Minggu, 25 Oktober 2020

Mengenai hukum Taurat

 

Latar belakang

Tuhan yang menulis hukum Taurat pada sekeping batu lalu memberikannya kepada Musa untuk diperkenalkan diajarkan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, oleh setiap orang antara lian bangsa Israel. 

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

Tuhan yang berikan hukum

Sewaktu bangsa Israel sedang menuju tanah terjanji lalu berada di tengah gurun Sinai dimana terdapat pegunungan(Kel.19:1-3). Maka Tuhan meminta supaya Musa naik ke salah satu puncak gunung Sinai untuk bertemu denganNya. Disitu Tuhan Allah memberikan sekeping batu datar yang sedikit lebih besar dari piring, terdapat huruf-huruf yang Tuhan Allah menulisnya pakai jariNya. Tulisan itu adalah 10 (sepuluh) perintah Allah.  Pemberian Allah itu melalui Musa untuk umat yaitu termasuk Anda,  siapa saja, bangsa Israel dan mereka yang berada di mana saja.    

 

Siapa yang membawa hukum  Taurat

Melalui Musa maka hukum Taurat mulai tersebar ke seluruh pelosok dunia. Bangsa Israel  yang umumnya beragama Yahudi turut menyebarkan hukum Taurat  atau di bilang  ajarannya Musa, demikian pun saudara kami yang beragama Islam juga  menyebarkan ajarannya Musa dan agama Kristen pun menyebarkannya.

 

Apa isi dari hukum Taurat

Isi dari hukum Taurat tertulis di Kel.20:1-17 dalam Alkitab. Mohon  dengan sangat supaya Anda membacanya untuk mengetahuinya. Bila Anda tidak mempunyai alkitab maka dapat carilah di google atau di microsoft.

Isinya terbagi dua, yaitu bungunan antara:

Manusia dengan Tuhan Allah(Kel.20:1-11)

Sesama manusia atau orang per orangan(Kel.20:11-17).

 

Bila diperhatikan maka hukum Taurat adalah bagian dari Hukum kasih(Mat.22:40) yang tata cara menggunakan hukum Taurat terdapat di(1Kor.13:4-8), bila Anda perhatikan maka relasi antara setiap individu adalah relasi horizontal, dan yang ada hubungan dengan Tuhan, relasi vertikal.

 

Hukum Taurat terdapat ada di

Sebetulnya, Tuhan telah menaruh di dalam akal budi dan menuliskannya di hati(Ibr.8:10) setiap orang.  karenanya bila Anda akan berbuat suatu kesalahan maka seperti terdengar atau terasa ada yang menegurmu untuk jangan berbuat demikian. Juga secara refleksi, Anda akan menangkis bila ada suatu benda  yang jatuh dari atas menuju badan seorang bayi yang Anda sedang menggendong. Gerakan refleksi itu timbul karena ada perintah langsung dari akal budimu karena terdapat hukum Taurat.   

 

Apa gunanya hukum Taurat

Hukum Taurat adalah penting , karena dengan adanya hukum ini maka manusia mengetahui adanya dosa(Rm.7:7). Selain itu hukum ini sangat penting karena ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Bila melanggarnya larangannya maka akan dihukum, dan ada peringatan supaya jangan berbuat dan apa yang harus dibuat. sehingga hukum ini mengatur keteraturan dalam masyarakat. Merupakan dasar dalam bersosialisasi.

Sebagian besar dari ajaran dalam hukum Taurat termasuk dalam undang-undang Hukum Pidananya Indonesia, demikian pun di negara lainnya.

 

 

 

Penutup

Hukum Taurat adalah penting, sehingga Anda mengetahui apa itu dosa, selain itu bila Anda melanggar akan dihukum dan ada peringatan untuk melakukannya, untuk kehidupanmu

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i 

(Kel.19:1-3)

(Kel.20:1-11)

(Kel.20:11-17).

(Mat.22:40)

(1Kor.13:4-8)

(Rm.7:7)

(Ibr.8:10)

Senin, 19 Oktober 2020

Apakah perbuatan baik dapat menghapus dosa

 

Latar belakang

Banyak orang berpendapat bahwa dengan berbuat baik sebanyaknya maka dosa yang pernah mereka berbuat secara rasional akan mengecilkannya atau menghapuskannya. Sehingga kesempatan masuk surga makin terbuka luas. Apakah betul demikian?

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

1---Apa itu perbuatan baik?

Pengertian baik sangat luas dan terdapat dalam semua aspek kehidupan. dan setiap orang mempunyai kriteria tersendiri mengenai baik karena tergantung dari tingkap pemikiran yang ada dalam benaknya.

Karenanya sebutan baik1 yang dikenakan terhadap suatu benda maupun seseorang adalah sebenarnya subjektif, hanya merupakan suatu ungkapan karena kesepakatan bersama.

Namun berbeda dengan baik yang terdapat dalam  Alkitab, misalnya: Allah adalah baik, dan kebaikan sesuatu itu di tentukan oleh kebaikan Allah(Mrk.10:18). Kebaikan Allah dapat dilihat dari kemuliaanNya misalnya hasil  ciptaanNya dan juga berkat-berkatNya dalam alam semesta.

Perintah-perintahNya pun baik dan ketaatan terhadapnya juga baik. Mengasihi sesama manusia itu baik(Gal.6:9) dan bertindak murah hati juga baik(Kis2:44-45), sebab semua itu timbul dari kasih Allah(1Yoh.5:2)

 

Perbuatanmu setiap orang akan baik bila dia sendiri menghendakinya, jadi harus ada kemauan untuk berbuat baik, karenanya berusaha untuk berbuat baik sehingga terbiasa dan Anda akan memiliki cara hidup yang baik di mana saja berada(1Ptr.2:12).

 

 

2---Apa itu perbuatan dosa?

Semua perbuatan manusia yang tidak sesuai dan yang melawan perintah Tuhan. Perbuatan dosa dapat timbul karena:

a---Tergoda, yaitu pikiran Anda di pengaruhi oleh iblis sehingga Anda menerima godaannya. Karena godaan itu sangat menawan hati dan memberikan janji seperti, kekuasaan, kemewahan bahkan kerajaan dan kemuliaan. Godaan seperti ini membuat Adam dan Hawa seketika menerimanya dan melakukannya sehingga mereka jatuh dalam dosa dan Tuhan mengusir mereka dai taman firdaus. Godaan itu adalah bahwa Adam dan Hawa akan jadi seperti Tuhan(Kej3:5).  

b---Anda tidak dapat mengendalikan keinginan serta kehendak bebasmu yang mau menikmati sesuatu hal secepatnya dan seketika itu dan itu semua memerlukan dana dan kerja keras dan disiplin untuk merahnya. Juga ada hukum yang berada di setiap anggota tubuhmu yang bekerja melawan akal budimu(Rm.7:23), jadi mereka bekerja sama untuk mewujudkan tujuanmu.

Bila hal ini berlanjut maka Anda akan menderita karena tidak tercapainya tujuanmu

Tapi kenyataannya kemampuanmu sangat terbatas bahkan susah untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu masalah yang sederhana   

 

 

3---Banyak perbuatan baik akan menghapus dosamu.

Banyak orang berpendapat berbuatlah kebaikan sebanyak mungkin sehingga dengan sendirinya akan menghapuskan dosa-dosa yang telah mereka perbuat. Apakah hal itu benar ?

Bila orang berbuat baik untuk menutup dosa maka motivasinya berbeda, sebab perbuatan itu hanya ditujukan kepada penghapusan dosa. Motivasi inilah yang salah. Contoh, bila suatu hal Anda menipu, korupsi, membunuh, sengsarakan rakyat, apakah dengan perbuatan baik Anda dapat menghapuskan semua penderitaan dan kemelaratan itu?. Atau Anda telah membunuh lalu kompensasinya membuat kebaikan sebanyak mungkin?

Banyak orang itu tidak terikat dengan peraturan Tuhan Allah, sebab hati mereka tidak terikat pada aturanNya Tuhan  demikian pun kehendakNya. Yang Tuhan Allah inginkan adalah kemurnian hati untuk melakukan perbuatan. Karena tanpa kemurnian maka motivasi bisa sembarangan sehingga perbuatan untuk menghapus dosa hanya berdasarkan hati yang tidak menentu arah dan mungkin sekali sebagai substitusi bahkan kotor, inilah yang salah.

 

Karenanya dosa dan perbuatan baik tidak dapat di analogi sebagai suatu timbangan yang lengannya kirinya ada dosa dan lengan kanan ada perbuatan baik. Lalu bila kebaikan lebih berat akan menghapus dosa? Pendapat inilah yang salah.

 

Karenanya sebelum melakukan sesuatu selalu didasarkan pada perintah  Allah, yaitu KASIH. Dan hukum kasih ada di matius.22:37-40 dan proses pelaksanaan kasih dapa Anda baca di 1Korintus.13:4-8. Mohon iman hukum kasih dan wujudkan melalui perkataan, perbuatan, tingkah laku, pandangan mata serta mukamu .

 

 

Penutup

Perbuatan baik tidak akan menghapuskan perbuatan burukmu, yang Tuhan Allah inginkan adalah ketulusan hati dan lakukan kehendakNya sesuai hukum kasih dan wujudkannya.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i

Baik1: pandangan para filsuf empiris modern mengenai sebutan baik untuk seseorang atau suatu benda, sepenuhnya subjektif,  hanya merupakan ungkapan kesepakatan, bukan sepeti baik dalam Alkitab. Allah adalah kebaikan, karena itu kebaikan sesuatu ditentukan oleh kebaikan Allah (Mrk10:18). Kebaikan Allah ditunjukkan dalam kemuliaan ciptaanNya dan berkat-berkatNya untuk alam semesta. Perintah-perintahNya pun baik dan ketaatan terhadapnya juga baik. Mengasihi sesama manusia itu baik (Gal.6:9 dst) dan bertindak murah hati juga baik (Kis2:44-45), sebab semua itu timbul dari kasih Allah (1Yoh.5:2)

1Browning WRF, Kamus Alkitab: A dictionary of the Bible, Cetk5 Jakarta 2010, ISBN 978-979-687-393-7, Hal43 kol2

Minggu, 11 Oktober 2020

Tetap lakukan yang terbaik sesuai kebenaran

 

Latar belakang

Setiap orang dalam keadaan apa pun selalu berniat melakukan yang terbaik sesuai persepsi kebenarannya(1Kor.13:6)  terhadap masalah yang dihadapinya, untuk kepentingan hidupnya.

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

1--Persepsi kebenaran seseorang

Dalam benak setiap orang ada suatu dasar, atau alas, atau landasan  kebenaran yang terus bertumbuh. Selain itu berbagai informasi dari luar akan masuk tanpa hentinya melalui pancaindra ke dalam benaknya untuk mempengaruhi pertumbuhan kebenarannya, namun pertumbuhan itu akan tersaring sesuai kemampuan akal budinya dan juga kehendak bebasnya. Atas dasar semuanya itu maka pada setiap orang bisa timbul suatu  keyakinan untuk berkreasi serta bertindak, dan juga persepsi. Semuanya itu adalah untuk kepentingan kehidupannya.

 

Secara duniawi, suatu dasar atau alas atau landasan kebenaran itu adalah semacam suatu ajaran, dogma, ilmu pengetahuan, ilmu kepercayaan, aliran ajaran atau sekte tertentu, yang Anda percaya. Itulah yang disebut keyakinanmu.

 

Tapi kalau secara rohani, maka bagi para pengikut ajaran Kristus menyebutnya iman. Karena hukum kasih adalah hukum yang Pertama dan yang Terutama(Mat.22:38).  Bila Anda terus  mencari dan melakukan kebenaran sesuai ajaran kasih dan melakukannya, maka itulah yang disebut iman tapi bukan keyakinan. Karena yang kita percaya adalah kebenaran yang diajarkan Yesus.

 

2--Kebenaran yang bagaimana

Akal budi setiap orang selalu berbeda-beda berdasarkan suatu dasar, atau alas, atau landasan, yang dipengaruhi oleh berbagai jenis informasi dan/tanpa contohnya dari luar namun masuk melalui pancaindra. Oleh karenanya persepsi mengenai kebenaran dari setiap orang terhadap suatu masalah bisa berbeda-beda bahkan ada yang bersifat ekstrim maupun lembut.   

Kebenaran itu terdapat dalam hukum kasih(Mat.22:37-40) yang bersifat abstrak namun bisa dirasa karena adanya perbuatan(1Kor.13:4-8) dan dapat dilihat dampaknya.

Mungkin Anda bertanya kenapa harus kebenaran yang tercakup dalam kasih? Jawabannya adalah karena Tuhan Yesus mengatakan bahwa kebenaran adalah bagian dari kasih, dan  kasih adalah hukum yang tertinggi maupun hukum yang terutama(Mat.22:38).

 

3--Selalu lakukan yang terbaik

Biasakanlah untuk selalu menyeleksi yang terbaik dari berbagai jenis informasi yang masuk dalam benakmu, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kebenaranmu. Apalagi bila kehendakmu selalu bertekad untuk memilih yang terbaik dalam hal pertumbuhan kebenaran dan perbuatannya, maka Anda telah melakukan kebenaran berdasarkan hukum kasih.

Usahakanlah menghindar dari godaan dan cobaan, misalnya secara sadar mengetahui kemampuanmu dan kondisimu, tidak perlu iri hati terhadap keberhasilan orang lain yang meraihnya secara jujur atau tidak. Semuanya itu jangan meruntuhkan niat baikmu, untuk selalu lakukan yang terbaik sesuai kebenaran, yaitu kebenaran yang tercakup dalam kasih.

 

Bila Anda selalu melakukan yang benar akan berdampak baik serta kemungkinan besar menyenangkan orang lain dan bisa saja mereka akan menghasilkan yang benar, karena telah melihat contoh. Jadi ada panutannya.

 

Menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari-hari, maka setiap orang akan mengalami berbagai jenis cobaan yang bersumber dari keinginannya, godaan iblis, pemurnian iman. Semuanya ini dapat menyeret mereka ke dalam penderitaan, siksaan, kesakitan, perceraian, putus hubungan kerja, dan lain-lain. Tapi siapa pun yang mengalami harus bertahan dan melawan sehingga dapat mengatasinya(Rm.5:2-4). Namun kita semua harus sadar diri kenapa harus mengalami hal tersebut..

Namun demikian Tuhan telah memberikan penegasan dalam Pasal 1Kor.10:13, yaitu:

Allah itu setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu, Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menganggungnya.

 

Sesuai penjelasan di atas, maka selalu sadar diri dan lakukan yang terbaik, misalnya selalu ikuti dan lakukan firman Tuhan(Ams3:5)

 

Penutup

Lakukanlah yang terbaik walaupun mengalami berbagai jenis cobaan dalam hidupmu, namun sadarlah bahwa Anda itu mempunyai kemampuan untuk mengatasinya, seperti yang di firmankan Tuhan.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

Minggu, 04 Oktober 2020

Apa sebab setiap orang mengalami pencobaan?

 

Latar belakang

Hampir semua orang belum mengetahui bahkan tidak mengerti kenapa harus ada pencobaan yang akan mereka mengalami dalam kehidupannya

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

1--Apa itu pencobaan

Persepsi manusia mengenai berbagai pencobaan selalu yang bersifat negatif, namun pencobaan itu dapat menyakiti sehingga timbul penderitaan yang artikan sebagai suatu proses (Yak.1:2-4) yang harus kita lalui karena merupakan suatu kondisi di mana setiap orang akan mengalaminya, namun harus berusaha untuk mengatasi penderitaan itu. Sehingga dalam proses mengatasi penderitaan tersebut, ada orang yang tidak berhasil namun ada juga yang berhasil, dan di sinilah akan timbul dalam dirinya suatu tekad untuk bertekun agar meraih keberhasilan sehingga dapat keluar dari penderitaan itu secara menang, bukan menggerutu atau merusak atau putus asa.

 

Setiap orang pada suatu saat atau berkali-kali akan mengalami pencobaan sehingga mengalami penderitaan dalam hidupnya. Penderitaan adalah dampak atau hasil dari suatu masalah yang Anda alami sehingga ada akibatnya, berupa: tekanan psikis maupun pikiran, sakit fisik,  gairah bekerja sangat rendah, motivasi hilang, tujuan mengambang, tidak fokus, ada kesedihan serta kesakitan, kekurangan sandang serta pangan, sulit memperoleh jalan keluar dari suatu masalah, dan yang sejenis.

 

Alkitab mencatat bahwa penderitaan1 disebabkan oleh dosa yang dilakukan manusia, penderitaan itu mencakup:

a---Dari dalam diri sendiri sehingga merasa; derita sakit, derita kehilangan, derita kekhawatiran dan depresi, rasa putus asa.

b---Dari luar diri, misalnya dianiaya atau kekang, di pukul hingga patah tulang, penyakit covid19

c---Gabungan dari butir a dan butir b

 

2--Pencobaan adalah bagian dari hidup

Semua orang berusaha menghindari dan mencegah supaya mereka tidak jatuh dalam pencobaan yang sehingga menderita, namun  setiap langkah manusia akan berdampak negatif dan positif, tergantung yang mana Anda memilih

 

3--Gunanya pencobaan

Pencobaan yang membawa penderitaan akan di alami oleh setiap orang, kapan saja dan di mana saja. Bila Anda atau sapa saja yang dapat mengatasi pencobaan yang menyakitkan itu sehingga menderita, maka imanmu akan menjadi semakin murni dan akan lebih mendekat kepada Yesus.

Sebetulnya Anda akan lebih mendekat dengan Yesus karena anda melakukan kehendakNya yang melakukan hukum yang terutama dan yang pertama, yaitu hukum Kasih(Mat.22:38,37,39-40), cara melakukannya hukum Kasih lihat(1Kor.13:4-8).

 

Penutup

Ketahuilah bila jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan maka Anda akan menderita, namun itu adalah ujian terhadap imanmu untuk menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

1 Browning WRF, kamus Alkitab, a dictionary of the Bible, Cet 5, Jakarta, Gedung Mulia, thn 2010, ISBN 978-979-687-393-7 Hal 55 kolom 1 alinea

(Yak.1:2-4)

(Mat.22:37-40)

(1Kor.13:4-8).

Minggu, 20 September 2020

Atasi pencobaan terhadapmu untuk kepentinganmu

 

Latar belakang

Setiap orang dalam penghidupannya, lambat atau cepat akan mengalami suatu jenis pencobaan bahkan bisa berkali-kali, dan ini dapat meruntuhkan keyakinanmu atau imanmu namun dapat juga meningkatkannya untuk kepentinganmu

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

Siapa pun orangnya, pada suatu ketika akan jatuh dalam pencobaan maka dia akan menderita dan itu adalah suatu ujian, sebab imannya akan mengalami benturan, tekanan, bahkan secara psikis terganggu, namun bila Anda dapat bertahan, maka akan menghasilkan ketekunan, lalu menghasilkan buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun(Yak.1:2-4).

1 Berbagai jenis penderitaan

Setiap orang mempunyai perjalanan hidup yang tidak sama dengan orang lainnya, namun pasti ada masa senang dan susah. Masa susah atau penderitaan dapat di urakan antara lain, yaitu:

a--Penderitaan yang dialami manusia karena perbuatan alam misalnya gempa.

b--Penderitaan karena ambisi dan ego manusia, misalnya peperangan yang di lakukan oleh Hitler dari Jerman, Hirohito dari Jepang untuk memperoleh bahan baku yang lebih banyak dan memperluas wilayahnya. 

c--Covid19 yang membunuh siapa saja tanpa pandang bulu.

d--Pencobaan.

 

2 Apa itu pencobaan

Pencobaan adalah berbagai penderitaan yang dialami oleh seseorang karena:

a--Tuhan yang mengujimu.

Misalnya:

aa--Tuhan menguji Abraham, dengan cara  Dia menyuruh Abraham mengurbankan anak tunggalnya, yaitu Isak. Abraham harus membawa Isak suatu puncak gunung, lalu mengikat dia dan menaruhnya di atas mezbah untuk di sembelih dan di bakar seperti domba kurban. Namun pada saat Abraham mau sembelih Isak,  Tuhan melarangnya(Kej.22:1-24). Jadi imannya Abraham sangat tinggi dan terujilah, karena selalu tertuju kepada Tuhan.

ab-Yesus pun mengalami cobaan di gurun pasir, sewaktu berpuasa(Mat.3: 4, 6-7, 8-11).

 

b--Kemauanmu yang tidak dapat Anda kendalikan.

Kemauan yang sangat dominan sehingga

ba--Anda tidak dapat mengendalikan kemauanmu. Atau Anda dicobai karena kemauan dirimu sendiri(Yak.1:14), dalam hal ini kemauanmu menjadi sangat kokoh karena tergiur tawaran duniawi yang sangat menikmati walaupun mengikat,  lalu melakukannya.

ba1--ATAU terlalu memaksa kemauanmu yang sudah nyata-nyata tidak mungkin untuk saat ini, karena belum memungkinkan secara rasional dan/juga rohani, sehingga iblis dapat menggunakan kemauan yang terlalu dipaksakan supaya terjadi pertengkaran dengan pacarmu, kantormu, istrimu, organisasimu, dan lain-lain

bb--Keinginan mendapatkan jaminan hidup yang baik secara mendadak dalam kehidupan walaupun melalui perbuatan yang menghianat pacar. Karena lebih nyaman secara ekonomi hidup dengan orang lain, walaupun cintanya sangat rendah, sehingga mengabaikan cinta yang murni dari pacar yang disayangi.

bc--Melanggar peraturan sehingga memperoleh harta dan kedudukan dan berkuasa. Semacam inilah yang di alami oleh Adam dan Hawa karena mau jadi seperti Tuhan(Kej.3:5).

 

c--Godaan iblis

Tujuan iblis adalah bagaimana manusia melawan kehendak Tuhan antara lainnya melawan peraturan yang telah Dia tentukan untuk manusia. Iblis memilih cara melawan Tuhan adalah, mengganggu pikiran manusia, melalui godaan, misalnya:

ca--Membujuk manusia dengan sedikit memutar balikkan atau menambahkan perkataan, seperti; “kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya, matamu akan terbuka dan akan menjadi seperti Allah, tahu  tentang yang baik dan yang jahat”(Kej.3:4-5).  Allah tidak mengatakan akan menjadi seperti Allah kepada Adam dan Hawa.

cb--Selama bisa menerobos celah-celah aturan untuk korupsi, maka banyak orang dan pejabat melakukan untuk menguntungkan diri sendiri, dengan cara berkorupsi walaupun rakyat akan menderita.

 

Kegunaan dari pencobaan adalah bervariasi, namun bila dapat Anda mengatasinya maka imanmu yang hanya tertuju kepada Yesus akan menjadi semakin murni, sehingga tujuan imanmu akan terlaksana yaitu untuk keselamatan jiwamu(1Ptr.1:9). Dan inilah yang harus Anda lakukan dalam seluruh kehidupanmu.

 

Penutup

Pencobaan adalah penting untuk memurnikan imanmu namun jangan kemauan duniawimu yang mendominasi pikiranmu sehingga dapat menyeleweng, karenanya selalu bersandar kepada hukum kasih(Mat.22:37-40).

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat dan mohon sharing.

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

(Yak.1:2-4).

(Kej.22:1-24).

(Mat.3: 4, 6-7, 8-11)

(Yak.1:14)

(Kej.3:5).

(Kej.3:4-5)

(1Ptr.1:9).

(Mat.22:37-40)

Minggu, 13 September 2020

Kehendak bebas berbeda setiap orang namun jangan disalah gunakan

 

Latar belakang

Setiap orang mempunyai tingkat kehendak bebas yang berbeda-beda maupun cakupannya, namun jangan di salah gunakan

 

Materi yang dibahas, sesuai topik

 

Tuhan yang melengkapi antara lain “kehendak bebas” kepada setiap orang, untuk mengetahui, seberapa jauh mereka akan patuh sewaktu melakukan kendakNya. Apakah mereka sejalan dengan peraturanNya sewaktu melakukan suatu kegiatan untuk kehidupannya atau menyimpang sesuai kemauannya sendiri. Atau selalu memanfaatkan kehendak bebas tersebut untuk memenuhi kepentingan diri sendiri (atau bahasa sehari-hari: “semau gue” atau “pokoknya” atau “emangnya gue pikirin”) berupa kesenangan duniawi, sehingga menyalahgunakannya. Itulah yang diperbuat orang pertama Adam dan Hawa, sehingga tersandung kehendak bebasnya.  Setiap orang lebih senang mengutamakan dan menggunakan kehendak bebasnya, sebab sangat gampang dan dapat terjadi seketika dengan anggapan memperoleh kenikmatan. Karena hal inilah maka Adam dan Hawa membuat suatu keputusan, walaupun melawan perintah Tuhan. Akibat dari keputusannya, maka  jatuhlah mereka dalam dosa setelah adanya pemicu, yaitu godaan yang mengandung pengertian “akan menjadi seperti Tuhan”(Kej.3:5).

 

1--Kehendak bebas setiap orang berbeda-beda

Kehendak bebas mencakup intelektualmu dan/dalam berbagai keinginanmu(Rm7:8) yang terkadang susah dikendalikan, namun dapat masuk hingga berada dalam segala aspek kehidupannya setiap orang. Kehendak bebas dapat melawan hukum akal budi(Rm.7:23). Namun kehendak bebas dari setiap orang  berbeda-beda dan bervariasi yang ditentukan oleh berbagai faktor, sesuai dengan maju mundur perkembanganmu:  

 

            A-----Secara rasional

a--Pengaruh alam yang membentuk kebiasaan orang Eskimo yang berdiam di kutub utara pasti berbeda dengan orang Uganda yang hidup di Afrika.

b--Pengaruh pendidikan dasar dari ayah/ibumu, pendidikan di sekolah, pergaulan dan pengaruh informasi (berita dari tv, buku, sosmed) yang masuk melalui pancaindramu.

c--Pengaruh dari pengalaman pekerjaan dan pergaulan.

d--Emosi yang terbentuk sesuai dengan eksistensi fisikmu (lihat butir-a,b,c).

e--Timbulnya keinginan untuk menikmati suatu angan-angan, janji, bujukan.

f--Ingin terbebas dari kesepian atau kesendirian sehingga bila kebetulan ada tawaran yang menggoda yang dapat dinikmati secepatnya, maka akan diraihnya

g--Ingin menyalurkan nafsu sebab ada kesempatan, karena terlalu lama menunggu.

h--Ingin merebut kedudukan yang lebih tinggi karena ada kesempatan, walaupun dengan cara yang tidak halal.

i--Ingin memperoleh wewenang dan kuasa yang lebih tinggi, dengan cara apa saja

j--Terpicu bila ada sesuatu yang sangat menarik hati dan cocok dengan keinginannya, sehingga menutupi akal sehat, walaupun harus melanggar peraturan.

k--Membohongi pacarmu dan pergi dengan mantanmu untuk suatu tujuan.

l--Berzina karena Anda mengingininya, selain itu pacarmu jauh sehingga dia tidak mengetahui perbuatanmu, dan lain-lain. 

 

B-----Secara rohani

a—Berdasarkan seberapa besar imanmu yang tertuju kepada Tuhan Yesus.

 

2--Kehendak bebas dalam kehidupan sehari-hari.

Kehendak bebas yang dipunyai setiap orang, sering disalah gunakan untuk kepentingan pribadi, karena menduga dapat dinikmati secara langsung, namun itu adalah keliru sehingga berdampak buruk.

Secara rasional maka kehendak bebas mencakup 1a-l  dan sedalam apa seseorang dapat menguasainya. Karena atas dasar itulah ditambah dengan  seseorang akan mengambil keputusan.

Secara rohani maka kehendak bebas tersebut selain mencakup 1a-l juga didasarkan seberapa besar imanmu untuk melaksanakan keputusan.

Contoh:

(1)---Kehendak bebasmu akan saling berbenturan dengan akal budinu apakah akan melakukan korupsi karena ada kesempatan, selain itu tidak ada orang yang melihatmu dan menyaksikan untuk berbuat korupsi.

(2)---Bila ada peraturan yang nampak ada celahnya, maka kehendak bebasmu akan mendominasi dengan cara “lakukan saja korupsi, nanti dicarikan jalan keluar” walaupun perbuatanmu itu akan turut merusak rakyat. Jadi rakyat akan ikut-ikutan karena tidak ada lagi panutan yang baik. Hal ini yang kebanyakan terjadi di Indonesia.

 

Penutup

Kehendak bebas adalah sesuatu yang baik karena mendukung niat baikmu, namun jangan salah gunakan, seperti yang dilakukan Adam dan Hawa. Karena akan merugikan diri sendiri maupun orang lainnya..

 

Penulis.EddyWarbung

R e f e r e n s i  :

Kej.3:5

Rm.7:8

Rm.7:23

Rm.7:18--------tambahan

Ams.11:23-----tambahan