Selasa, 05 November 2024

Berusaha taat pada kebenaran

 

Pendahuluan

Perkataan Tuhan atau Tuhan berfirman: beranak cuculah manusia (Kej.1:28) untuk memenuhi bumi dan memeliharanya (Kej.2:15) sambil menguasai semua jenis hewan yang berada di situ.

Ternyata  selang beberapa waktu mereka mulai tidak taat pada peraturan yang diberikan Tuhan kepadanya, walaupun mereka telah menerima aturan tersebut. Malahan terpengaruh godaan iblis sehingga menimbulkan niat buruk, lalu meninggalkan peraturanNya sehingga berbuat dosa. Itulah sebabnya  antara lain bahwa ketaatan sangat penting dalam pendidikan kebenaran dan bimbingan untuk menghadapi kehidupan di dunia ini.

 

1. Materi yang dibahas (sesuai topik)

 

1a Ketaatan selalu mengiringi kebenaran serta aplikasinya

Dalam kehidupan, maka ketaatan  sangat diperlukan bagi manusia, terutama yang menyangkut kebenaran (1Kor.13:6)  sebab itu merupakan bagian dari hukum Tuhan, yaitu hukum yang terutama dan pertama, yang disebut Hukum Kasih, uraiannya lihat dalam  Alkitab (Mat.22:37-40, Yoh.14:6).

Seiring untuk memperoleh peningkatan  kebenaran dan bimbingan maka harus disertai ketaatan, sehingga dapat mengubah kehidupan yang lebih baik, namun semuanya itu harus ada usaha yang tekun dan kerja keras, yang mencakup:

a.       Berusaha memperoleh peningkatan akal budi sesuai kebenaran terhadap hal yang khusus dan yang umum.    

b.      Melakukan perbuatan sesuai akal budi yang benar terhadap yang khusus dan yang umum.

c.       Pertahankan ketaatan yang selalu mengiringi pertumbuhan kualitas a) dan b) di atas.

     

      Penguasaan butir a) dan b) dan c) sangat diperlukan untuk mengaplikasikannya terhadap   

      suatu masalah yang Anda dihadapi dalam kehidupan, sehingga lambat laun perasaan

      tanggung jawab akan tumbuh, bahkan mungkin menjiwainya sehingga penyelesaiannya dan

      hasilnya akan lebih baik.

 

1b Pendidikan yang di arahkan untuk tujuan tertentu 

Pendidikan  dapat juga diarahkan dengan menyisipkan  kata-kata atau kalimat yang dapat membangkitkan emosi tertentu untuk berbagai tujuan dan pelaksananya diharapkan anak didiknya atau para murid terutama mereka yang tidak berpendirian teguh, sehingga rela berkorban bahkan mati pun mereka bersedia, misalnya: bakar gereja, jadi bom bunuh diri, dan lain-lain, sebab ada imbalan menggiurkan yang menunggu mereka setelah kematiannya.

Penyisipan yang bersifat hasutan dengan maksud negatif dapat terjadi karena ketaatan mereka

dikalahkan oleh motivasi tertentu demi keuntungan diri sendiri atau golongan sehingga nilai kebenaran yang berada dalam hati nurani dan akal budinya (Ibr.8:10) melemah lalu dilanggarnya melalui perbuatan yang adalah bertentangan dengan kebenaran.

 

1c Bertentangan dengan kebenaran

Seperti yang dijelaskan di atas mengenai sisipan, maka pertentangan ini akan menimbulkan gejolak dalam hati nurani dan akal budi setiap orang karena sudah tidak sejalan dengan alur-alur kebenaran, sehingga memperlambat seseorang membuat keputusan yang akurat dan atau kemungkinan besar akan terjadi bias dalam pelaksanaannya. Yang dapat mengakibatkan penderitaan dan atau kerugian besar.

 

Pengarahan tersebut dengan cara menyisipkan kata-kata atau kalimat yang dapat membangkitkan emosi tertentu adalah akibat tingkat ketaatan terhadap kebenaran sudah rendah, sehingga kurang dapat mengendalikan diri,   misalnya: cepat marah, benci, dendam, berlaku kasar, balas dendam, tidak mau mengalah, dan lain-lain. Pengarahan dan penyisipan tersebut adalah suatu penyimpangan dari kebenaran yang berada di dalam hati nurani dan akal budi setiap orang(Ibr.8:10), sehingga melalui tingkah lakunya terpancar nilai perbuatan yang bersifat negatifnya dan bisa juga berbarengan dengan perkataan yang kasar  dan tidak wajar, karena:       

a.       Menyimpang dari kebenaran, dan diharapkan para muridnya akan bertindak tidak jujur terhadap; lingkungannya, kawan-kawan  atau siapa saja, agar terjadi bentrok antara para muridnya dengan temannya yang di luar lingkungannya.  

b.      Menimbulkan salah pengertian sehingga mereka saling; menjauhi atau terjadi pemisahan, permusuhan, benci, karena; beda ajaran, agama, prinsip, dan lain-lain.

c.       Dapat menimbulkan kebencian, kekerasan dan tinggi hati, tidak objektif, pertengkaran.

d.      Membuat keputusan tidak murni, lambat dan sering bias, sehingga hasilnya buruk.

Contoh:

Seorang kakek bertemu dengan seorang anak kecil setingkat cucunya setelah 3 tahun berlalu, namun sewaktu cucu yang berumur 9 tahun tersebut bertemu kakek tersebut di suatu pesta ulang tahun, dia langsung memanggilnya dan seperti biasa mulai bercanda seperti dulu dan mengajukan beberapa lelucon dan tebakan-tebakan kepada kakek itu, bila salah menjawab maka cucu tersebut ketawa lebar-lebar sambil memberitahukan jawabannya. Kelihatannya mereka sangat dekat dan akrab. Namun secara tiba-tiba cucu tersebut bertanya: kakek agamanya Kristen ya, kakek mengangguk sambil menjawab iya benar. Maka  seketika itu juga cucu tersebut mengambil selendangnya yang dipegang kakek, lalu pergi meninggalkannya.

 

2. Kebenaran adalah dasar dalam pendidikan.

    2a. Proses berlogika sesuai nilai kebenaran

            Ketaatan mendidik dan membina orang berdasarkan kebenaran yang murni secara

            berulang-ulang, agar mereka dapat memperoleh dan menguasai landasan utama yang

            kokoh dalam pengajaran, yang mencakup:

            a-- kebenaran materi dan bimbingan dalam proses pengajaran harus masuk akal,

                 saling mendukung, sesuai kebenaran hukum yang terutama dan  pertama.

            b-- selama berproses butir--a dan penguasaannya maka ketaatan selalu mengiringinya.  

            Sehingga sistematis berlogika yang mengandung nilai-nilai kebenaran akan terbentuk

            secara harmonis dan sejalan dalam otaknya.

 

     2b. Proses berlogika mengalami kelambatan

Tapi kenyataannya ada orang-orang tertentu yang menyisipkan ajaran tertentu yang  bersifat subjektif dan bahkan negatif di antara ajaran kebenaran karena ketaatannya rendah. Penyisipan ini akan memperlambat harmonisasi dan arahan dalam otaknya untuk membuat keputusan saat itu, apalagi kalau murid tersebut sedang mengalami stres, marah, kebencian, depresi, merasa harga diri ditekan,  dan lain-lain, maka reaksinya tidak akan murni dan sering bias. Masalah ini yang antara lain disebut, cara berlogikanya lambat serta bias, atau dikatakan IQ rendah.   . 

 

Penutup

Berusaha yang tekun dan kerja keras untuk memperoleh kebenaran (hukum yang terutama dan pertama) yang diiringi dengan ketaatan, sehingga akan maksimal sewaktu menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, mohon tanggapan  bila berkenan.

Penuliseddywarbung

Selasa, 17 September 2024

Bagaimana memperoleh hidup yang kekal.

 

Pendahuluan

Hidup kekal membuat penasaran banyak orang sehingga ada dari mereka yang berusaha keras membuka wawasan pikirannya untuk mencari tahunya, apa persyaratannya dan bagaimana memperolehnya (judul ini adalah sambungan dari “Meranakah jiwaku setelah aku meninggal”)

1. Materi yang dibahas (sesuai topik)

Apa itu hidup kekal ?

Menurut beberapa referensi misalnya Kamus Besar Bahasa Indonesia online, Google dan literatur lainnya, tidak di temukan ”definisi” mengenai “hidup kekal”. Namun ada kalimat-kalimat yang terkait dan menjelaskan hidup kekal di dalam ayat-ayat Alkitab, sebagai berikut:

a.        Ayat di Luk.10;25 Guru, apa  yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup kekal. Jawab Yesus kepadanya, apa yang tertulis di Hukum Taurat (Kel.20:1-17). (baca selengkapnya di, Luk.10:25-28)

b.      Ayat di Yoh.3:16 Karena begitu  besar kasih Allah kepada dunia ini sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya beroleh hidup kekal.  

c.       Ayat di Yoh.3:36 Siapa percaya kepada Anak ia beroleh hidup kekal.

d.      Ayat di Yoh.10:28 Aku memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka tidak akan binasa.

e.       Ayat di 1Yoh.5:11 Allah telah mengaruniakan hidup kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya (Yesus).

f.        Ayat di 1Tim.6:12 Rebutlah hidup kekal.

g.      Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, tidak ada penjelasan.

h.      Google mengatakan: Dalam kekristenan, hidup kekal secara tradisional merujuk kepada kehidupan setelah kematian.

i.        Kamus alkitab WRF Browning, ISBN 978 979 687 393 7, Cet.5, Jakarta, Gunung Mulia, 2010, tidak ada penjelasan.

 

Penjelasan diatas mengenai hidup kekal adalah secara rasional, namun harus Anda mengertinya lalu imaninya seperti mengimani peraturanNya Tuhan atau hukum Tuhan yaitu Hukum Kasih (Mat.22:37-40) yang terdiri atas Hukum Taurat (Kel.20:1-17) dan aplikasinya di dalam Kisah-Kisah-Rasul dari semua  rasul-rasul, gunanya untuk keselamatan jiwamu (1Ptr.1:9).

Setelah Anda imani peraturanNya Tuhan maka wujudkanlah dalam semua kegiatan sehari-harimu sehingga tercermin hukum Tuhan tersebut dalam setiap tindakan, tingkah lakumu dan   perbuatan.

Semua perbuatan tersebut adalah untuk memperoleh hidup kekal. Untuk itu Anda harus berusaha berbuat untuk memperoleh hidup kekal atau rebut hidup kekal tersebut (1Tim.6:12), dari segala godaan dan segala cobaan iblis yang berusaha untuk menjerumuskanmu.

 

A  Apa yang harus Anda lakukan untuk  memperoleh hidup kekal

Untuk memperoleh hidup yang kekal maka salah satunya adalah lakukan didikan orangtuamu sewaktu Anda masih kecil hingga bertumbuh dewasa, karena tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya gagal atau berbuat jahat di kehidupan kemudian hari, contohnya Anda harus melakukan (Luk.10:25-28) sebagai berikut:

a  Mengerti dan mengimani apa itu hukum yang terutama dan yang pertama (Mat.22:37-40), yaitu

    hukum kasih yang terdiri atas:

    a1. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan

          dengan segenap akal budimu.

    a2  Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri.

    a3  Patuhilah ajaran dan bimbingan orangtua.

b  Setiap perbuatan dan tingkah lakumu, secara refleksi maupun secara sadar selalu akan

    mencerminkan hukum Tuhan tersebut.

      

B  Hindari pergaulan negatif secara pikiran dan perbuatan.

Bila Anda telah mengerti dan mendalami hukum Tuhan dalam penghidupan sehari-hari dan untuk mempertahankannya, maka sebaiknya Anda menghindar dari:

    a-Ajaran yang bersifat negatif dari organisasi.

    b-Pergaulan yang bersifat merusak.

    c-Godaan  karena bujukan harta, tekanan ekonomi, gila hormat.

    d-Saksi dusta.

    e-Menghasut seseorang atau rakyat. 

 

Penutup

Untuk memperoleh hidup kekal maka patuhlah dan berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh hidup kekal sehingga tercermin dalam setiap tingkah lakumu dan perbuatanmu.

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu  membaca artikel ini mohon diskusi bila berkenan.

 

Penuliseddywarbung

 


Rabu, 14 Agustus 2024

Meranakah jiwaku setelah aku meninggal

 

Tujuan penulisan artikel

Agar para pembaca dapat mengetahui dari uraian yang sangat ringkas mengenai, artikel ’’ Meranakah jiwaku setelah aku meninggal ‘’. Yang menekankan apa yang harus aku perbuat supaya jiwaku tidak merana 

                                                                                         

1. Pendahuluan

Kemana jiwaku akan pergi setelah aku meninggalkan bumi ini?. Apakah akan  merana, disiksa, ke neraka, menguap atau bagaimana. Sebetulnya dalam tubuhmu yang berupa tulang dibungkus daging serta adanya beberapa organ didalamnya, berdiamlah jiwa dan roh. Karenanya  aku tidak rela jiwaku menderita sehingga selama masih ada kesempatan hidup, aku selalu berusaha mencari jalan yang terbaik untuk menyelamatan jiwaku, walaupun harus menghadapi berbagai tantangan hidup.

 

2. Materi yang dibahas (sesuai topik)

 

Kehidupan di dunia ini sangat indah, bila diusahakan secara positif sesuai kehendak bebasnya sehingga manusia dapat menikmati kehidupannya, namun aktivitas tersebut janganlah melangkah keluar ruang lingkup Hukum Taurat(Kel.20:1-17). Bila melewatinya maka anda telah berbuat dosa, dan dosa tersebut adalah maut sehingga  akan mati(2Taw.25:4). Lalu kemana jiwanya.

 

2.1 Gunanya tubuh dan jiwa

Tuhan melalui systemNya dan tujuanNya telah menciptakanlah manusia, yang antara lain untuk memenhi bumi dan menguasai semua hewan di muka bumi. Yang melakukan berbagai kegiatan fisik adalah anggota tubuhmu, seperti: tangan, kaki, dan organ lainnya. Selama seseorang masih hidup di dunia ini, maka keberadaanya yang terdiri atas badan, jiwa dan roh(1Tes.5:23), sangat berperan. Ketiga bagian itu saling kerja sama namun mempunyai tugasnya masing-masing, sebagai berikut:

a.      Badan, gunanya untuk:

Melakukan berbagai kegiatan melalui organ tubuhmu supaya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, misalnya melakukan kegiatan agar kesehatannya terjamin, menyenangkan, kepuasan terpenuhi, namun dapat juga berbuat hal yang negative dan merusak tubuhnya . misalnya pakai narkoba, obat-obatan, kesalahan fatal dan lain-lainnya. Kesehatan tubuh harus dijaga karena disitulah berdiam jiwa dan roh. Melalui perbuatan positif oleh anggota tubuhmu berdasarkan hukum Tuhan  maka jiwamu dapat diselamatkan. Bila tubuh seseorang akan mengalami kematian maka jiwa dan roh akan keluar dan meninggalkan tubuh yang mati dari orang tersebut. Lalu tubuh tersebut dikuburkan dan akan kembali menjadi debu tanah(Kej.3:19). 

b.       Jiwa, gunanya untuk:

Jiwamu yang akan menyuruh tubuhmu melalui pertimbangan akal budi, emosi dan hati, sehingga organ-organ, kedua kaki serta tanganmu yang akan melakukan perbuatan sesuai kehendak bebasmu, berupa hal yang positif (misal meningkatkan etika) dan negatif (misalnya nilai moralnya menurun). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa jiwa sangat berperan dalam kegiatanmu, tanpa jiwa maka tubuh seoleh-oleh seperti  tulang terbungkus daging yang tidak bergerak, dan tidak dapat berbuat apa-apa. Bila anda meninggal dunia maka niatmu dan segala perbuatanmu serta dampaknya akan menyertai jiwamu untuk menghadap Tuhan (Why.14-13).untuk mempertanggung jawabkan semua niatmu serta perbuatanmu.

c.        Roh, gunanya untuk:

Roh memberi kehidupan. Ruah dalam bahasa Ibrani adalah roh yang artinya memberi nafas kehidupan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Pengertian roh ada banyak jenis yang dapat mempengaruhi kehidupan kemanusia, misalnya roh duiawi (Kej.6:17). Istilah roh berbeda dengan Roh Kudus, demikian pun istilah roh berbeda dengan jiwa (Ibr.4:12). Bila manusia meninggal maka rohnya akan kembali ke Allah (Pkh.12:7).

 

2.2 Berusaha selalu agar jiwamu selamat (tidak merana)

Yang utama dilakukan adalah murnikan hatimu dan akal budimu namun isilah dengan ajaran yang benar seperti bagaimana ayah-ibumu mengajarimu, karena itu merupakan bagian dari ajaran Kasih yang adalah hukum Tuhan. Sehingga dalam tindakanmu serta dampaknya akan merefleksikan ajaran kasih, ajaran tersebut berupa:

a.       Kasih  sayang, yaitu seperti umumnya ayah ibumu mendidik  anaknya termasuk anda  sejak bayi hingga dewasa. Berdasarkan kasih sayang itu ayah ibumu berharap anda menjadi orang yang baik dan mengabdi kepada masyarakat, bukan menjadi orang jahat. Bila anda menerima ajaran mereka maka itu akan tertanam dalam akal budi dan hatimu. Hal ini akan memperkuat hukum Tuhan yang telah terlebih dahulu diletakkan Tuhan dalam hatimu dan menuliskan di dalam akal budimu (Ibr.8:10).

b.      Hukum Kasih mencakup kasih sayang ayah ibumu yang diajarkan kepadamu yang merupakan hukum yang terutama dan pertama (Mat.22:38)

c.       Uraian dari kasih adalah; sidak cemburu, sabar, murah hati, tidak memegahkan diri,  tidak sombong, sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain (1Kor.13:4-8) dan lain-lain.

Bila berdasarkan penjelasan diatas maka setiap saat, secara refleksi, perbuatanmu akan berdampak untuk keselamatan jiwamu. Bila berbicara mengenai keleselamat jiwa (1Ptr.1:9), maka yang utama adalalah memupuk iman. Perbandingan pengerrtian antara: iman, percaya dan yakin. Baca kalimat dibawah, sbb:

Istilah ‘percaya’ digunakan dalam percakapan sehari-hari dalam berbagai diskusi, dan gerbagai kegiatan.

Istilah  ‘yakin’ juga digunakan dalam percakapan sehari-hari namun kualitasnya lebih tinggi dan cakupannya lebih luas dari ‘percaya’.

Istilah ‘iman’ digunakan dalam bahasa rohani namun kualitasnya lebih tinggi dari ‘yakin’.

Untuk itu harus mengetahui apa itu iman, lihat di (Ibr.11:1), yaitu:dasar dari segala sesuatu  yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Sudah tentu ada banyak ajaran dan bagaimana aplikasikannya untuk menyelamatkan jiwa, namun carilah ajaran yang paling benar lalu aplikasikan ajaran tersebut dalam setiap tingkah lakumu dan perbuatanmu. Karena iman tanpa perbuatan adalah kosong belaka atau nol besar.  Saran penulis pakailah pegang ajaran Hukum Kasih.

Contoh jiwa menderita:

Seorang kaya meninggal namun semasa hidupnya memandang rendah kepada Lazarus, orang yang tidak berada, lalu Lazarus juga meninggal. Tapi orang kaya ini merasa dia berada di suatu tempat yang sangat panas, sewaktu dia melihat jauh diseberang atas, ada Lazarus diatas pangkuan Abraham yang kelihatan enak sejuk. Orang kaya berteriak minta lolong kepada «.... Lazarus berilah air dari telunjukmu dan teteskan ke kerongkonganku... tapi sudah tidak bisa untuk dibantu, mohon dibaca di Alkitab  (Luk.16:20-25)

  

3. Penutup

Berimanlah yang benar berdasarkan hukum yang terutama dan pertama serta lakukan melalui perbuatanmu untuk keselamatan jiwamu, selama masih diberi kesempatan hidup. (« Gunanya keselamatan jiwa akan dibahas di topik berikutnya»)

 

Terimakasih anda telah meluangkan waktu membaca artikel ini, bila berkenan mohon diskusi.

 

Penulis-eddywarbung

 


Minggu, 26 Mei 2024

Kebenaran untuk kehidupan

 

Pendahuluan

Sejak dahulu sebagian orang telah mengetahui adanya kebenaran yang bersifat abstrak selain itu susah untuk  menjelaskannya namun secara naluri mereka selalu berusaha mencari kemurnian dari kebenaran dan bekerja keras untuk dapat meningkatkan mutu penghidupannya walaupun mengalami kesulitan, berbagai rintangan maupun dari pihak tertentu dan juga dari dirinya sendiri.

 

Materi yang dibahas {sesuai topik}       

Naluri setiap orang adalah selalu berusaha mencari kebenaran, karenanya mereka berusaha bertingkah laku lebih baik berdasarkan Hukum Sepuluh Perintah Allah (Kel.20:1-17) dalam kehidupannya, misalnya; meningkatkan iman yang benar, kerja keras dan perbuatan positif lainnya untuk mewujudkan cita-citanya agar memperoleh penghidupan yang lebih layak dan nyaman untuk pribadinya, keluarganya dan generasi bangsanya..

 

A.    Pengertian kebenaran menurut:

a.       Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online 4 Feb 2024, kebenaran mencakup:

*Kelurusan hati , *kejujuran,  *tidak seorang pun menyangsikan kebenaran hatinya. *Keadaan yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya.

b.      Menurut kamus Alkitab (A Dictionary of the Bible oleh Browing WRF), diterjemahkan oleh Liem Khiem Yang, ISBN 9759793937, cet-5 thn 2010, hal 179 kolom 2 alinea ke-3. Kebenaran  dalam Alkitab mencakup antara lain:

*Hukum yang terutama adalah Hukum Kasih (Mat 22:37-39)         

*Kebenaran etis dengan melakukan kehendak Allah (Mat 5:6,10)

            *Sama sekali sesuai dengan kehendak Allah  (1Yoh2:1)

            *Iman dan perbuatan terefleksi dalam perilaku (Rm 3:21-26)

       c.  Merriam-Webuster’s Collegiate Dictionary 11th edition ISBN 978-0-87779-814-9,  

            halaman 1073. Righteous atau Kebenaran, artinya:

* Acting  in accord with devine or moral law

* Morally right or justifiable

      d.  Menurut Aristoteles kebenaran ialah sesuatu yang dipikirkan atau kebenarannya dapat

           yang dikenal dengan menggunakan logika

                                      

B.     Kendala melakukan kebenaran dan mengatasinya

Banyak  kendala yang menghalangi orang berbuat kebenaran sesuai peraturannya. Setiap orang menyadari bahwa melakukan kebenaran adalah sesuatu yang penting untuk meningkatkan mutu kehidupan  karenanya harus berusaha untuk memperolehnya. Walaupun  ada keinginan yang kuat dan konsisten untuk  mengaplikasikan serta melaksanakan peraturan-peraturan yang ada namun sulit menghindari berbagai godaan, antara lain:

a.  Pengaruh dari lingkungan buruk yang berbeda-beda karena; dasar ajaran yang negatif, pengalaman yang negatif, tingkat pendidikan yang lemah, motivasi, pergaulannya. (Untuk tidak terjerumus maka pilihlah lingkungan yang positif yang bersifat membangun). 

b.  Pengaruh dari dalam tubuh. Ada semacam hukum terdapat dalam setiap anggota tubuh yang melawan hukum akal budi (Rm.7:23), perlawanan ini akan menjadi-jadi bila terlalu percaya diri, ego yang tinggi, mengejar kehormatan dan yang sejenis, sehingga kadang-kadang lupa akan kehadiran Roh Kudus yang mungkin berdiam dalam dirinya (Yoh.14:17). Lalu terakumulasi dosamu yang akibatnya melakukan perbuatan fatal. (Namun semua hukum yang melawan akal budi ini dapat di kalahkan bila Anda percaya dan bertekun dalam ajaran Kasih dari Yesus (Rm.7:24-25).)

 

C.    Bagaimana memperoleh kebenaran                                                                                     

Setiap ayah ibu telah mengajari kebenaran kepada semua anak-anaknya sejak masih bayi  hingga dewasa atau keluar rumah, karenanya setiap orang telah mengalami proses praktek kebenaran, sebetulnya praktek dan ajaran tersebut adalah butir-butir kasih yang murni yang terdapat dalam Alkitab, 1Korintus 13:4-8, demikian pun yang seharusnya diajarkan antara lain di sekolah, lalu anak-anak tersebut akan mengaplikasi ajaran itu dalam pergaulannya. Ajaran  kasih itu tidak susah yang penting ada kemauan untuk taat dan lakukan. Butir-butir  kasih berinduk pada hukum Kasih(Mat23:37-40) .

 

D.    Kebenaran dalam kehidupan

Dalam kehidupan salah satu prioritas utama dari orangtua atau ayah ibumu adalah mendidik anaknya untuk mengenal kebenaran yaitu memahami dan melaksanakan hukum kasih. Karenanya setiap orang  menyadari bahwa selama kehidupannya, pikirannya harus dilandasi pada kebenaran yang dapat diterima oleh akal budi serta hatinya, demikian pun perbuatannya harus sejalan (Jak.2:17).

Namun pada kenyataannya dalam kehidupan semua kebenaran itu atau semua aturan tersebut sulit dilaksanakan karena akal budi dan hati dari para pelaksana telah di selimuti atau dominasi (2Kor.3:14) oleh dosa, karena; ego yang tinggi, keras hati, sombong dan hanya ingat memperkaya diri sendiri walaupun harus korupsi yang menderitakan rakyat.

Kebenaran dalam kehidupan akan berkurang nilainya dari100% bila pelaksananya tidak melakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam aturan tersebut, misalnya melakukan perbuatan tercela sekitar aturan tersebut. Atau menyogok, menipu  dan lain-lain. Kebenaran tersebut dapat juga diukur dengan cara tertentu, antara lain secara persentase. Misalnya berupa hasil dari perbandingan antara garis a dan b yang dijelaskan dibawa ini:  

a-menghasilkan dari mengaplikasikan serta melaksanakan sebagian dari ayat-ayat dalam

   suatu aturan sewaktu menyelesaikan suatu kasus atau masalah, dibandingkan dengan,

b-ayat-ayat yang terdapat dalam aturan tersebut.

Hasil dari perbandingan antara garis a dan b akan ada selisih, (bila a dan b adalah dua garis  maka kedua garis itu tidak akan  berimpit tapi ada jaraknya. Penjelasan di topik berikut) perbedaannya dapat di evaluasi lebih mendalam apa penyebab jarak itu. Perbedaan jarak ini dapat di katakan bahwa secara kualitatif kebenaran tidak ditegakkan sesuai hukum yang berlaku. 

Karenanya ada selisih atau perbedaan sewaktu mengaplikasikan serta melaksanakan peraturan dengan ayat-ayat peraturan tersebut terhadap suatu masalah, misalnya kebenarannya 90 % atau 25% atau 60% atau 45%.

Sehingga dapat di interpretasikan, bahwa: angka 90%, berarti proses aplikasinya dan pelaksanaannya adalah 90% benar sesuai ayat-ayat aturan tersebut, yang 10%  tidak sesuai dengan beberapa ayat dalam aturan tersebut, atau:

              kebenarannya hanya           : 90%, 25%, 60% atau 45% dan seterusnya.

              yang tidak sesuai aturan     : 10%, 75%, 40% atau 55% dan seterusnya.

 

Contoh:

Istilah kebenaran sering terdengar dimana-mana, misalnya hasil putusan dari pengadilan negeri dirasakan oleh pemohon atau termohon tidak adil karena proses di pengadilan negeri, hingga putusannya tidak sesuai ayat-ayat dalam peraturan tersebut, sebab prosesnya seperti penjelasan di butir a dan b di atas.

Dampak dari butir a dan b di atas, dapat mengakibatkan seseorang yang dirugikan akan  mengalami: rugi materi, tekanan batin, depresi, putus asa, timbil kebencian, bahkan mencari alasan untuk mengadakan pembalasan.

 

Penutup

Secara sederhana untuk mengenal kebenaran yang bersifat abstrak dan sulit dapat diketahui atau dinilai seberapa dalam suatu hukum diterapkan sewaktu menyelesaikan suatu masalah atau seberapa besar keinginan kita untuk menyelesaikan suatu masalah berdasarkan hukum yang ada dibandingkan dengan peraturan tersebut..

 

Terima kasih Anda telah meluangkan waktu membaca tulisan ini mohon sharing bila berkenan.

 

Penuliseddywarbung