Selasa, 17 September 2024

Bagaimana memperoleh hidup yang kekal.

 

Pendahuluan

Hidup kekal membuat penasaran banyak orang sehingga ada dari mereka yang berusaha keras membuka wawasan pikirannya untuk mencari tahunya, apa persyaratannya dan bagaimana memperolehnya (judul ini adalah sambungan dari “Meranakah jiwaku setelah aku meninggal”)

1. Materi yang dibahas (sesuai topik)

Apa itu hidup kekal ?

Menurut beberapa referensi misalnya Kamus Besar Bahasa Indonesia online, Google dan literatur lainnya, tidak di temukan ”definisi” mengenai “hidup kekal”. Namun ada kalimat-kalimat yang terkait dan menjelaskan hidup kekal di dalam ayat-ayat Alkitab, sebagai berikut:

a.        Ayat di Luk.10;25 Guru, apa  yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup kekal. Jawab Yesus kepadanya, apa yang tertulis di Hukum Taurat (Kel.20:1-17). (baca selengkapnya di, Luk.10:25-28)

b.      Ayat di Yoh.3:16 Karena begitu  besar kasih Allah kepada dunia ini sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya beroleh hidup kekal.  

c.       Ayat di Yoh.3:36 Siapa percaya kepada Anak ia beroleh hidup kekal.

d.      Ayat di Yoh.10:28 Aku memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa.

e.       Ayat di 1Yoh.5:11 Allah telah mengaruniakan hidup kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya (Yesus).

f.        Ayat di 1Tim.6:12 Rebutlah hidup kekal.

g.      Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, tidak ada penjelasan.

h.      Google mengatakan: Dalam kekristenan, hidup kekal secara tradisional merujuk kepada kehidupan setelah kematian.

i.        Kamus alkitab WRF Browning, ISBN 978 979 687 393 7, Cet.5, Jakarta, Gunung Mulia, 2010, tidak ada penjelasan.

 

Penjelasan diatas mengenai hidup kekal adalah secara rasional, namun harus Anda mengertinya lalu imaninya seperti mengimani peraturanNya Tuhan atau hukum Tuhan yaitu Hukum Kasih (Mat.22:37-40) yang terdiri atas Hukum Taurat (Kel.20:1-17) dan aplikasinya di dalam Kisah-Kisah-Rasul dari semua  rasul-rasul, gunanya untuk keselamatan jiwamu (1Ptr.1:9).

Setelah Anda imani peraturanNya Tuhan maka wujudkanlah dalam semua kegiatan sehari-harimu sehingga tercermin hukum Tuhan tersebut dalam setiap tindakan, tingkah lakumu dan   perbuatan.

Semua perbuatan tersebut adalah untuk memperoleh hidup kekal. Untuk itu Anda harus berusaha berbuat untuk memperoleh hidup kekal atau rebut hidup kekal tersebut (1Tim.6:12), dari segala godaan dan segala cobaan iblis yang berusaha untuk menjerumuskanmu.

 

A  Apa yang harus Anda lakukan untuk  memperoleh hidup kekal

Untuk memperoleh hidup yang kekal maka salah satunya adalah lakukan didikan orangtuamu sewaktu Anda masih kecil hingga bertumbuh dewasa, karena tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya gagal atau berbuat jahat di kehidupan kemudian hari, contohnya Anda harus melakukan (Luk.10:25-28) sebagai berikut:

a  Mengerti dan mengimani apa itu hukum yang terutama dan yang pertama (Mat.22:37-40), yaitu

    hukum kasih yang terdiri atas:

    a1. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan

          dengan segenap akal budimu.

    a2  Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri.

    a3  Patuhilah ajaran dan bimbingan orangtua.

b  Setiap perbuatan dan tingkah lakumu, secara refleksi maupun secara sadar selalu akan

    mencerminkan hukum Tuhan tersebut.

      

B  Hindari pergaulan negatif secara pikiran dan perbuatan.

Bila Anda telah mengerti dan mendalami hukum Tuhan dalam penghidupan sehari-hari dan untuk mempertahankannya, maka sebaiknya Anda menghindar dari:

    a-Ajaran yang bersifat negatif dari organisasi.

    b-Pergaulan yang bersifat merusak.

    c-Godaan  karena bujukan harta, tekanan ekonomi, gila hormat.

    d-Saksi dusta.

    e-Menghasut seseorang atau rakyat. 

 

Penutup

Untuk memperoleh hidup kekal maka patuhlah dan berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh hidup kekal sehingga tercermin dalam setiap tingkah lakumu dan perbuatanmu.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu  membaca artikel ini mohon diskusi bila berkenan.

 

Penuliseddywarbung

 


Rabu, 14 Agustus 2024

Meranakah jiwaku setelah aku meninggal

 

Tujuan penulisan artikel

Agar para pembaca dapat mengetahui dari uraian yang sangat ringkas mengenai, artikel ’’ Meranakah jiwaku setelah aku meninggal ‘’. Yang menekankan apa yang harus aku perbuat supaya jiwaku tidak merana 

                                                                                         

1. Pendahuluan

Kemana jiwaku akan pergi setelah aku meninggalkan bumi ini?. Apakah akan  merana, disiksa, ke neraka, menguap atau bagaimana. Sebetulnya dalam tubuhmu yang berupa tulang dibungkus daging serta adanya beberapa organ didalamnya, berdiamlah jiwa dan roh. Karenanya  aku tidak rela jiwaku menderita sehingga selama masih ada kesempatan hidup, aku selalu berusaha mencari jalan yang terbaik untuk menyelamatan jiwaku, walaupun harus menghadapi berbagai tantangan hidup.

 

2. Materi yang dibahas (sesuai topik)

 

Kehidupan di dunia ini sangat indah, bila diusahakan secara positif sesuai kehendak bebasnya sehingga manusia dapat menikmati kehidupannya, namun aktivitas tersebut janganlah melangkah keluar ruang lingkup Hukum Taurat(Kel.20:1-17). Bila melewatinya maka anda telah berbuat dosa, dan dosa tersebut adalah maut sehingga  akan mati(2Taw.25:4). Lalu kemana jiwanya.

 

2.1 Gunanya tubuh dan jiwa

Tuhan melalui systemNya dan tujuanNya telah menciptakanlah manusia, yang antara lain untuk memenhi bumi dan menguasai semua hewan di muka bumi. Yang melakukan berbagai kegiatan fisik adalah anggota tubuhmu, seperti: tangan, kaki, dan organ lainnya. Selama seseorang masih hidup di dunia ini, maka keberadaanya yang terdiri atas badan, jiwa dan roh(1Tes.5:23), sangat berperan. Ketiga bagian itu saling kerja sama namun mempunyai tugasnya masing-masing, sebagai berikut:

a.      Badan, gunanya untuk:

Melakukan berbagai kegiatan melalui organ tubuhmu supaya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, misalnya melakukan kegiatan agar kesehatannya terjamin, menyenangkan, kepuasan terpenuhi, namun dapat juga berbuat hal yang negative dan merusak tubuhnya . misalnya pakai narkoba, obat-obatan, kesalahan fatal dan lain-lainnya. Kesehatan tubuh harus dijaga karena disitulah berdiam jiwa dan roh. Melalui perbuatan positif oleh anggota tubuhmu berdasarkan hukum Tuhan  maka jiwamu dapat diselamatkan. Bila tubuh seseorang akan mengalami kematian maka jiwa dan roh akan keluar dan meninggalkan tubuh yang mati dari orang tersebut. Lalu tubuh tersebut dikuburkan dan akan kembali menjadi debu tanah(Kej.3:19). 

b.       Jiwa, gunanya untuk:

Jiwamu yang akan menyuruh tubuhmu melalui pertimbangan akal budi, emosi dan hati, sehingga organ-organ, kedua kaki serta tanganmu yang akan melakukan perbuatan sesuai kehendak bebasmu, berupa hal yang positif (misal meningkatkan etika) dan negatif (misalnya nilai moralnya menurun). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jiwa sangat berperan dalam kegiatanmu, tanpa jiwa maka tubuh seoleh-oleh seperti  tulang terbungkus daging yang tidak bergerak, dan tidak dapat berbuat apa-apa. Bila anda meninggal dunia maka niatmu dan segala perbuatanmu serta dampaknya akan menyertai jiwamu untuk menghadap Tuhan (Why.14-13).untuk mempertanggung jawabkan semua niatmu serta perbuatanmu.

c.        Roh, gunanya untuk:

Roh memberi kehidupan. Ruah dalam bahasa Ibrani adalah roh yang artinya memberi nafas kehidupan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Pengertian roh ada banyak jenis yang dapat mempengaruhi kehidupan kemanusia, misalnya roh duiawi (Kej.6:17). Istilah roh berbeda dengan Roh Kudus, demikian pun istilah roh berbeda dengan jiwa (Ibr.4:12). Bila manusia meninggal maka rohnya akan kembali ke Allah (Pkh.12:7).

 

2.2 Berusaha selalu agar jiwamu selamat (tidak merana)

Yang utama dilakukan adalah murnikan hatimu dan akal budimu namun isilah dengan ajaran yang benar seperti bagaimana ayah-ibumu mengajarimu, karena itu merupakan bagian dari ajaran Kasih yang adalah hukum Tuhan. Sehingga dalam tindakanmu serta dampaknya akan merefleksikan ajaran kasih, ajaran tersebut berupa:

a.       Kasih  sayang, yaitu seperti umumnya ayah ibumu mendidik  anaknya termasuk anda  sejak bayi hingga dewasa. Berdasarkan kasih sayang itu ayah ibumu berharap anda menjadi orang yang baik dan mengabdi kepada masyarakat, bukan menjadi orang jahat. Bila anda menerima ajaran mereka maka itu akan tertanam dalam akal budi dan hatimu. Hal ini akan memperkuat hukum Tuhan yang telah terlebih dahulu diletakkan Tuhan dalam hatimu dan menuliskan di dalam akal budimu (Ibr.8:10).

b.      Hukum Kasih mencakup kasih sayang ayah ibumu yang diajarkan kepadamu yang merupakan hukum yang terutama dan pertama (Mat.22:38)

c.       Uraian dari kasih adalah; sidak cemburu, sabar, murah hati, tidak memegahkan diri,  tidak sombong, sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain (1Kor.13:4-8) dan lain-lain.

Bila berdasarkan penjelasan diatas maka setiap saat, secara refleksi, perbuatanmu akan berdampak untuk keselamatan jiwamu. Bila berbicara mengenai keleselamat jiwa (1Ptr.1:9), maka yang utama adalalah memupuk iman. Perbandingan pengerrtian antara: iman, percaya dan yakin. Baca kalimat dibawah, sbb:

Istilah ‘percaya’ digunakan dalam percakapan sehari-hari dalam berbagai diskusi, dan gerbagai kegiatan.

Istilah  ‘yakin’ juga digunakan dalam percakapan sehari-hari namun kualitasnya lebih tinggi dan cakupannya lebih luas dari ‘percaya’.

Istilah ‘iman’ digunakan dalam bahasa rohani namun kualitasnya lebih tinggi dari ‘yakin’.

Untuk itu harus mengetahui apa itu iman, lihat di (Ibr.11:1), yaitu:dasar dari segala sesuatu  yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Sudah tentu ada banyak ajaran dan bagaimana aplikasikannya untuk menyelamatkan jiwa, namun carilah ajaran yang paling benar lalu aplikasikan ajaran tersebut dalam setiap tingkah lakumu dan perbuatanmu. Karena iman tanpa perbuatan adalah kosong belaka atau nol besar.  Saran penulis pakailah pegang ajaran Hukum Kasih.

Contoh jiwa menderita:

Seorang kaya meninggal namun semasa hidupnya memandang rendah kepada Lazarus, orang yang tidak berada, lalu Lazarus juga meninggal. Tapi orang kaya ini merasa dia berada di suatu tempat yang sangat panas, sewaktu dia melihat jauh diseberang atas, ada Lazarus diatas pangkuan Abraham yang kelihatan enak sejuk. Orang kaya berteriak minta lolong kepada «.... Lazarus berilah air dari telunjukmu dan teteskan ke kerongkonganku... tapi sudah tidak bisa untuk dibantu, mohon dibaca di Alkitab  (Luk.16:20-25)

  

3. Penutup

Berimanlah yang benar berdasarkan hukum yang terutama dan pertama serta lakukan melalui perbuatanmu untuk keselamatan jiwamu, selama masih diberi kesempatan hidup. (« Gunanya keselamatan jiwa akan dibahas di topik berikutnya»)

 

Terimakasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, bila berkenan mohon diskusi.

 

Penulis-eddywarbung

 


Minggu, 26 Mei 2024

Kebenaran untuk kehidupan

 

Pendahuluan

Sejak dahulu sebagian orang telah mengetahui adanya kebenaran yang bersifat abstrak selain itu susah untuk  menjelaskannya namun secara naluri mereka selalu berusaha mencari kemurnian dari kebenaran dan bekerja keras untuk dapat meningkatkan mutu penghidupannya walaupun mengalami kesulitan, berbagai rintangan maupun dari pihak tertentu dan juga dari dirinya sendiri.

 

Materi yang dibahas {sesuai topik}       

Naluri setiap orang adalah selalu berusaha mencari kebenaran, karenanya mereka berusaha bertingkah laku lebih baik berdasarkan Hukum Sepuluh Perintah Allah (Kel.20:1-17) dalam kehidupannya, misalnya; meningkatkan iman yang benar, kerja keras dan perbuatan positif lainnya untuk mewujudkan cita-citanya agar memperoleh penghidupan yang lebih layak dan nyaman untuk pribadinya, keluarganya dan generasi bangsanya..

 

A.    Pengertian kebenaran menurut:

a.       Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online 4 Feb 2024, kebenaran mencakup:

*Kelurusan hati , *kejujuran,  *tidak seorang pun menyangsikan kebenaran hatinya. *Keadaan yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya.

b.      Menurut kamus Alkitab (A Dictionary of the Bible oleh Browing WRF), diterjemahkan oleh Liem Khiem Yang, ISBN 9759793937, cet-5 thn 2010, hal 179 kolom 2 alinea ke-3. Kebenaran  dalam Alkitab mencakup antara lain:

*Hukum yang terutama adalah Hukum Kasih (Mat 22:37-39)         

*Kebenaran etis dengan melakukan kehendak Allah (Mat 5:6,10)

            *Sama sekali sesuai dengan kehendak Allah  (1Yoh2:1)

            *Iman dan perbuatan terefleksi dalam perilaku (Rm 3:21-26)

       c.  Merriam-Webuster’s Collegiate Dictionary 11th edition ISBN 978-0-87779-814-9,  

            halaman 1073. Righteous atau Kebenaran, artinya:

* Acting  in accord with devine or moral law

* Morally right or justifiable

      d.  Menurut Aristoteles kebenaran ialah sesuatu yang dipikirkan atau kebenarannya dapat

           yang dikenal dengan menggunakan logika

                                      

B.     Kendala melakukan kebenaran dan mengatasinya

Banyak  kendala yang menghalangi orang berbuat kebenaran sesuai peraturannya. Setiap orang menyadari bahwa melakukan kebenaran adalah sesuatu yang penting untuk meningkatkan mutu kehidupan  karenanya harus berusaha untuk memperolehnya. Walaupun  ada keinginan yang kuat dan konsisten untuk  mengaplikasikan serta melaksanakan peraturan-peraturan yang ada namun sulit menghindari berbagai godaan, antara lain:

a.  Pengaruh dari lingkungan buruk yang berbeda-beda karena; dasar ajaran yang negatif, pengalaman yang negatif, tingkat pendidikan yang lemah, motivasi, pergaulannya. (Untuk tidak terjerumus maka pilihlah lingkungan yang positif yang bersifat membangun). 

b.  Pengaruh dari dalam tubuh. Ada semacam hukum terdapat dalam setiap anggota tubuh yang melawan hukum akal budi (Rm.7:23), perlawanan ini akan menjadi-jadi bila terlalu percaya diri, ego yang tinggi, mengejar kehormatan dan yang sejenis, sehingga kadang-kadang lupa akan kehadiran Roh Kudus yang mungkin berdiam dalam dirinya (Yoh.14:17). Lalu terakumulasi dosamu yang akibatnya melakukan perbuatan fatal. (Namun semua hukum yang melawan akal budi ini dapat di kalahkan bila Anda percaya dan bertekun dalam ajaran Kasih dari Yesus (Rm.7:24-25).)

 

C.    Bagaimana memperoleh kebenaran                                                                                     

Setiap ayah ibu telah mengajari kebenaran kepada semua anak-anaknya sejak masih bayi  hingga dewasa atau keluar rumah, karenanya setiap orang telah mengalami proses praktek kebenaran, sebetulnya praktek dan ajaran tersebut adalah butir-butir kasih yang murni yang terdapat dalam Alkitab, 1Korintus 13:4-8, demikian pun yang seharusnya diajarkan antara lain di sekolah, lalu anak-anak tersebut akan mengaplikasi ajaran itu dalam pergaulannya. Ajaran  kasih itu tidak susah yang penting ada kemauan untuk taat dan lakukan. Butir-butir  kasih berinduk pada hukum Kasih(Mat23:37-40) .

 

D.    Kebenaran dalam kehidupan

Dalam kehidupan salah satu prioritas utama dari orangtua atau ayah ibumu adalah mendidik anaknya untuk mengenal kebenaran yaitu memahami dan melaksanakan hukum kasih. Karenanya setiap orang  menyadari bahwa selama kehidupannya, pikirannya harus dilandasi pada kebenaran yang dapat diterima oleh akal budi serta hatinya, demikian pun perbuatannya harus sejalan (Jak.2:17).

Namun pada kenyataannya dalam kehidupan semua kebenaran itu atau semua aturan tersebut sulit dilaksanakan karena akal budi dan hati dari para pelaksana telah di selimuti atau dominasi (2Kor.3:14) oleh dosa, karena; ego yang tinggi, keras hati, sombong dan hanya ingat memperkaya diri sendiri walaupun harus korupsi yang menderitakan rakyat.

Kebenaran dalam kehidupan akan berkurang nilainya dari100% bila pelaksananya tidak melakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam aturan tersebut, misalnya melakukan perbuatan tercela sekitar aturan tersebut. Atau menyogok, menipu  dan lain-lain. Kebenaran tersebut dapat juga diukur dengan cara tertentu, antara lain secara persentase. Misalnya berupa hasil dari perbandingan antara garis a dan b yang dijelaskan dibawa ini:  

a-menghasilkan dari mengaplikasikan serta melaksanakan sebagian dari ayat-ayat dalam

   suatu aturan sewaktu menyelesaikan suatu kasus atau masalah, dibandingkan dengan,

b-ayat-ayat yang terdapat dalam aturan tersebut.

Hasil dari perbandingan antara garis a dan b akan ada selisih, (bila a dan b adalah dua garis  maka kedua garis itu tidak akan  berimpit tapi ada jaraknya. Penjelasan di topik berikut) perbedaannya dapat di evaluasi lebih mendalam apa penyebab jarak itu. Perbedaan jarak ini dapat di katakan bahwa secara kualitatif kebenaran tidak ditegakkan sesuai hukum yang berlaku. 

Karenanya ada selisih atau perbedaan sewaktu mengaplikasikan serta melaksanakan peraturan dengan ayat-ayat peraturan tersebut terhadap suatu masalah, misalnya kebenarannya 90 % atau 25% atau 60% atau 45%.

Sehingga dapat di interpretasikan, bahwa: angka 90%, berarti proses aplikasinya dan pelaksanaannya adalah 90% benar sesuai ayat-ayat aturan tersebut, yang 10%  tidak sesuai dengan beberapa ayat dalam aturan tersebut, atau:

              kebenarannya hanya           : 90%, 25%, 60% atau 45% dan seterusnya.

              yang tidak sesuai aturan     : 10%, 75%, 40% atau 55% dan seterusnya.

 

Contoh:

Istilah kebenaran sering terdengar dimana-mana, misalnya hasil putusan dari pengadilan negeri dirasakan oleh pemohon atau termohon tidak adil karena proses di pengadilan negeri, hingga putusannya tidak sesuai ayat-ayat dalam peraturan tersebut, sebab prosesnya seperti penjelasan di butir a dan b di atas.

Dampak dari butir a dan b di atas, dapat mengakibatkan seseorang yang dirugikan akan  mengalami: rugi materi, tekanan batin, depresi, putus asa, timbil kebencian, bahkan mencari alasan untuk mengadakan pembalasan.

 

Penutup

Secara sederhana untuk mengenal kebenaran yang bersifat abstrak dan sulit dapat diketahui atau dinilai seberapa dalam suatu hukum diterapkan sewaktu menyelesaikan suatu masalah atau seberapa besar keinginan kita untuk menyelesaikan suatu masalah berdasarkan hukum yang ada dibandingkan dengan peraturan tersebut..

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu membaca tulisan ini mohon sharing bila berkenan.

 

Penuliseddywarbung

Sabtu, 17 Februari 2024

Berusahalah memperoleh keselamatan di dunia untuk akhirat

 

Pengantar

Keselamatan adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan seseorang maupun setelah

kepergiannya dari dunia ini. Namun banyak orang yang belum sadar, menyia-nyiakan waktu dan tetap saja berbuat dosa sehingga belum berusaha untuk memperoleh keselamatannya.

Materi yang dibahas (sesuai topik)

Keselamatan sangat luas artinya, yang dibahas adalah keselamatan yang berhubungan dengan kehidupan manusia selama di bumi ini sehingga jiwanya akan selamat setelah kematiannya. Sering timbul pertanyaan, bila seseorang mengalami kematian apakah ada keselamatan atau akan dekatkah dia dengan Tuhan atau ke mana perginya atau sama sekali habis tidak berbekas atau mengalami siksaan di neraka untuk seterusnya. Untuk itu perlu diketahui arti keselamatan dari beberapa sumber.

A.    Arti keselamatan, menurut:

a.       Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online 5 Feb 2024, keselamatan adalah: selamat,

kesejahteraan, kebahagiaan,

b.      Kamus Alkitab (A Dictionary of the Bible) oleh Browing WRF, diterjemahkan oleh Liem Khiem Yang, ISBN 9759793937, cet-5 thn2010, hal 199 alinea ke-2.  Pengertian keselamatan mencakup antara lain; mereka yang percaya menerima keselamatan; mereka didamaikan  dengan Allah sekarang (Rm.13:11-14) diselamatkan dari hukuman di waktu yang akan datang (1Tes.1: 9-10).

Untuk menyadari adanya keselamatan maka seseorang harus percaya atau mengimani apa faktor-faktornya, yaitu cari peraturan yang terbaik dan aplikasikan dalam setiap masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, karena pertumbuhan iman akan menjadi lebih baik atau murni bila ada perbuatannya[1].

B.     Gunanya  keselamatan.

Gunanya keselamatan bila seseorang bersosialisasi secara benar, dalam arti pikirannya baik yang dibuktikan melalui perbuatannya, terhadap lingkungannya selama kehidupannya masih berada di dunia ini, dan sebagai persiapan untuk keselamatan jiwanya setelah meninggal. Karena bila seseorang melakukan perbuatan sesuai kebenaran maka secara rasional dia akan bisa diterima di mana dia berada.  

Keselamatan tersebut tidak timbul pada seseorang secara seketika tapi harus berusaha keras untuk mengerti dan mengaktifkan dan mempertahankan secara konsisten. Yaitu bila seseorang hidup secara benar maka wujud perbuatannya didasarkan pada hukum/peraturan Tuhan, sehingga jiwanya  akan selamat di waktu kemudian, sewaktu meninggalkan dunia ini. Secara benar yaitu mengerti dan mengikuti Hukum yang terutama dan yang pertama[2], yaitu hukum Kasih.

Sebab sewaktu  seseorang meninggal dunia maka jiwanya akan  mendampingi segala perbuatannya selama di dunia ini, untuk mempertanggung jawabkan[3] kepada Tuhan.

 

C.    Untuk memperoleh keselamatan harus berusaha  

Untuk memperoleh keselamatan maka setiap orang harus mengaktifkan hukum Tuhan dan berusaha mempertahankan karena itu adalah kebenaran  yang merupakan bagian dari hukum Tuhan, yang  terletak dalam akal budi dan tertulis[4] di hati manusia. Karenanya jangan pasif  tapi hidupkan dan pertahankan kebenaran tersebut dan aplikasikan dalam setiap perbuatan sehingga wujudnya kelihatan dan dirasakan oleh lingkunganmu, sewaktu bersosialisasi dengan kawan-kawan dan dalam pekerjaan.  

Keselamatan merupakan suatu perbuatan yang dilakukan secara sadar. Dan harus sejalan sesuai ajaran yang di anut oleh orang tersebut, dan sebaiknya ajaran tersebut harus murni dan benar. Kebenaran ini harus menjadi gaya hidup atau way of life dari orang tersebut dan selalu konsisten, seperti yang dikatakan oleh Yesus: AKULAH JALAN dan  KEBENARAN dan HIDUP[5]. Pernyataan Yesus tidak ada dalam buku mana pun (kecuali dalam Alkitab) dan tidak ada seorang pun yang berani mengatakan demikian. 

Kebenaran  adalah bila seseorang mewujudkan suatu perbuatan, berdasarkan ajaran hukum Tuhan yang di imaninya, karena semakin sering melakukan perbuatan maka imannya akan semakin murni, supaya jiwanya selamat[6]. Untuk memurnikan iman harus mencakup pengetahuan dan perbuatan.

Mewujudkan kebenaran untuk menjadi gaya hidupmu sebetulnya tidak sulit dan setiap orang dapat melakukannya tidak pandang tingkat sosialnya. Karena secara tidak langsung, ayah ibunya telah mencetuskannya/aktifkan atau mengajari keselamatan tersebut sejak anaknya masih kecil, yang akan merupakan salah satu dasar dalam pergaulan. Sebab kebenaran menurut hukum Tuhan sudah dituliskan dalam hati manusia dan diletakkannya di dalam akal budi setiap orang[7], namun setiap orang harus berusaha dan menyesuaikan faktor penyelamatannya sesuai keadaan yang dia hadapi.                                                            

D.    Siapa yang dapat memberi keselamatan

Dalam kitab suci ada ayat yang mengatakan, akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Berbicara mengenai kebenaran untuk memperoleh keselamatan, maka kebenaran tersebut terdapat dalam hukum Kasih, dan hukum Kasih tersebut  mencakup antara lain hukum Taurat[8] atau Sepuluh Perintah Allah[9].  Uraian dari hukum  Kasih dapat dilihat di 1Kor.13:4-8[10].

Penutup

Selama  seseorang masih berada di dunia ini maka itu menunjukkan adanya kesempatan untuk bertobat dan berusaha jangan berbuat dosa lagi. Tapi berusaha mencari keselamatan dengan cara mengerti dan lakukan apa yang tertulis di dalam hukum Kasih sehingga imannya bertambah murni yang akibatnya untuk keselamatan jiwamu.

Terima kasih Anda telah membaca artikel ini, mohon sharing bila berkenan

PenulisEddyWarbung



[1] Yak. 2:22

2 Mat 22:37-40

[3] Why.14-13                                                                                                                                                    

[4] Ibr.8:10

[5] Yoh.14:6

[6] 1Ptr. 1-9

[7] Ibr. 8:10

[8] Mat 22:40

[9] Kel. 20:1-17

[10] 1Kor.13:4-8