangsa Israel sewaktu masih di gurun pasir, dan ada beberapa pejabat yang masih melakukan perbuatan buruk seperti itu.

 

Jadi hukum Taurat tersebut bersifat pengajaran untuk menjelaskan, sbb:

a---Hubungan manusia dengan Tuhan (ayat 1-11, dalam ayat 2 s/d 7 diawali dengan jangan,

b---Peringatan Ayat 8 s/d 11, 

c—Hormati ayah ibumu,  ayat 12 

d---Bersifat larangan 13 s/d 17, untuk kepentingan sesama manusia, diawali dengan jangan.

 

Banyak orang hanya mengerti hukum Taurat seperti yang tertulis, namun sebetulnya hukum itu dijiwai oleh: keadilan, belas kasihan dan kesetiaan. Dan bukan hanya membayar persepuluhan tapi abaikan jiwa dari hukum tersebut(Mat.23:23).

 

2---Hukum kasih

 

Dalam dunia ini , ada hukum yang terutama dan yang pertama yaitu Hukum Kasih(Mat22:38). Secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut:

a---Kasihilah Tuhan , Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu(Mat.22:37).

b---Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri(Mat.22:39).

c---Pada kedua hukum ini (2-a, 2-b)  tergantung hukum Taurat dan kitab para nabi(Mat.22:40)  (nabi-nabi mengajarkan menjelaskan bagaimana baiknya melakukan hukum Taurat)

 

Hukum ini sangat luas dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia bahkan juga berlaku untuk lingkungan di mana kita berada

 

3---Kenyataan hukum-hukum ini dalam penghidupan sekarang.

Bertanyalah pada dirimu, sebagai berikut:

Bila Anda masih selalu dalam ruang lingkup jangan-jangan, atau selalu diperingat, dan larangan, apakah Anda dapat berkreasi dan berbuat sesuatu positif yang keluar dari pikiranmu. Karena persyaratan jangan-jangan, atau selalu diperingat, dan larangan, harus Anda penuhi terlebih dahulu supaya dapat hidup lebih baik. Jadi ada tekanan psikologis, mungkin juga tekanan psikis, mental dan etika.

Untuk manusia yang berpengetahuan biasa saja atau rata-rata atau hidup normal, maka penjelasan di atas sangat mengikat mereka namun bila mereka bersifat baik, maka hal tersebut tidak mengganggu mereka, inilah yang disebut berada dalam sifat kasih.

 

Jadi bila Anda terbebas dari hukum Taurat maka Anda akan berada dalam hukum Kasih, sehingga dapat berbuat hal-hal yang positif, berkreasi dan memajukan kehidupanmu yang baik dan juga akan mempengaruhi orang lain, untuk berbuat demikian.

 

Tapi kenyataan banyak orang berpengetahuan tinggi yang masih berada dalam naungan hukum Taurat, karena sesaat saja mereka bisa berzina, berkorupsi, cari celah untuk berbuat serong, walaupun sengsarakan rakyat atau orang tertentu. Semuanya perbuatan itu untuk kenikmatan diri sendiri atau kelompok. Sehingga setelah kenikmatan maka si pelaku beralih lagi sebagai pelaksana suci dari hukum kasih. Jadi ini setan-setan.   

 

Penutup

Berusahalah supaya Anda mengendalikan diri sehingga tidak berada dalam naungan hukum Taurat tapi dalam hukum Kasih, jangan mengikuti beberapa petinggi yang mempermainkan hukum.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  WRF

(Yak2:22)

(Kel.20:1-17)

(Kel.19:1),

(Mat.23:23).

(Mat22:38).

(Mat.22:37).

(Mat.22:39).

(Mat.22:40)

Minggu, 01 November 2020

Kasih karunia datang oleh Yesus

 

Latar belakang

Kasih karunia yang Anda dapatkan adalah pada Yesus(Yoh.1:17), karenanya gunakan keinginanmu untuk memperolehnya

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

Apa itu Karunia

Yang dimaksud dengan karunia1 adalah “pengasihan Allah” atau “karena Allah kasihan sehingga memberikan sesuatu” yaitu berupa kemurahan hati dalam bentuk  kasihan kepada anak-anak, dalam hal ini adalah umat Israel(Za.12:10).

 

Apa itu Anugerah

Kemudian Tuhan menganugerahkan atau “memberi kemurahan” berupa pengampunan dosa(Kel.33:19) kepada kepada anak-anak, dalam hal ini umat Israel.

  

Pemberian berupa Hukum Kasih

Selain sebagai pengampunan dosa, Allah juga mengaruniakan anugerah atau kemurahanNya sebagai pemberi kasih (kasih disini adalah Hukum Kasih Mat.22:37-40 dan 1Kor.13:4-8), yang tidak semestinya diberikan(Yes.63:7), namun diberikannya kepada anak-anak, dalam hal ini umat Israel

 

Inti dari penjelasan di atas yang sangat singkat mengenai karunia, anugerah dan

kasih, adalah:

Firman yang terdapat dalam Perjanjian Baru atau PB, yaitu bila anugerah Allah dihubungkan dengan Yesus yang dalam pribadiNya memperlihatkan kemurahan Allah terhadap manusia. Maka dalam Yesus  sendiri terdapat karunia yang berlimpah-limpah dan kebenaran(Yoh.1:14-17) yang pasti.

 

Penjelasan di atas adalah kutipan yang disesuaikan dengan memakai kalimat yang secara umum untuk mudah dimengerti, dari KAMUS ALKITAB BROWNING WRF.

 

Apa manfaat judul artikel ini untuk anda

 

Anda telah mengetahui bahwa kasih karunia terdapat berlimpah-limpah dalam Yesus, seperti yang di jelaskan di atas. Juga kasih dan karunia pun dapat diberikan kepada siapa saja yang Tuhan hendaki(Rm.9:15).

Gunanya artikel ini adalah memperoleh karunia dalam kehidupanmu  dengan cara:

a--Tingkatkan akal budimu atau berusaha secara wajar dan baik(Ams13:15)

b--Setiap orang yang berusaha akan mendapat karunia, jadi bukan hanya untuk orang yang cerdik dan pandai(Pkh.9:11).

c--Berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi(1Kor.12:31).

 

Sehubungan dengan penjelasan di atas maka tergantung dari kehendak bebasmu untuk melakukannya namun pilihlah yang baik dan jangan yang mengakibatkan penderitaan, kerugian, fatal, dan lain-lain

 

Penutup

Sumber kasih karunia ada pada Yesus, karenanya berusahalah untuk memperolehnya untuk kehidupanmu, karena Dia akan memberikan jalan yang terbaik untuk memperolehnya.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i

Yoh.1:17

 

1Kamus Alkitab  terjemahan A DICTIONARY OF THE BIBLE, oleh Browning WRF, ISBN 978-979-687-393-7, Cet-5 Jakarta, Gunung Mulia, 2010,  Hal-173, kol-1

 

(Za.12:10).

(Kel.33:19)

Mat.22:37-40  

1Kor.13:4-8),

(Yes.63:7),

(Yoh.1:14-17)

(Rm.9:15).

 (Ams13:15)

 (Pkh.9:11).

 (1Kor.12:31).

Minggu, 25 Oktober 2020

Mengenai hukum Taurat

 

Latar belakang

Tuhan yang menulis hukum Taurat pada sekeping batu lalu memberikannya kepada Musa untuk diperkenalkan diajarkan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, oleh setiap orang antara lian bangsa Israel. 

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

Tuhan yang berikan hukum

Sewaktu bangsa Israel sedang menuju tanah terjanji lalu berada di tengah gurun Sinai dimana terdapat pegunungan(Kel.19:1-3). Maka Tuhan meminta supaya Musa naik ke salah satu puncak gunung Sinai untuk bertemu denganNya. Disitu Tuhan Allah memberikan sekeping batu datar yang sedikit lebih besar dari piring, terdapat huruf-huruf yang Tuhan Allah menulisnya pakai jariNya. Tulisan itu adalah 10 (sepuluh) perintah Allah.  Pemberian Allah itu melalui Musa untuk umat yaitu termasuk Anda,  siapa saja, bangsa Israel dan mereka yang berada di mana saja.    

 

Siapa yang membawa hukum  Taurat

Melalui Musa maka hukum Taurat mulai tersebar ke seluruh pelosok dunia. Bangsa Israel  yang umumnya beragama Yahudi turut menyebarkan hukum Taurat  atau di bilang  ajarannya Musa, demikian pun saudara kami yang beragama Islam juga  menyebarkan ajarannya Musa dan agama Kristen pun menyebarkannya.

 

Apa isi dari hukum Taurat

Isi dari hukum Taurat tertulis di Kel.20:1-17 dalam Alkitab. Mohon  dengan sangat supaya Anda membacanya untuk mengetahuinya. Bila Anda tidak mempunyai alkitab maka dapat carilah di google atau di microsoft.

Isinya terbagi dua, yaitu bungunan antara:

Manusia dengan Tuhan Allah(Kel.20:1-11)

Sesama manusia atau orang per orangan(Kel.20:11-17).

 

Bila diperhatikan maka hukum Taurat adalah bagian dari Hukum kasih(Mat.22:40) yang tata cara menggunakan hukum Taurat terdapat di(1Kor.13:4-8), bila Anda perhatikan maka relasi antara setiap individu adalah relasi horizontal, dan yang ada hubungan dengan Tuhan, relasi vertikal.

 

Hukum Taurat terdapat ada di

Sebetulnya, Tuhan telah menaruh di dalam akal budi dan menuliskannya di hati(Ibr.8:10) setiap orang.  karenanya bila Anda akan berbuat suatu kesalahan maka seperti terdengar atau terasa ada yang menegurmu untuk jangan berbuat demikian. Juga secara refleksi, Anda akan menangkis bila ada suatu benda  yang jatuh dari atas menuju badan seorang bayi yang Anda sedang menggendong. Gerakan refleksi itu timbul karena ada perintah langsung dari akal budimu karena terdapat hukum Taurat.   

 

Apa gunanya hukum Taurat

Hukum Taurat adalah penting , karena dengan adanya hukum ini maka manusia mengetahui adanya dosa(Rm.7:7). Selain itu hukum ini sangat penting karena ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Bila melanggarnya larangannya maka akan dihukum, dan ada peringatan supaya jangan berbuat dan apa yang harus dibuat. sehingga hukum ini mengatur keteraturan dalam masyarakat. Merupakan dasar dalam bersosialisasi.

Sebagian besar dari ajaran dalam hukum Taurat termasuk dalam undang-undang Hukum Pidananya Indonesia, demikian pun di negara lainnya.

 

 

 

Penutup

Hukum Taurat adalah penting, sehingga Anda mengetahui apa itu dosa, selain itu bila Anda melanggar akan dihukum dan ada peringatan untuk melakukannya, untuk kehidupanmu

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i 

(Kel.19:1-3)

(Kel.20:1-11)

(Kel.20:11-17).

(Mat.22:40)

(1Kor.13:4-8)

(Rm.7:7)

(Ibr.8:10)

Senin, 19 Oktober 2020

Apakah perbuatan baik dapat menghapus dosa

 

Latar belakang

Banyak orang berpendapat bahwa dengan berbuat baik sebanyaknya maka dosa yang pernah mereka berbuat secara rasional akan mengecilkannya atau menghapuskannya. Sehingga kesempatan masuk surga makin terbuka luas. Apakah betul demikian?

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

1---Apa itu perbuatan baik?

Pengertian baik sangat luas dan terdapat dalam semua aspek kehidupan. dan setiap orang mempunyai kriteria tersendiri mengenai baik karena tergantung dari tingkap pemikiran yang ada dalam benaknya.

Karenanya sebutan baik1 yang dikenakan terhadap suatu benda maupun seseorang adalah sebenarnya subjektif, hanya merupakan suatu ungkapan karena kesepakatan bersama.

Namun berbeda dengan baik yang terdapat dalam  Alkitab, misalnya: Allah adalah baik, dan kebaikan sesuatu itu di tentukan oleh kebaikan Allah(Mrk.10:18). Kebaikan Allah dapat dilihat dari kemuliaanNya misalnya hasil  ciptaanNya dan juga berkat-berkatNya dalam alam semesta.

Perintah-perintahNya pun baik dan ketaatan terhadapnya juga baik. Mengasihi sesama manusia itu baik(Gal.6:9) dan bertindak murah hati juga baik(Kis2:44-45), sebab semua itu timbul dari kasih Allah(1Yoh.5:2)

 

Perbuatanmu setiap orang akan baik bila dia sendiri menghendakinya, jadi harus ada kemauan untuk berbuat baik, karenanya berusaha untuk berbuat baik sehingga terbiasa dan Anda akan memiliki cara hidup yang baik di mana saja berada(1Ptr.2:12).

 

 

2---Apa itu perbuatan dosa?

Semua perbuatan manusia yang tidak sesuai dan yang melawan perintah Tuhan. Perbuatan dosa dapat timbul karena:

a---Tergoda, yaitu pikiran Anda di pengaruhi oleh iblis sehingga Anda menerima godaannya. Karena godaan itu sangat menawan hati dan memberikan janji seperti, kekuasaan, kemewahan bahkan kerajaan dan kemuliaan. Godaan seperti ini membuat Adam dan Hawa seketika menerimanya dan melakukannya sehingga mereka jatuh dalam dosa dan Tuhan mengusir mereka dai taman firdaus. Godaan itu adalah bahwa Adam dan Hawa akan jadi seperti Tuhan(Kej3:5).  

b---Anda tidak dapat mengendalikan keinginan serta kehendak bebasmu yang mau menikmati sesuatu hal secepatnya dan seketika itu dan itu semua memerlukan dana dan kerja keras dan disiplin untuk merahnya. Juga ada hukum yang berada di setiap anggota tubuhmu yang bekerja melawan akal budimu(Rm.7:23), jadi mereka bekerja sama untuk mewujudkan tujuanmu.

Bila hal ini berlanjut maka Anda akan menderita karena tidak tercapainya tujuanmu

Tapi kenyataannya kemampuanmu sangat terbatas bahkan susah untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu masalah yang sederhana   

 

 

3---Banyak perbuatan baik akan menghapus dosamu.

Banyak orang berpendapat berbuatlah kebaikan sebanyak mungkin sehingga dengan sendirinya akan menghapuskan dosa-dosa yang telah mereka perbuat. Apakah hal itu benar ?

Bila orang berbuat baik untuk menutup dosa maka motivasinya berbeda, sebab perbuatan itu hanya ditujukan kepada penghapusan dosa. Motivasi inilah yang salah. Contoh, bila suatu hal Anda menipu, korupsi, membunuh, sengsarakan rakyat, apakah dengan perbuatan baik Anda dapat menghapuskan semua penderitaan dan kemelaratan itu?. Atau Anda telah membunuh lalu kompensasinya membuat kebaikan sebanyak mungkin?

Banyak orang itu tidak terikat dengan peraturan Tuhan Allah, sebab hati mereka tidak terikat pada aturanNya Tuhan  demikian pun kehendakNya. Yang Tuhan Allah inginkan adalah kemurnian hati untuk melakukan perbuatan. Karena tanpa kemurnian maka motivasi bisa sembarangan sehingga perbuatan untuk menghapus dosa hanya berdasarkan hati yang tidak menentu arah dan mungkin sekali sebagai substitusi bahkan kotor, inilah yang salah.

 

Karenanya dosa dan perbuatan baik tidak dapat di analogi sebagai suatu timbangan yang lengannya kirinya ada dosa dan lengan kanan ada perbuatan baik. Lalu bila kebaikan lebih berat akan menghapus dosa? Pendapat inilah yang salah.

 

Karenanya sebelum melakukan sesuatu selalu didasarkan pada perintah  Allah, yaitu KASIH. Dan hukum kasih ada di matius.22:37-40 dan proses pelaksanaan kasih dapa Anda baca di 1Korintus.13:4-8. Mohon iman hukum kasih dan wujudkan melalui perkataan, perbuatan, tingkah laku, pandangan mata serta mukamu .

 

 

Penutup

Perbuatan baik tidak akan menghapuskan perbuatan burukmu, yang Tuhan Allah inginkan adalah ketulusan hati dan lakukan kehendakNya sesuai hukum kasih dan wujudkannya.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i

Baik1: pandangan para filsuf empiris modern mengenai sebutan baik untuk seseorang atau suatu benda, sepenuhnya subjektif,  hanya merupakan ungkapan kesepakatan, bukan sepeti baik dalam Alkitab. Allah adalah kebaikan, karena itu kebaikan sesuatu ditentukan oleh kebaikan Allah (Mrk10:18). Kebaikan Allah ditunjukkan dalam kemuliaan ciptaanNya dan berkat-berkatNya untuk alam semesta. Perintah-perintahNya pun baik dan ketaatan terhadapnya juga baik. Mengasihi sesama manusia itu baik (Gal.6:9 dst) dan bertindak murah hati juga baik (Kis2:44-45), sebab semua itu timbul dari kasih Allah (1Yoh.5:2)

1Browning WRF, Kamus Alkitab: A dictionary of the Bible, Cetk5 Jakarta 2010, ISBN 978-979-687-393-7, Hal43 kol2