Minggu, 17 April 2011

Tetap percaya pada Tuhan .

Tetap percaya pada Tuhan .


Ada rekonsiliasi antara orangtua dan anak, tapi  3 tahun terakhir
anak tidak menjawab telpon dan email.  Orangtua kecewa, tapi
ada ketegaran berupa firman Allah.


Latar belakang.

Pernahkah anda mendengar cerita “perumpamaan anak hilang“ (tolong lihat di Lukas 15:11-32) di alkitab?. Cobalah baca, pasti menarik dan banyak pertanyaan akan timbul. Ada juga orangtua yang pernah mengalami mirip dengan cerita ”Perumpamaan Anak Hilang”. Dan pasti bahwa semua orangtua menghendaki yang terbaik untuk anaknya, misal; pendidikan yang baik, sejahtera hidupnya dikemudian hari dan sehat terus menerus. Tapi bagaimana prosesnya, apakah itu bisa diterima oleh anaknya?.


Materi yang akan di sharing “Tetap percaya pada Tuhan”

Saya pernah mengenal satu keluarga muda, professional dan energetic. Mereka  menginginkan anaknya lebih berhasil dari mereka sendiri, mereka secara berlomba-lomba mendidik dan membimbing anak hingga SMA. Sejak anak-anak masuk universitas, orangtua tidak lagi mengawasi mereka karena dianggap sudah dewasa, dan hampir setiap pagi keluarga ini doa bersama sebelum melakukan kegiatan masing-masing.

Di masa pendidikan di universitas, anak ini tertinggal 4 tahun karena mengalami narkoba, tapi 5 tahun kemudian anak tsb graduated dari university di luar negeri dan sudah 4 tahun menikmati pekerjaan dan kehidupan layak menurutnya. Tapi 3 tahun setelah anak tsb bekerja dia tidak  mau menerima telpon atau membalas email dari orangtuanya yang berada di Indonesia. Dan orangtua sangat kecewa.

Orangtuanya berpikir-pikir kesalahan apa yang telah diperbuat. Segala macam perasaan tercampur baur dalam benak kepala, rasanya seperti akan menjadi gila. Tapi ketegaran orangtua bisa bertahan dan berakar karena adanya penguatan mental dan tingkah laku, yaitu; firman Tuhan:

1.      Amsal 3:5 (isinya: Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri)
2.      Lukas 15:4-7( judul perikop: Perumpamaan tentang domba yang hilang. Ayat-5:Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakannya diatas bahunya dengan gembira )
3.      Lukas 15:11-32 ( judul perikop: Perumpamaan tentang anak yang hilang. Ayat-24:Sebab anakku ini telah mati dan  menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria).
4.      Markus 11:24 (Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan,  percayalah bahwa kamu telah menerimanya,  maka hal itu akan diberikan kepadamu)

Sebetulnya rekonsiliasi sudah diterima antara pihak orangtua dan anak, tapi yang tidak dimengerti oleh orangtua adalah kenapa 3 tahun terakhir anak tsb tidak mau menjawab telpon dan email dari orangtuanya. Walaupun demikian orangtua tetap menunggu karena kasih sayangnya terhadap anak.

God Bless You


Penulis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar